Wali Murid Keluhkan MBG yang Disediakan Dapur SPPG Yayasan Ibnu Bachir Banyupelle Pamekasan

- Wartawan

Senin, 1 Desember 2025 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu MBG dari Dapur SPPG Yayasan Ibnu bachir Pamekasan.

Menu MBG dari Dapur SPPG Yayasan Ibnu bachir Pamekasan.

PAMEKASAN, MADURA HARI INI. Program pemberian makanan bergizi (MBG) yang disuplai dari Dapur Yayasan Ibnu Bachir, Desa Banyupelle, Kecamatan Kabupaten Pamekasan, menjadi sorotan.

Pasalnya sebuah video viral menampilkan menu MBG dinilai sangat minim dan tidak sesuai standar gizi yang disediakan oleh dapur tersebut.

Dalam video tersebut tampak sebuah kemasan plastik berisi roti roppang, sebotol Yakult, dan empat buah klengkeng.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu wali murid MI berinisial S, warga Dusun Butana, Banyupelle Pamekasan mengaku kaget saat melihat anaknya membawa pulang menu MBG yang dibagikan pada hari Jumat, (28/11/2025).

BACA JUGA :  Kabar Baik! 3 Ribu Warga di Sampang Akan Terima BLT DBHCHT

“Isinya sangat tidak layak menjadi menu gizi MBG, masak dibungkus plastik dan menunya seperti itu,” katanya, Senin (1/12/2025).

Ia mengatakan bahwa tampilan dan porsinya sangat jauh dari menu di sekolah lain yang lebih lengkap dan memenuhi unsur gizi.

“Sajian itu tidak mencerminkan makanan sehat yang dapat menunjang stamina dan konsentrasi anak saat belajar,” ucapnya.

BACA JUGA :  Pendamping PKH di Karduluk Sumenep Terancam Sanksi, Ini Kata Hanafi

Aktivis Desa Banyupelle, Ahmad Kusairi menilai penyedia layanan menu MBG terkesan asal-asalan dan tidak mengacu pada juknis yang mewajibkan adanya kecukupan gizi bagi siswa.

“Saya curiga di sana tidak memiliki ahli gizi sehingga tidak punya aturan yang jelas soal porsinya. Masak dibungkus kayak berkat tahlilan. Nanti dikira datang dari tahlilan orang mati. Ini tak bisa kita biarkan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Lapangan SPPG Ibnu Bachir Banyupelle, Moh. Slamet, mengatakan bahwa penyajian menggunakan plastik hanya berlaku untuk menu keringan.

BACA JUGA :  Dari Bangkalan hingga Sumenep, Hj. Ansari Soroti Maraknya Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

“Setiap Jumat dan Sabtu menu keringan. Jadi kalau keringan tidak pakai ompreng, memang pakai plastik,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa menu yang diberikan telah melalui proses perumusan dan konsultasi dengan ahli gizi serta pihak yayasan.

“Kandungan gizinya sudah kami rembuk dengan ahli gizi, termasuk pihak yayasan. Itu sudah sesuai,” tandasnya.

Penulis : Ali

Berita Terkait

Di Tangan Bupati Kholilurrahman, Pamekasan Banjir Jabatan Plt, Masyarakat Mulai Ragu
Aktivis BMM Desak Usut Dugaan Pungli Bimtek, Kadisdukcapil Pamekasan Sebut Uang Sudah Habis
Rawan Dikorupsi, Anggaran Pengadaan Hand Tractor DKPP Sumenep Tembus Rp1,9 Miliar 
Mantap! Program Pamekasan Bersih, Wabup Sukriyanto Pimpin Kerja Bakti
Laporkan, Pemkab Siap Rekomendasikan Penutupan SPPG Bermasalah di Sampang ke BGN
Pemkab Sampang Resmi Bentuk Binwas MBG
Forkot Desak KPK dan Kejagung Periksa Slamet Ariyadi DPR RI Dugaan Jual Beli Titik SPPG di Madura
Diterpa Isu Tak Sedap, Ternyata Master Gym Jadi Tempat Olahraga Profesional di Pamekasan

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:16 WIB

Di Tangan Bupati Kholilurrahman, Pamekasan Banjir Jabatan Plt, Masyarakat Mulai Ragu

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:18 WIB

Aktivis BMM Desak Usut Dugaan Pungli Bimtek, Kadisdukcapil Pamekasan Sebut Uang Sudah Habis

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:56 WIB

Rawan Dikorupsi, Anggaran Pengadaan Hand Tractor DKPP Sumenep Tembus Rp1,9 Miliar 

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:21 WIB

Mantap! Program Pamekasan Bersih, Wabup Sukriyanto Pimpin Kerja Bakti

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:53 WIB

Laporkan, Pemkab Siap Rekomendasikan Penutupan SPPG Bermasalah di Sampang ke BGN

Berita Terbaru

Ari Sampang DA8.

Berita

Punya Suara Emas, Ini Profil Ari Sampang DA8

Jumat, 10 Jul 2026 - 11:24 WIB