Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Founder BIP Buka Suara

- Wartawan

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Founder BIP Buka Suara.

Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Founder BIP Buka Suara.

MADURA HARI INI | SURABAYA – Founder Yayasan Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zainal Abidin, memberikan klarifikasi terkait dinamika penyaluran bantuan sosial untuk Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo. Klarifikasi tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi bersama awak media di Surabaya, Minggu (12/7/2026).

​Ali meluruskan kabar mengenai pembatalan bantuan senilai Rp2 Miliar yang sempat ramai diperbincangkan. Menurutnya, pihak BIP tidak pernah berniat membatalkan bantuan yang telah direncanakan sejak program BIP Tour Jatim beberapa bulan lalu tersebut.

​”Selama ini tidak ada satupun komunikasi dari kami untuk membatalkan bantuan yang sudah diberikan. Namun, dari pihak Griya Lansia sendiri yang meminta bantuan tersebut dibatalkan karena menganggap ada ketidaksesuaian SOP (Standar Operasional Prosedur),” ujar Ali kepada media.

​Penjelasan Terkait SOP Nama Bantuan
​Terkait polemik pencantuman nama pada fasilitas atau bantuan yang diberikan yang diduga menjadi salah satu pemicu perbedaan pendapat, Ali menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan aturan internal yayasannya.

​Ia menyebutkan, setiap program kemanusiaan yang didanai secara penuh oleh BIP disarankan menyematkan nama almarhumah ibunda dan almarhum ayahandanya sebagai bentuk dedikasi anak.

​”Salahkah saya jika menyarankan nama mendiang ibunda dan ayahanda pada beberapa tempat yang kami bantu sepenuhnya? Karena ini adalah bagian dari bakti saya sebagai seorang anak. BANI itu sendiri artinya Bakti Anak Nurani Ibu,” jelas pria yang akrab disapa Bang Ali ini.

​Ali juga menambahkan, bantuan Rp2 Miliar tersebut sejatinya dirancang untuk disalurkan secara bertahap dan sebagian berbentuk barang. Oleh karena itu, ia mengaku terkejut ketika pihak pengelola yayasan penerima tiba-tiba meminta nomor rekening BIP.

BACA JUGA :  Viral! Gegara Tegur Anak Pejabat, Tangis Siswa Usai Kepsek SMPN 1 Prabumulih Dicopot

​”Tidak ada angin dan tidak ada hujan, meminta nomor rekening ke saya. Tentu ini menjadi pertanyaan besar bagi saya,” imbuhnya.

​Meski sempat terjadi perbedaan pemahaman, Ali meminta seluruh relawan BIP untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, dan tidak memperpanjang perdebatan data di ruang publik. Ia berharap para relawan tetap fokus pada aksi kemanusiaan.

​Ali juga menegaskan dirinya tetap menaruh rasa hormat kepada Ketua Yayasan Griya Lansia, Arif Camra, dan menganggapnya sebagai sosok guru.

​”Bapak Arif itu guru saya, saya perlu banyak belajar kepada beliau. Hanya ada sedikit miskomunikasi saja. Harapan kami, jika sebuah program sudah dibantu sepenuhnya, kiranya tidak perlu lagi membuka donasi terbuka untuk hal yang sama,” kata Ali.

BACA JUGA :  Video Viral! Diduga Gegara Perselingkuhan, Wanita di Sampang Ditelanjangi dan Diolesi Cabai

​Di akhir penjelasannya, Ali menyatakan bahwa pintu silaturahmi dan komunikasi dengan pihak pengelola Griya Lansia Malang hingga kini masih diupayakan berjalan baik demi kemaslahatan para lansia dan anak yatim yang dibina.

Adapun lembaga yang sudah Bani Insan Peduli dan diabadikan dengan nama mendiang orang tuanya adalah

1. Istana Tahfidz Ainun Bani Majalengka
2. Dapur Ainun Cirebon
3. Asrama Tahfidz Ainun Bani Pacet, Sidoarjo
4. Masjid BANI Lamongan
5. Asrama Umar Syarif Wonoagung Pondok Rimba
6. Mushalla Ainun Bani Badur, Sumenep

Berita Terkait

Hendak Grebek Maling Motor di Bulangan Timur, Warga Temukan 4 Orang Diduga Sedang Pesta Sabu, 1 Kabur
Winda KDI Kini Jadi Advokat, Penyanyi Asal Pamekasan Wujudkan Cita-Cita di Dunia Hukum
Kantor Kejari Pamekasan Bau Kotoran Sapi, Aktivis Geram Penggeledahan Tak Kunjung Ada Tersangka
Video Viral! Diduga Gegara Perselingkuhan, Wanita di Sampang Ditelanjangi dan Diolesi Cabai
Polres Pamekasan Jemput Paksa Direktur CV Dzarrin hingga ke Gresik, Status Sebagai Saksi
Indonesia Teken MoU, China Bangun Kawasan Industri di Madura
7 Hari Usai Penggeledahan Tak Muncul Tersangka, Masyarakat Akan Bawa Kotoran Sapi ke Kantor Kejari Pamekasan
Geledah Lagi Geledah Lagi, Kasi Pidsus Kejari Pamekasan Belum Pastikan Adanya Tersangka

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Hendak Grebek Maling Motor di Bulangan Timur, Warga Temukan 4 Orang Diduga Sedang Pesta Sabu, 1 Kabur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Winda KDI Kini Jadi Advokat, Penyanyi Asal Pamekasan Wujudkan Cita-Cita di Dunia Hukum

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Kantor Kejari Pamekasan Bau Kotoran Sapi, Aktivis Geram Penggeledahan Tak Kunjung Ada Tersangka

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Polres Pamekasan Jemput Paksa Direktur CV Dzarrin hingga ke Gresik, Status Sebagai Saksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 03:06 WIB

Indonesia Teken MoU, China Bangun Kawasan Industri di Madura

Berita Terbaru