Viral H. Her Disebut Bayar Bea Cukai, Ibu Pemilik Toko di Pamekasan Lawan Satgas Rokok Ilegal

- Wartawan

Kamis, 9 Oktober 2025 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar dari video yang beredar luas di media sosial.

Tangkapan layar dari video yang beredar luas di media sosial.

PAMEKASAN, MADURA HARI INI. Video berdurasi 1 menit 30 detik mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman CCTV tersebut, seorang ibu pemilik toko di Kabupaten Pamekasan tampak marah-marah saat didatangi anggota Satuan Tugas (Satgas) rokok ilegal yang tengah melakukan penertiban di tokonya.

Dengan suara lantang dan ekspresi penuh emosi, ibu berjilbab dan berbaju hitam itu memprotes keras upaya Satgas yang hendak menyita dagangan rokoknya.

Ia mengaku mendapat jaminan keamanan dari seorang pengusaha rokok ternama yang disebutnya sebagai “Sultan Madura” H. Her atau H. Khoirul Umam.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya ikut ke rumahnya H. Her, saya sudah berapa tahun menjual rokok sampean. Sebenarnya kalian dikasih hadiah, kok saya didatangi cukai,” ucap sang ibu dalam video tersebut.

BACA JUGA :  GPR Bersurat ke BC Madura, Soroti Kejanggalan Pita Cukai Dua Pabrik Rokok di Lenteng Sumenep

Lebih lanjut, ia bahkan menyebut bahwa H. Her telah “membayar” pihak Bea Cukai, sehingga dirinya merasa aman menjual rokok tersebut.

“Katanya H. Her, pihak cukai sudah dibayar semua, makanya saya berani menjual. Jadi saya aman jual sendiri,” ujarnya dengan nada tinggi.

Dalam video yang beredar luas itu, sang ibu juga menuding para petugas sebagai “pencuri” bila nekat membawa barang dagangannya.

“Ini tidak boleh dibawa! Pencuri kalau dibawa! Saya akan bilang ke orang-orang, perampok kalau dibawa!” katanya sembari menunjuk rokok-rokok ilegal di meja tokonya.

BACA JUGA :  Waduh! Tes Penentuan Pendamping Haji di Pamekasan Mencuat, Nilai Rendah Tapi Diloloskan

Petugas yang ada di lokasi tampak tidak membalas ucapan tersebut. Mereka hanya membawa dua bungkus (pack) rokok sebagai barang bukti, sementara sebagian besar rokok ilegal lainnya dibiarkan tetap di tempat.

Video ini pun menuai beragam tanggapan dari publik. Banyak warganet yang mempertanyakan kebenaran ucapan sang ibu dan menyoroti dugaan adanya “perlindungan” terhadap peredaran rokok ilegal di Madura, khususnya merek-merek yang dikaitkan dengan pengusaha besar berinisial H. Her.

Sementara itu, Fungsional Bea Cukai Madura (BCM) Megatruh Yoga Brata membantah keras tudingan adanya praktik suap dari pengusaha rokok terhadap aparat Bea Cukai.

BACA JUGA :  Gus Miftah: Dakwah dengan Pendekatan Kekinian untuk Semua Kalangan

“Untuk masalah suap, saya yakin tidak ada di Bea Cukai Madura. Kami tidak menerima suap apa pun dari pengusaha,” tegas Megatruh saat dikonfirmasi, Kamis (9/10/2025).

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap isu-isu yang belum terbukti, serta mendorong warga melapor jika memiliki bukti dugaan suap terhadap pegawai Bea Cukai.

“Jika menemukan informasi ada pegawai Bea Cukai Madura menerima suap, silakan laporkan ke kami. Kami akan tindaklanjuti,” pungkasnya.

Untuk sementara ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pengusaha rokok bernama H. Her atau yang dijuluki Sultan Madura yang disebut si ibu dalam video viral tersebut.

Penulis : Al

Berita Terkait

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja
Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka
Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar
Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa
Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta
DPRD Pamekasan Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2027
Djavaloka Bistro Padukan Daging Asap, Minuman Khas, dan Pengalaman Meracik Tembakau
Dilaporkan atas Dugaan Tuduhan LGBT dan Pemalsuan, Kuasa Hukum 3 Purna Paskibraka Pamekasan Buka Suara

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta

Berita Terbaru