Dinas Pertanian Pamekasan Jarang Turun ke Masyarakat, Tani Merdeka Soroti Kios Nakal

- Wartawan

Selasa, 18 November 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Basri Tani Merdeka.

Basri Tani Merdeka.

PAMEKASAN, MADURA HARI INI | Aroma busuk dalam tata niaga pupuk bersubsidi di Kabupaten Pamekasan kembali mencuat.

Ketua DPD Tani Merdeka, Basri, datang langsung ke gedung DPRD dengan membawa data lapangan dan suara lantang yang menyoroti dugaan permainan harga oleh sejumlah kios nakal.

Dalam audiensi yang berlangsung panas pada Selasa (18/11/2025), Basri menyebut bahwa persoalan kelangkaan pupuk dan harga yang melambung tinggi bukan lagi sekadar isu tahunan, melainkan indikasi adanya permainan terstruktur yang dibiarkan berlarut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada kios yang menjual pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Ini bukan sekadar salah urus, ini sudah permainan. Petani dicekik oleh pihak-pihak yang menjadikan kelangkaan sebagai ladang bisnis gelap,” tegas Basri di hadapan para legislator.

BACA JUGA :  Musancab PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep

Menurutnya, petani di berbagai desa terpaksa membayar harga dua hingga tiga kali lipat dari ketentuan resmi. Pupuk bersubsidi yang seharusnya menjadi penopang produksi pertanian justru berubah menjadi komoditas spekulatif di tangan oknum pengendali kios.

“Petani kami bukan sapi perahan. Jangan jadikan kelangkaan sebagai alasan untuk menjarah hak mereka,” tambahnya.

Basri menduga praktik curang ini melibatkan rantai distribusi dari tingkat distributor hingga pengecer. Ia menilai kelangkaan pupuk yang terus berulang bukanlah kebetulan semata.

“Kalau semua pihak bekerja sesuai aturan, pupuk tidak akan setipis ini di lapangan. Ada yang menahan, ada yang memainkan harga. Jangan bodohi petani,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Tabri S. Munir, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi ke pabrik Pupuk Indonesia serta memanggil dinas terkait, distributor, dan para pemilik kios untuk mengklarifikasi pola distribusi yang dianggap rawan penyimpangan.

BACA JUGA :  Luar Biasa, Khofifah Salurkan Puluhan Macam Bantuan Sosial di Sampang

“Berdasarkan laporan dari masyarakat dan teman-teman DPD Tani Merdeka, sementara ini ada empat kios pupuk di Pamekasan yang diduga melakukan mark up harga di atas ketentuan,” ungkap Tabri.

Audiensi tersebut menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah untuk lebih serius mengawasi jalur distribusi pupuk. Di balik rak kios yang tampak biasa, tersimpan dugaan praktik kotor yang menekan ribuan petani yang sedang berjuang mempertahankan hasil panen mereka.

Berikut 6 temuan dilapangan Tani Merdeka di Pamekasan: 

1. harga pupuk tidak sama rata antar agen atau kios di Kec. pakong

 

2. Masih terdapat kios dan agen pupuk nakal menjual diatas HET

 

BACA JUGA :  Dikeluhkan Guru dan Wali Murid Soal Porsi MBG Tak Sesuai Anggaran, Ini Respon SPPG Kangenan

3. Pupuk yang sudah di jemput Poktan harga jauh tinggi diatas HET, harus ada standart harga atau regulasi yang mengatur pengganti transportasi penjemputan oleh poktan

 

4. Masih banyak masyarakat petani yang tidak terdaftar sebagai penerima pupuk subsidi padahal asli petani, menjadi permasalahan tidak bergabung pada kelompok tani, dan kebanyakan karena politik desa yang mana pengurus Gapoktan rata2 pendukung kades, yang tidak dukung tidak dimasukkan anggota Poktan.

 

5. Bagaimana cara mendaftarkan masyarakat yang tidak terdaftar mendapatkan pupuk subsidi yang tidak tergabung di poktan

 

6. Penyuluh pertanian dari dinas pertanian jarang atau bahkan tidak ada penyuluh datang kedesa untuk memberikan sosialisasi atau pembelajaran rutin dari penyuluh tentang cara bertani yang benar dan pemberian pupuknya

Penulis : Ali

Berita Terkait

Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu
Di Tangan Bupati Kholilurrahman, Pamekasan Banjir Jabatan Plt, Masyarakat Mulai Ragu
Aktivis BMM Desak Usut Dugaan Pungli Bimtek, Kadisdukcapil Pamekasan Sebut Uang Sudah Habis
Rawan Dikorupsi, Anggaran Pengadaan Hand Tractor DKPP Sumenep Tembus Rp1,9 Miliar 
Mantap! Program Pamekasan Bersih, Wabup Sukriyanto Pimpin Kerja Bakti
Laporkan, Pemkab Siap Rekomendasikan Penutupan SPPG Bermasalah di Sampang ke BGN
Pemkab Sampang Resmi Bentuk Binwas MBG
Forkot Desak KPK dan Kejagung Periksa Slamet Ariyadi DPR RI Dugaan Jual Beli Titik SPPG di Madura

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:25 WIB

Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:16 WIB

Di Tangan Bupati Kholilurrahman, Pamekasan Banjir Jabatan Plt, Masyarakat Mulai Ragu

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:18 WIB

Aktivis BMM Desak Usut Dugaan Pungli Bimtek, Kadisdukcapil Pamekasan Sebut Uang Sudah Habis

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:56 WIB

Rawan Dikorupsi, Anggaran Pengadaan Hand Tractor DKPP Sumenep Tembus Rp1,9 Miliar 

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:21 WIB

Mantap! Program Pamekasan Bersih, Wabup Sukriyanto Pimpin Kerja Bakti

Berita Terbaru

Fahrur Rozi - CO Div. Litbang Dewan Pengurus Pusat FKMSB Nasional.

Karya

Harga Sebuah Persatuan

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:18 WIB