Rawan Dikorupsi, Anggaran Pengadaan Hand Tractor DKPP Sumenep Tembus Rp1,9 Miliar 

- Wartawan

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Petani saat menggunakan alsintan di lahan pertaniannya.

Ilustrasi. Petani saat menggunakan alsintan di lahan pertaniannya.

MADURA HARI INI | SUMENEP – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk pengadaan hand tractor pada tahun 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, pengadaan tersebut dibagi ke dalam dua paket kegiatan, yakni senilai Rp525 juta dan Rp1,452 miliar.

Butuh Pengawasan Ketat 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Besarnya nilai anggaran itu mendapat perhatian dari aktivis Madura, Sadad Ali. Ia meminta masyarakat dan pihak terkait turut mengawasi proses pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut agar berjalan secara transparan dan akuntabel.

BACA JUGA :  Perawat dan Anak Magang Disorot, Malapraktik Sunat di Pamekasan Makan Korban Anak 4 Tahun

“Ini harus ada pengawasan ketat. Pengadaan mesin pertanian merupakan sektor yang rawan terjadi penyimpangan atau korupsi,” ujar Sadad, Selasa (23/6/2026).

Rawan Disalahgunakan

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam pendistribusian bantuan alsintan kepada penerima manfaat. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar bantuan tidak disalahgunakan dan benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok tani yang membutuhkan.

BACA JUGA :  Waduh! Rekrutmen PPPK Paruh Waktu di Sampang Disorot, Plt Kadinkes Terancam Dilaporkan

Di sisi lain, Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan bahwa proses pengadaan alsintan saat ini sedang berlangsung melalui mekanisme e-katalog.

“Saat ini proses pengadaannya sudah berjalan. Kami berharap dapat segera terealisasi sehingga bantuan bisa segera diserahkan kepada para pengusul,” katanya.

BACA JUGA :  Bupati Sumenep Fauzi Resmi Kukuhkan Paskibraka, Titip Pesan Penting

Pria yang akrab disapa Inung itu menambahkan, bantuan alsintan tersebut nantinya akan disalurkan kepada sejumlah kelompok tani (Poktan) di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep.

“Pengadaan alsintan ini bersumber dari pokok pikiran (Pokir) DPRD dan akan disalurkan kepada kelompok tani yang telah mengajukan usulan,” pungkasnya

Berita Terkait

Dilantik Jadi Kepala Bapperida Pamekasan, Dodid Fokus Selaraskan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan Pusat
Dinilai Merendahkan Profesi, PWI se-Madura Tolak Keras Labeling ‘Londo Ireng’ terhadap Wartawan
Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu
Di Tangan Bupati Kholilurrahman, Pamekasan Banjir Jabatan Plt, Masyarakat Mulai Ragu
Aktivis BMM Desak Usut Dugaan Pungli Bimtek, Kadisdukcapil Pamekasan Sebut Uang Sudah Habis
Mantap! Program Pamekasan Bersih, Wabup Sukriyanto Pimpin Kerja Bakti
Laporkan, Pemkab Siap Rekomendasikan Penutupan SPPG Bermasalah di Sampang ke BGN
Pemkab Sampang Resmi Bentuk Binwas MBG

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:47 WIB

Dilantik Jadi Kepala Bapperida Pamekasan, Dodid Fokus Selaraskan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan Pusat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:15 WIB

Dinilai Merendahkan Profesi, PWI se-Madura Tolak Keras Labeling ‘Londo Ireng’ terhadap Wartawan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:25 WIB

Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:16 WIB

Di Tangan Bupati Kholilurrahman, Pamekasan Banjir Jabatan Plt, Masyarakat Mulai Ragu

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:18 WIB

Aktivis BMM Desak Usut Dugaan Pungli Bimtek, Kadisdukcapil Pamekasan Sebut Uang Sudah Habis

Berita Terbaru

Hukum Dan Kriminal

Bea Cukai Madura Memburu Topan, DPO Diterbitkan 19 Agustus 2026

Jumat, 21 Agu 2026 - 18:49 WIB