SAMPANG, Madura Hari Ini— Kisah memprihatinkan dialami Muslimah, seorang perempuan tunanetra asal Dusun Kebun, Desa Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Sabtu 25 April 2026.
Di tengah berbagai program bantuan sosial yang digencarkan pemerintah, baik Kabupaten maupun Provinsi, Muslimah justru belum pernah tersentuh bantuan.
Muslimah hidup sebatang kara setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Ia tidak pernah menikah dan kini menjalani hari-harinya tanpa pendamping tetap, dengan keterbatasan penglihatan serta kondisi ekonomi dan tempat tinggal yang memprihatinkan.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini sekaligus mengungkap lemahnya pendataan warga rentan di tingkat desa. Berdasarkan penelusuran awal, Muslimah diketahui belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), yang menjadi syarat utama untuk mengakses bantuan sosial.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Sampang, Moh. Anwari Abdullah, mengatakan pihaknya baru menerima informasi tersebut dan langsung berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).
“Sudah kami koordinasikan dengan Dispendukcapil, saat ini tinggal menunggu proses,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ketiadaan dokumen kependudukan menjadi kendala utama sehingga yang bersangkutan belum dapat diusulkan sebagai penerima bantuan.
“Kami sudah mendapatkan datanya. Ternyata yang bersangkutan belum memiliki KTP,” jelasnya.
Anwari juga menyoroti pentingnya peran pemerintah desa dalam mengidentifikasi dan mengusulkan warga yang membutuhkan bantuan.
“Seharusnya usulan berasal dari desa karena mereka yang paling mengetahui kondisi riil masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, keterlambatan penanganan terjadi karena informasi mengenai kondisi Muslimah baru diterima belakangan.
“Begitu kami menerima laporan, langsung kami tindak lanjuti,” tambahnya.
Saat ini, Dinsos PPPA bersama Dispendukcapil tengah memproses administrasi kependudukan Muslimah agar dapat segera diusulkan sebagai penerima bantuan sosial.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Baturasang, Sugianto, belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem pendataan dan peran aktif pemerintah desa agar program bantuan sosial dapat tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan.











