Gawat! Proyek Abal-Abal, FARA Seret BPKPD Pamekasan ke Pusaran Aksi Demonstrasi

- Wartawan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamflet FARA.

Pamflet FARA.

MADURA HARI INI | PAMEKASAN – Forum Aspirasi Rakyat Madura (FARA) pastikan gelar aksi demonstrasi di depan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Pamekasan, Senin, 8 Juni 2026.

Aksi yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB itu diperkirakan akan diikuti sekitar puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat.

Koordinator aksi FARA, Royhan Iqbal, menuding adanya dugaan penyelewengan anggaran yang bersumber dari uang rakyat.

“Kami akan cocokan data. Karena anggaran yang digunakan berasal dari masyarakat, maka kami sebagai masyarakat juga berhak mengawasi,” ujar Royhan, Sabtu (6/6/2026).

Tidak hanya itu, pihaknya akan menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti dugaan penyimpangan proyek abal-abal yang disebut terjadi di lingkungan BPKPD Kabupaten Pamekasan.

BACA JUGA :  Kang Ojol, Becak hingga Jukir di Sumenep Bahagia Terima Sembako dari Yayasan BIP

Proyek abal-abal itu nantinya akan dipertanyakan kepada kepala BPKPD Pamekasan.

Selain itu, FARA juga mendorong adanya klarifikasi terbuka dari pihak-pihak terkait guna menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

Ia menyebut, pengawasan masyarakat merupakan elemen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab.

BACA JUGA :  H. Badri Khumaini, Calon Ketua PC GP Ansor Pamekasan Bawa Visi Kemandirian

Karena itu, FARA mengajak masyarakat untuk ikut mengawal penggunaan anggaran daerah agar benar-benar berpihak pada kepentingan publik serta sesuai dengan prinsip good governance.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Dengan pengawasan yang kuat, kita berharap tata kelola pemerintahan semakin baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Usai Viral Habiskan Rp38 Miliar Dukung Khofifah, H Her: Tak Usah Digiring ke Mana-Mana, Saya Tak Takut Diperiksa
Dinilai Merendahkan Profesi, PWI se-Madura Tolak Keras Labeling ‘Londo Ireng’ terhadap Wartawan
Waduh! RS Larasati Pamekasan Dipolisikan Kasus Dugaan Malapraktik
Usai Viral, Ini Pernyataan Peguyuban Toko Kelontong Madura Yogyakarta
Viral Video Diduga Aksi Premanisme di Toko Madura Santoso Yogyakarta
Gugatan Sengketa Banner Agunan Rp250 Juta di PN Pamekasan Berujung Buntu, Turut Tergugat Ajukan Rekonvensi
Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu
DPP PESAN Resmi Dikukuhkan di Sampang, Siap Perluas Kepengurusan di Jawa Timur

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:16 WIB

Usai Viral Habiskan Rp38 Miliar Dukung Khofifah, H Her: Tak Usah Digiring ke Mana-Mana, Saya Tak Takut Diperiksa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:15 WIB

Dinilai Merendahkan Profesi, PWI se-Madura Tolak Keras Labeling ‘Londo Ireng’ terhadap Wartawan

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:34 WIB

Waduh! RS Larasati Pamekasan Dipolisikan Kasus Dugaan Malapraktik

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:47 WIB

Usai Viral, Ini Pernyataan Peguyuban Toko Kelontong Madura Yogyakarta

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:19 WIB

Gugatan Sengketa Banner Agunan Rp250 Juta di PN Pamekasan Berujung Buntu, Turut Tergugat Ajukan Rekonvensi

Berita Terbaru