Dana Program Bansos dan PKH di Sampang Diduga Digelapkan, Aktivis Datangi Kantor Dinsos

- Wartawan

Rabu, 1 Oktober 2025 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis saat audiensi di kantor Dinsos Sampang.

Aktivis saat audiensi di kantor Dinsos Sampang.

SAMPANG, MADURA HARI INI | Dugaan penggelapan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial (Bansos) mencuat di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang.

Aktivis bersama sejumlah warga setempat mendatangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, Rabu (1/10/2025), untuk meminta kejelasan terkait kasus tersebut.

Koordinator aktivis, Samsul Arifin, menegaskan bahwa dari hasil audiensi memang ada sebagian dana yang telah dikembalikan. Namun, hingga kini masyarakat penerima manfaat belum menerima sepenuhnya hak mereka.

“Pengembalian uang tidak serta-merta menghapus tindak pidana. Dalam undang-undang, pelaku tetap bisa dikenakan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp500 juta,” tegas Samsul.

Ia juga menyinggung adanya perbedaan keterangan. Pendamping PKH Kecamatan Sreseh mengaku kartu penerima hanya dititipkan, bukan ditahan.

BACA JUGA :  Di Tangan Bupati Kholilurrahman, Pamekasan Banjir Jabatan Plt, Masyarakat Mulai Ragu

Namun, para korban bersikeras bahwa kartu bantuan mereka memang dikuasai sehingga tidak bisa mencairkan dana secara langsung.

Lebih jauh, Samsul memastikan pihaknya bersama warga akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Proses hukum harus tetap berjalan. Minggu depan kami akan melaporkan kasus ini ke kepolisian. Ini jelas merugikan masyarakat penerima manfaat,” pungkasnya.

 

BACA JUGA :  Ramadan Penuh Kepedulian, JMP Hadir untuk Tukang Becak dan Ojol di Pamekasan

Dari informasi yang berkembang, kartu PKH dan Bansos warga diduga dicairkan secara diam-diam oleh oknum agen Brilink berinisial R, yang tak lain merupakan saudara mantan Kepala Desa Marparan, Romli. Pencairan tersebut diduga dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik kartu.

Hingga kini, sejumlah penerima manfaat masih mengaku belum mendapatkan penuh dana bantuan yang semestinya mereka terima.

Penulis : Al

Berita Terkait

Berawal dari Anaknya Diduga Disantet Tetangganya, Lansia di Sampang Lakukan Pembunuhan
Diundang Pernikahan di Pamekasan, Ini 11 Rekomendasi MUI untuk Semua Artis Adella saat Manggung
Sumenep Madura Bersholawat, PT Arinna Makmur Sentosa Datangkan Tokoh Nasional di Perayaan Maulid
GEMPAR Desak Inspektorat Audit Keuangan Desa Pasanggar, Soroti Hasil Sewa Dapur MBG
Kejari Geledah Kantor Dinas PUPR Pamekasan, Akankah Ada Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan?
Di Tangan Bupati Kholilurrahman, Pamekasan Banjir Jabatan Plt, Masyarakat Mulai Ragu
Banyak SPPG di Pamekasan Belum Daftarkan Karyawannya JKN dan Jamsostek
Mahasiswa Pamekasan Nobar Film Pesta Babi di Tengah Gelombang Pembubaran

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Berawal dari Anaknya Diduga Disantet Tetangganya, Lansia di Sampang Lakukan Pembunuhan

Senin, 28 September 2026 - 23:47 WIB

Diundang Pernikahan di Pamekasan, Ini 11 Rekomendasi MUI untuk Semua Artis Adella saat Manggung

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Sumenep Madura Bersholawat, PT Arinna Makmur Sentosa Datangkan Tokoh Nasional di Perayaan Maulid

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:28 WIB

GEMPAR Desak Inspektorat Audit Keuangan Desa Pasanggar, Soroti Hasil Sewa Dapur MBG

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Kejari Geledah Kantor Dinas PUPR Pamekasan, Akankah Ada Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan?

Berita Terbaru