Disorot Dugaan Jual Beli Titik SPPG di Madura, Harta Slamet Ariyadi Turun Drastis Rp 10 Miliar Jadi Rp 6,1 Miliar

- Wartawan

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Harta Slamet Ariyadi DPR RI.

Ilustrasi Harta Slamet Ariyadi DPR RI.

MADURA HARI INI | Nama Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Slamet Ariyadi, belakangan ramai diperbincangkan setelah muncul rumor yang mengaitkannya dengan dugaan jual beli titik lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Madura.

Di tengah mencuatnya isu tersebut, laporan harta kekayaan Slamet Ariyadi turut menjadi perhatian publik. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan politisi asal Madura itu mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2022, Slamet Ariyadi melaporkan total kekayaan sebesar Rp10.085.812.156. Angka itu turun menjadi Rp9.993.080.000 pada tahun 2023.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp6.448.257.758 dan kembali menurun menjadi Rp6.167.444.679 pada laporan tahun 2025.

Selain itu, dalam laporan terbaru tersebut, Slamet Ariyadi tercatat memiliki utang sebesar Rp1.962.690.362.

Jika dibandingkan dengan laporan tahun 2022, total kekayaan Slamet Ariyadi pada tahun 2025 berkurang sekitar Rp3,92 miliar.

Sementara itu, rumor yang beredar menyebut Slamet Ariyadi diduga memiliki sejumlah dapur MBG di wilayah Madura dan dikaitkan dengan dugaan praktik jual beli titik lokasi dapur SPPG.

BACA JUGA :  BK Dewan Akan Panggil Oknum Komisi II DPRD Pamekasan, Buntut Dugaan Pesta Miras hingga Boking Wanita

Namun hingga kini, informasi tersebut masih berupa dugaan yang berkembang di ruang publik dan belum terbukti melalui proses hukum.

Belum ada keterangan resmi dari Slamet Ariyadi terkait rumor tersebut. Demikian pula, hingga saat ini belum terdapat informasi resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan adanya keterlibatan Slamet Ariyadi dalam dugaan praktik jual beli titik dapur SPPG.

Data Harta Kekayaan Slamet Ariyadi

2022: Rp10.085.812.156, 2023: Rp9.993.080.000, 2024: Rp6.448.257.758, 2025: Rp6.167.444.679. Utang 2025: Rp1.962.690.362.

Aktivis Desak KPK dan Kejaksaan Agung Periksa Slamet Ariyadi 

Sebelumnya, Ketua Forum Kota (Forkot) Samsul Arifin atau yang akrab disapa Gerad turut mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) usut dugaan jual beli titik koordinat dapur SPPG dalam program MBG di Madura.

Desakan dari Forkot tersebut menguat setelah viral diberitakan di sejumlah Media bahwa Slamet Ariyadi Anggota DPR RI dapil Madura diduga terlibat dalam dugaan penjualan tersebut.

BACA JUGA :  Dinas Pertanian Sumenep Targetkan Produksi 6,5 Ton per Hektar dari Gerakan Tanam Padi

“Kami berharap KPK dan Kejagung segera turun tangan untuk memeriksa Slamet Ariyadi DPR RI dapil Madura terkait kasus dugaan jual beli titik SPPG,” tagas Gerad di Madura, Selasa (9/6/2026).

Viral di Media Sosial Tiktok Desakan ke KPK dan Kejaksaan Agung

Diketahui, nama anggota DPR RI Fraksi PAN Dapil Madura itu menjadi sorotan di media sosial setelah beredar video dari akun TikTok @gerakanrakyat yang berisi desakan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut dugaan jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dalam video yang beredar, tampak seseorang menyampaikan orasi layaknya aksi demonstrasi sambil membawa tuntutan kepada aparat penegak hukum. Video tersebut kemudian ramai dibagikan dan menuai beragam tanggapan dari warganet.

“KPK dan Kejagung tangkap Slamet Arriyadi Fraksi PAN Dapil Madura yang terlibat jual beli titik dapur SPPG supaya tidak merugikan negara,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam video yang diunggah akun @gerakanrakyat.

BACA JUGA :  Gadis Cantik 15 Tahun Asal Proppo Pamekasan Dilaporkan Hilang

Unggahan tersebut sontak menarik perhatian publik karena secara langsung menyebut nama Slamet Ariyadi. Namun hingga kini, pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut belum dibuktikan melalui putusan pengadilan maupun pernyataan resmi dari aparat penegak hukum.

Desakan tersebut muncul di tengah mencuatnya isu dugaan praktik jual-beli titik SPPG yang disebut terjadi di sejumlah daerah, termasuk Madura.

Berdasarkan informasi yang beredar, satu titik SPPG diduga memiliki nilai transaksi antara Rp200 juta hingga Rp300 juta.

Belum ada Klarifikasi Resmi dari Slamet Ariyadi

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Slamet Ariyadi terkait video yang beredar di media sosial tersebut.

Sementara itu, KPK dan Kejaksaan Agung juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai desakan yang disampaikan akun @gerakanrakyat.

Publik pun menanti langkah aparat penegak hukum untuk menelusuri berbagai informasi yang berkembang terkait dugaan jual-beli titik SPPG secara transparan dan berdasarkan alat bukti yang sah.

Berita Terkait

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja
Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka
Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar
Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa
Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta
DPRD Pamekasan Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2027
Djavaloka Bistro Padukan Daging Asap, Minuman Khas, dan Pengalaman Meracik Tembakau
Dilaporkan atas Dugaan Tuduhan LGBT dan Pemalsuan, Kuasa Hukum 3 Purna Paskibraka Pamekasan Buka Suara

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta

Berita Terbaru