DPP Pesan Gelar Aksi di PN Sampang, Desak Hukuman Maksimal Pelaku Penganiayaan Guru Tugas

- Wartawan

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPP Pesan Gelar Aksi di PN Sampang, Desak Hukuman Maksimal Pelaku Penganiayaan Guru Tugas

DPP Pesan Gelar Aksi di PN Sampang, Desak Hukuman Maksimal Pelaku Penganiayaan Guru Tugas

MADURA HARI INI | SAMPANG — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Antar Alumni Pondok Pesantren dan Simpatisan (Pesan) se-Madura menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri Sampang, Kamis (21/5/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap perlindungan guru, khususnya guru tugas di lingkungan pondok pesantren.

Aksi yang dipimpin langsung Ketua Umum DPP, H. Ach Sabra’i itu berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa aksi membawa sejumlah poster dan menyampaikan orasi terkait pentingnya perlindungan hukum terhadap tenaga pendidik di pesantren.

Dalam pernyataan sikapnya, massa mengecam keras segala bentuk kekerasan, intimidasi, hingga penganiayaan terhadap guru maupun ustaz di lingkungan pendidikan. Mereka menilai tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai moral, etika, serta ajaran Islam yang menjunjung tinggi akhlakul karimah.

BACA JUGA :  Gandeng Dinkes Pamekasan, SPPG Biequeen Nyalabu Daya Siap Sajikan MBG Sehat dan Higienis

Aksi damai itu berkaitan dengan kasus dugaan penganiayaan dan percobaan pembunuhan terhadap Abdur Rozak, seorang guru tugas Pondok Pesantren Al Haromain.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada 5 Februari 2026 saat korban menjalankan tugas di Yayasan Miftahul Atfal, Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.

Dalam tuntutannya, DPP Persatuan Antar Alumni Pondok Pesantren dan Simpatisan se-Madura mendesak Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampang menjatuhkan hukuman maksimal kepada para terdakwa.

Mereka juga meminta majelis hakim mempertimbangkan penerapan ultra petita berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap selama persidangan guna memberikan efek jera sekaligus perlindungan hukum bagi tenaga pendidik.

BACA JUGA :  SPMP Akan Kepung Bea Cukai! Dugaan Permainan Pita Cukai di PR Jalluh yang Meledak ke Publik!

“Kami menghormati independensi hakim, namun kami berharap putusan yang diambil benar-benar mencerminkan rasa keadilan masyarakat dan memberikan perlindungan kepada para guru tugas di lingkungan pesantren,” tegas H. Ach Sabra’i dalam orasinya.

Massa aksi juga menegaskan bahwa guru merupakan pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, segala bentuk kekerasan terhadap tenaga pendidik dinilai harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Dalam kesempatan tersebut, massa turut menyampaikan surat pernyataan yang memuat komitmen Ketua dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampang untuk menjaga integritas, profesionalitas, serta menjunjung tinggi kode etik kehakiman dalam menangani perkara tersebut.

BACA JUGA :  Berawal dari Anaknya Diduga Disantet Tetangganya, Lansia di Sampang Lakukan Pembunuhan

Selain itu, majelis hakim disebut siap mempertimbangkan nilai adat istiadat dan kearifan lokal demi terciptanya keadilan substantif yang dapat diterima masyarakat.

Sebagai bentuk tekanan moral, massa aksi memberikan ultimatum apabila dalam waktu 1×24 jam tuntutan mereka tidak mendapat respons maupun progres penanganan yang jelas, maka para alumni dan santri se-Madura akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Meski berlangsung di tengah pengawalan ketat aparat keamanan, aksi unjuk rasa tersebut berjalan aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.

Berita Terkait

Berawal dari Anaknya Diduga Disantet Tetangganya, Lansia di Sampang Lakukan Pembunuhan
Diundang Pernikahan di Pamekasan, Ini 11 Rekomendasi MUI untuk Semua Artis Adella saat Manggung
Sumenep Madura Bersholawat, PT Arinna Makmur Sentosa Datangkan Tokoh Nasional di Perayaan Maulid
GEMPAR Desak Inspektorat Audit Keuangan Desa Pasanggar, Soroti Hasil Sewa Dapur MBG
Kejari Geledah Kantor Dinas PUPR Pamekasan, Akankah Ada Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan?
Di Tangan Bupati Kholilurrahman, Pamekasan Banjir Jabatan Plt, Masyarakat Mulai Ragu
Banyak SPPG di Pamekasan Belum Daftarkan Karyawannya JKN dan Jamsostek
Mahasiswa Pamekasan Nobar Film Pesta Babi di Tengah Gelombang Pembubaran

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Berawal dari Anaknya Diduga Disantet Tetangganya, Lansia di Sampang Lakukan Pembunuhan

Senin, 28 September 2026 - 23:47 WIB

Diundang Pernikahan di Pamekasan, Ini 11 Rekomendasi MUI untuk Semua Artis Adella saat Manggung

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Sumenep Madura Bersholawat, PT Arinna Makmur Sentosa Datangkan Tokoh Nasional di Perayaan Maulid

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:28 WIB

GEMPAR Desak Inspektorat Audit Keuangan Desa Pasanggar, Soroti Hasil Sewa Dapur MBG

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Kejari Geledah Kantor Dinas PUPR Pamekasan, Akankah Ada Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan?

Berita Terbaru