Di Tangan Bupati Kholilurrahman, Pamekasan Banjir Jabatan Plt, Masyarakat Mulai Ragu

- Wartawan

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pamekasan Kholilurrahman saat didemo warga.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman saat didemo warga.

MADURA HARI INI | PAMEKASAN – Banyak mahasiswa dan masyarakat Pamekasan mulai menyatakan ragu terhadap kepemimpinan Bupati Kholilurrahman dan Sukriyanto.

Kali ini, sejumlah masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Pantura (Formatur) kembali menggelar aksi jilid II di halaman kantor Pemkab Pamekasan, Rabu (08/07/2026).

Aksi Jilid II tersebut sebagai bentuk keseriusan Formatur dalam mengkawal Reformasi Birokrasi dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menyampaikan aspirasi sebab selama setahun lebih kepemimpinan Bupati Kholilurrahman dan Wakil Bupati Sukriyanto banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dipimpin oleh Plt.

BACA JUGA :  Rawan Dikorupsi, Anggaran Pengadaan Hand Tractor DKPP Sumenep Tembus Rp1,9 Miliar 

Hendra sebagai Korlap Aksi menyampaikan, Tata kelola kepemimpinan di Kabupaten Pamekasan dinilai gagal. Karena selama menjabat kurang lebih 1 setengah tahun Bupati Kholilurrahman penataan kelembagaan tampak berjalan ditempat.

“Hingga hari ini, beberapa instansi dibawah kepemimpinan Bupati Pamekasan di jabat oleh Plt diantaranya 9 OPD, Direktur RSUD, 12 Kepala Puskesmas dan 117 Kepala Sekolah,” ucapnya.

Menurutnya, lambatnya rotasi dan pengisian jabatan struktural tersebut memicu polemik serta kecurigaan publik dalam kepemimpinannya.

“Penundaan yang berlarut-larut ini bukan lagi sekedar masalah administrasi biasa, melainkan diduga kuat sebagai bentuk upaya sabotase terselubung terhadap jalannya pemerintahan dari dalam sektor tata kelola itu sendiri,”

BACA JUGA :  Kabar Baik! 3 Ribu Warga di Sampang Akan Terima BLT DBHCHT

Ia menambahkan, dirinya bisa berandai-andai dan menggunakan logika bahwa ketika rotasi mutasi jabatan dilakukan secara berkala, tidak dilakukan secara serentak, maka muncul kecurigaan itu.

“Kami juga bisa berandai-andai isu lambannya reformasi birokrasi ini adanya dugaan pungutan hingga jual beli jabatan yang melibatkan orang terdekatnya Bupati Pamekasan yang mempengaruhi ini semua,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan, Kh. Kholilurrahman menyampaikan bahwa Soal rotasi, Bupati memastikan pelantikan tetap akan dilakukan Juli ini, namun dengan skema parsial.

“Kalau kolektif sekian ratus kursi diisi semua nanti saling tunggu. Karena yang pensiun bersusulan. Satu dicopot, yang lain harus bergerak juga. Itu makan waktu. Makanya keputusannya pelantikan parsial, tidak kolektif,” dalihnya.

BACA JUGA :  Tak Berani Temui Pendemo di Tengah Pelaporan, Lingkar Melati Bersatu Desak Korwil BGN Pamekasan Dipecat!

Bupati memperkirakan jumlah pejabat yang dilantik sekitar 30-50 orang. Prosesnya akan berlangsung hingga pertengahan hingga akhir Agustus.

“Saya tidak pernah mengundang mereka. Sendirian pun saya berani. Tapi saya sampaikan terima kasih atas kepeduliannya,” pungkasnya.

KH. Kholilurrahman juga membantah terkait isu jual beli Jabatan.

“Tanpa mahar itu jelas. Makanya ketika ada orang narik mahar, jangan laporkan ke saya, langsung ke KPK saja,” tegasnya.

Berita Terkait

Sumenep Madura Bersholawat, PT Arinna Makmur Sentosa Datangkan Tokoh Nasional di Perayaan Maulid
GEMPAR Desak Inspektorat Audit Keuangan Desa Pasanggar, Soroti Hasil Sewa Dapur MBG
Kejari Geledah Kantor Dinas PUPR Pamekasan, Akankah Ada Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan?
Dilantik Jadi Kepala Bapperida Pamekasan, Dodid Fokus Selaraskan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan Pusat
Dinilai Merendahkan Profesi, PWI se-Madura Tolak Keras Labeling ‘Londo Ireng’ terhadap Wartawan
Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu
Aktivis BMM Desak Usut Dugaan Pungli Bimtek, Kadisdukcapil Pamekasan Sebut Uang Sudah Habis
Rawan Dikorupsi, Anggaran Pengadaan Hand Tractor DKPP Sumenep Tembus Rp1,9 Miliar 

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Sumenep Madura Bersholawat, PT Arinna Makmur Sentosa Datangkan Tokoh Nasional di Perayaan Maulid

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Kejari Geledah Kantor Dinas PUPR Pamekasan, Akankah Ada Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan?

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:47 WIB

Dilantik Jadi Kepala Bapperida Pamekasan, Dodid Fokus Selaraskan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan Pusat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:15 WIB

Dinilai Merendahkan Profesi, PWI se-Madura Tolak Keras Labeling ‘Londo Ireng’ terhadap Wartawan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:25 WIB

Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu

Berita Terbaru

Kopi Mas Sejati

Berita

Rokok Kopi Mas Sejati, Pilihan Masyarakat Madura

Selasa, 1 Sep 2026 - 20:48 WIB