MADURA HARI INI | SUMENEP – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk pengadaan hand tractor pada tahun 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, pengadaan tersebut dibagi ke dalam dua paket kegiatan, yakni senilai Rp525 juta dan Rp1,452 miliar.
Butuh Pengawasan Ketat
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Besarnya nilai anggaran itu mendapat perhatian dari aktivis Madura, Sadad Ali. Ia meminta masyarakat dan pihak terkait turut mengawasi proses pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut agar berjalan secara transparan dan akuntabel.
“Ini harus ada pengawasan ketat. Pengadaan mesin pertanian merupakan sektor yang rawan terjadi penyimpangan atau korupsi,” ujar Sadad, Selasa (23/6/2026).
Rawan Disalahgunakan
Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam pendistribusian bantuan alsintan kepada penerima manfaat. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar bantuan tidak disalahgunakan dan benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok tani yang membutuhkan.
Di sisi lain, Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan bahwa proses pengadaan alsintan saat ini sedang berlangsung melalui mekanisme e-katalog.
“Saat ini proses pengadaannya sudah berjalan. Kami berharap dapat segera terealisasi sehingga bantuan bisa segera diserahkan kepada para pengusul,” katanya.
Pria yang akrab disapa Inung itu menambahkan, bantuan alsintan tersebut nantinya akan disalurkan kepada sejumlah kelompok tani (Poktan) di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep.
“Pengadaan alsintan ini bersumber dari pokok pikiran (Pokir) DPRD dan akan disalurkan kepada kelompok tani yang telah mengajukan usulan,” pungkasnya











