Menkeu Purbaya Ditantang Bongkar Jaringan Mafia Rokok Ilegal, Khususnya di Madura

- Wartawan

Selasa, 30 September 2025 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

PAMEKASAN, MADURA HARI INI – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya mendapat sorotan tajam usai menyatakan komitmennya menindak tegas peredaran rokok ilegal di Indonesia.

Sejumlah pihak kini menantang Purbaya untuk tidak hanya bicara, melainkan benar-benar berani membongkar jaringan mafia rokok ilegal yang disebut-sebut kuat mengakar, khususnya di wilayah Madura.

Selama ini, Madura dikenal sebagai salah satu daerah dengan peredaran rokok tanpa pita cukai cukup tinggi. Kondisi itu diduga melibatkan jaringan terorganisir yang tidak hanya beroperasi di tingkat pengusaha kecil, tetapi juga melibatkan pemain besar yang memiliki pengaruh.

Aktivis pemerhati ekonomi Madura, Khoirul Ramadan, menyebut pemerintah harus membuktikan keseriusan.

“Kalau Menkeu berani, jangan cuma tegas di daerah lain. Bongkar juga jaringan mafia rokok ilegal di Madura yang sudah lama jadi rahasia umum. Kalau tidak, publik akan menganggap pernyataan Menkeu hanya pencitraan,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).

Menurut data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal mencapai triliunan rupiah per tahun. Namun upaya pemberantasan sering terbentur dengan faktor lapangan, mulai dari sulitnya pengawasan hingga adanya dugaan “beking” dari oknum tertentu.

BACA JUGA :  Kasus Pencurian Mesin Giling Minta Direkonstruksi Terbuka dan Gelar Perkara Khusus

Desakan ini muncul seiring rencana pemerintah memperketat pengawasan cukai mulai Oktober 2025. Banyak kalangan menilai momentum ini seharusnya dijadikan langkah nyata untuk memberantas mafia rokok ilegal yang selama ini dianggap kebal hukum.

“Kalau Menkeu Purbaya serius, bongkar sampai ke akar-akarnya. Jangan hanya menyasar pedagang kecil atau produsen rumahan. Mafia besar di Madura harus disentuh,” tegas Khoirul.

Penulis : Al

Berita Terkait

Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu
DPP PESAN Resmi Dikukuhkan di Sampang, Siap Perluas Kepengurusan di Jawa Timur
Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Founder BIP Buka Suara
Punya Suara Emas, Ini Profil Ari Sampang DA8
Kasus Mobil Dinas Bapperida Pamekasan, Polres Segera Limpahkan ke Inspektorat Daerah
Ini Alasan Mendasar Ribuan Relawan SPPG di Pamekasan Minta Program MBG Tak Disetop
Pendemo Minta Bupati Pamekasan Perhatikan Janda Pengangguran, Relawan : MBG Harus Tetap Lanjut
Demo Panas! Massa Terobos Ruang Sekda, Kasubag Umum Bantah Pernah Buat Surat Tugas Bupati Pamekasan

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:25 WIB

Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu

Senin, 20 Juli 2026 - 22:03 WIB

DPP PESAN Resmi Dikukuhkan di Sampang, Siap Perluas Kepengurusan di Jawa Timur

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:25 WIB

Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Founder BIP Buka Suara

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:24 WIB

Punya Suara Emas, Ini Profil Ari Sampang DA8

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:50 WIB

Kasus Mobil Dinas Bapperida Pamekasan, Polres Segera Limpahkan ke Inspektorat Daerah

Berita Terbaru

Fahrur Rozi - CO Div. Litbang Dewan Pengurus Pusat FKMSB Nasional.

Karya

Harga Sebuah Persatuan

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:18 WIB