MADURA HARI INI | PAMEKASAN – Nama Ari Adriansyah (20), asal Desa Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, kini kian dikenal karena suara emasnya.
Ia saat ini lagi berjuang menembus panggung nasional Dangdut Academy 8 (D’Academy 8/DA8) di Jakarta.
Dirinya yakin, dapat memberikan hasil yang terbaik untuk membanggakan keluarganya, karena mimpi besar tak selalu lahir dari kehidupan yang serba berkecukupan.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak 25 Juni 2026, Ari menjalani masa karantina dan mengikuti babak final audition setelah berhasil melewati tahapan audisi sebelumnya.
Kesempatan tersebut menjadi langkah penting untuk mewujudkan impian yang telah lama dia perjuangkan.
Namun, bagi Ari, bernyanyi bukan sekadar menyalurkan bakat.
Di balik setiap lagu yang dibawakannya tersimpan harapan agar suatu saat mampu memperbaiki kehidupan keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Perjalanan hidup Ari tidak mudah.
Setelah sang ayah meninggal dunia pada 2024, kondisi ekonomi keluarga semakin berat.
Sebagai anak kesembilan dari 10 bersaudara, dia tumbuh dengan kesadaran bahwa setiap kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin demi masa depan yang lebih baik.
Kakaknya, Ridwanto, mengatakan, tekad Ari untuk mengikuti DA8 lahir dari keinginannya membantu sang ibu dan mengangkat perekonomian keluarga.
“Ari ingin membuktikan bahwa keadaan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Ia ingin membuat ibunya bangga dan membantu kehidupan keluarga,” ujarnya dikutip dari Tribunmadura, Senin (6/7/2026).
Keterbatasan ekonomi tidak membuat Ari menyerah.
Dia terus mengasah kemampuan bernyanyi dengan mengikuti berbagai lomba karaoke dan kompetisi tarik suara, mulai dari tingkat kecamatan hingga Madura Raya.
Berkat kerja keras dan ketekunannya, sejumlah gelar juara berhasil diraih dan menjadi bekal untuk melangkah ke ajang yang lebih besar.











