Viral Video Diduga Aksi Premanisme di Toko Madura Santoso Yogyakarta

- Wartawan

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Video Diduga Aksi Premanisme di Toko Madura Santoso Yogyakarta.

Viral Video Diduga Aksi Premanisme di Toko Madura Santoso Yogyakarta.

YOGYAKARTA | MADURA HARI INI – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi premanisme di Toko Madura Santoso, kawasan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, viral di media sosial.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, di lokasi yang tidak jauh dari Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar delapan orang mendatangi Toko Madura Santoso secara bersamaan. Mereka disebut berbicara menggunakan bahasa Madura dan diduga meminta agar toko tersebut ditutup.

Menurut keterangan penjaga toko, Muhammad Imam, rombongan tersebut juga diketahui merupakan sesama perantau asal Madura.

Dugaan sementara, kedatangan mereka berkaitan dengan persoalan keanggotaan sebuah paguyuban toko kelontong Madura di Yogyakarta, karena pemilik toko disebut tidak tergabung dalam paguyuban tersebut.

BACA JUGA :  Heboh! Petugas Kepergok Selundupkan Narkoba ke Dalam Lapas Kelas IIA Pamekasan

Muhammad Imam membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengaku sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh rombongan tersebut, terlebih karena mereka sama-sama berasal dari Madura.

“Aksi itu berlangsung kurang lebih satu jam. Bahkan salah seorang dari mereka sempat memegang bahu teman saya,” ujar Imam kepada wartawan.

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu anggota rombongan diduga menyampaikan ancaman akan kembali datang dan melakukan penutupan paksa apabila permintaan mereka tidak dipenuhi.

BACA JUGA :  Berkas Tersangka Oknum Lora Kasus TPKS di Pamekasan Dilimpahkan, Polisi Tak Lakukan Penahanan

Sebagai mahasiswa yang juga menjaga toko tersebut, Imam berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik-baik tanpa adanya intimidasi maupun tindakan yang mengarah pada premanisme.

“Kami berharap tidak ada lagi tindakan seperti ini, apalagi terjadi sesama orang Madura. Kami bersama tim akan menempuh langkah lanjutan untuk menyelesaikan persoalan ini sesuai jalur yang berlaku,” katanya.

Berita Terkait

Gugatan Sengketa Banner Agunan Rp250 Juta di PN Pamekasan Berujung Buntu, Turut Tergugat Ajukan Rekonvensi
Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu
DPP PESAN Resmi Dikukuhkan di Sampang, Siap Perluas Kepengurusan di Jawa Timur
Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Founder BIP Buka Suara
Punya Suara Emas, Ini Profil Ari Sampang DA8
Kasus Mobil Dinas Bapperida Pamekasan, Polres Segera Limpahkan ke Inspektorat Daerah
Ini Alasan Mendasar Ribuan Relawan SPPG di Pamekasan Minta Program MBG Tak Disetop
Pendemo Minta Bupati Pamekasan Perhatikan Janda Pengangguran, Relawan : MBG Harus Tetap Lanjut

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Viral Video Diduga Aksi Premanisme di Toko Madura Santoso Yogyakarta

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:19 WIB

Gugatan Sengketa Banner Agunan Rp250 Juta di PN Pamekasan Berujung Buntu, Turut Tergugat Ajukan Rekonvensi

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:25 WIB

Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu

Senin, 20 Juli 2026 - 22:03 WIB

DPP PESAN Resmi Dikukuhkan di Sampang, Siap Perluas Kepengurusan di Jawa Timur

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:25 WIB

Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Founder BIP Buka Suara

Berita Terbaru