MADURA HARI INI | PAMEKASAN – Manajemen Master Gym Pamekasan memberikan penjelasan terkait sorotan publik mengenai aktivitas olahraga yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dalam satu area latihan.
Pihak pengelola menegaskan bahwa sejak pertama kali beroperasi, tempat kebugaran tersebut telah menyediakan jam khusus bagi member wanita.
Owner Master Gym, Edi Han, mengatakan bahwa kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk penghormatan terhadap kebutuhan dan kenyamanan perempuan yang ingin berolahraga di pusat kebugaran.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pada jam khusus tersebut area latihan hanya dapat digunakan oleh wanita. Selain itu, Master Gym juga menyediakan pelatih wanita agar member perempuan dapat berlatih dengan lebih nyaman.
“Sebagai bentuk penghormatan terhadap kebutuhan dan kenyamanan seluruh anggota, Master Gym menyediakan jam khusus wanita, di mana area latihan hanya dapat digunakan oleh wanita dan kelas ini sudah ada sejak awal Master Gym berdiri 20 tahun lalu,” ujar Edi Han pada, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Master Gym telah berdiri lebih dari dua dekade dan selama itu berkomitmen menjadi sarana olahraga dan kebugaran yang sehat, aman, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pamekasan.
Edi Han menyebut komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui layanan kebugaran, tetapi juga lewat kontribusi dalam pembinaan atlet yang berhasil meraih prestasi di tingkat Jawa Timur hingga nasional.
“Master Gym bangga telah membina dan mencetak atlet-atlet berprestasi serta membantu masyarakat Pamekasan meningkatkan kesehatan dan kebugarannya,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Master Gym selama ini juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk KONI, Madura United, sekolah-sekolah, hingga berbagai klub olahraga di Kabupaten Pamekasan.
Kerja sama tersebut, lanjut dia, dilakukan untuk mendukung lahirnya atlet-atlet berkualitas yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Pamekasan di berbagai ajang olahraga.
Selain menyediakan jam khusus wanita, pihak manajemen juga mengaku berupaya menyesuaikan operasional dengan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.
Salah satunya dengan melakukan penyesuaian jam layanan selama bulan Ramadan guna menghormati karyawan dan member yang melaksanakan salat tarawih.
Terkait adanya sorotan mengenai aktivitas pria dan wanita yang berada dalam satu area latihan, Edi Han menjelaskan bahwa dalam beberapa kondisi hal tersebut merupakan bagian dari proses pendampingan latihan yang dilakukan secara profesional.
“Kalaupun yang berdua itu, bisa saja pelatih dan member yang sedang menjalani pendampingan profesional saat latihan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Master Gym merupakan tempat olahraga yang bertujuan membantu masyarakat menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup tanpa mengabaikan norma sosial maupun nilai-nilai keagamaan yang berlaku.
“Pada dasarnya, Master Gym adalah tempat berolahraga untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup tanpa mencederai norma sosial dan agama. Kami meyakini bahwa menjaga kesehatan tubuh merupakan bagian dari iman,” pungkasnya. (*)











