MADURA HARI INI | PAMEKASAN – Aksi demonstrasi penolakan gerai Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, menjadi sorotan setelah diketahui turut diikuti Kepala Desa (Kades) Karanganyar, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Ahmad Sabra’i.
Kehadiran kepala desa dari luar wilayah Pamekasan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Pasalnya, aksi penolakan yang berujung pada dugaan perusakan gerai Indomaret itu berlangsung di wilayah Kabupaten Pamekasan, bukan di daerah yang dipimpinnya.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ahmad Sabra’i sebelumnya cukup aktif menyuarakan penolakan terhadap keberadaan gerai Indomaret tersebut.
Namanya pun menjadi perhatian setelah aksi yang berujung perusakan pada Rabu, 7 Oktober 2026.
“Yang menjadi pertanyaan, mengapa kepala desa dari Kabupaten Sampang ikut dalam aksi penolakan di Pamekasan, bahkan berada di barisan terdepan?” kata Matrawi warga Pamekasan.
Meski demikian, keterlibatan seseorang dalam aksi demonstrasi tidak serta-merta membuktikan keterlibatan dalam tindakan perusakan. Hal tersebut menjadi bagian dari proses yang perlu didalami oleh aparat penegak hukum.
Saat ini, kasus dugaan perusakan gerai Indomaret tersebut tengah ditangani Polres Pamekasan. Sejumlah pihak, baik terduga pelaku maupun saksi, disebut sedang menjalani proses pemanggilan untuk dimintai keterangan.
Masyarakat pun berharap kepolisian segera mengungkap secara terang peristiwa tersebut dan mengambil langkah hukum berdasarkan hasil penyelidikan serta alat bukti yang ditemukan.
Sementara itu, setelah aksi tersebut, Ahmad Sabra’i menyampaikan penjelasan melalui sebuah video yang diunggah di akun media sosial pribadinya.
Dalam video tersebut, Sabra’i mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam aksi penolakan Indomaret di Pamekasan dilandasi kecintaannya terhadap ulama.
Ia juga menegaskan bahwa, menurut dirinya, tidak ada perintah dari ulama untuk melakukan perusakan.
“Tidak ada perintah dari ulama untuk Perusakan,” ujarnya.
Sabra’i menjelaskan, kehadirannya dalam aksi itu juga karena khawatir terjadi perusakan terhadap gerai Indomaret lainnya. Kekhawatiran tersebut, menurut dia, muncul setelah beredar isu bahwa massa akan bergerak menuju gerai lain.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari penjelasan Sabra’i mengenai kehadirannya dalam aksi penolakan yang kini turut menjadi perhatian publik.
Hingga kini, penanganan kasus dugaan perusakan gerai Indomaret tersebut masih berada di tangan Polres Pamekasan.











