Polisikan Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Pamekasan, Banyak Pejabat Disebut Bayar ke Orang Dekat Bupati

- Wartawan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis saat mengadukan ke Polres Pamekasan.

Aktivis saat mengadukan ke Polres Pamekasan.

PAMEKASAN, MADURA HARI INI- Kasus dugaan jual beli jabatan ratusan juta di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, kini masuk meja Polres Pamekasan.

Sejumlah nama-nama disetor aktivis Barisan Pemuda Revolusi (BAPER) Pamekasan ke penyidik Polres Pamekasan.

Kasus itu resmi diadukan pada, Jumat (30/10/2026) siang.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah nama-nama tersebut diduga terlibat dugaan jual beli jabatan senilai Rp150 juta di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Ketua BAPER, Umar Varuq menyampaikan, dumas tersebut sebagai tindak lanjut pengawalan atas dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pamekasan.

BACA JUGA :  Mahasiswa Asal Pulau Gili Raja Sumenep Raih Prestasi Internasional di ICSM Batch 5

“Kami kesini untuk Dumas dugaan jual beli jabatan yang dilakukan oleh RJ dan A. Mereka menarik uang dan menjanjikan masuk ke instansi,” ujar Umar kepada wartawan.

Kata Umar, saat ini berkisar 20 korban telah membayar kepada dua orang yang mengaku dekat dengan Bupati Pamekasan tersebut.

“Mereka berdua berinisial RJ dan A. Harganya Rp150 juta. Mereka ngaku dekat dengan bupati,” jelasnya.

BACA JUGA :  Terungkap Hasil Tes Urine, 2 Pria di Sampang Diringkus Kasus Narkoba

Umar mengatakan RJ dan A diduga merupakan kerabat Bupati Pamekasan.

Secara jabatan, kata Umar, RJ diketahui merupakan staf salah satu Puskesmas di Pamekasan. Sedangkan A tidak memiliki jabatan apapun.

“RJ dan A sama-sama kerabat bupati,” terangnya.

Umar menambahkan, sejumlah nama yang disetor ke aparat, mereka terdiri dari Kepala Puskesmas (Kapus), D3 Keperawatan, Asisten Apoteker, Pengelola Layanan Operasional, Pranata Komputer atau Programer, dan Binatu.

BACA JUGA :  Bertahun-tahun Dishub Tak Berhasil Tertibkan Parkir Mobil Sembarangan Depan Bea Cukai Madura dan Bank Jatim

“Kapus berinisial B. D3 Keperawatan berinisial DW, M, A.S, M.M, N.F, A.N.S, A dan A.P.A. Asisten Apoteker berinisial F.R dan A.P.A. Pengelola Layanan Operasional berinisial I.H. Pranata Komputer atau Programer berinisial A.R dan ZV. Serta Binatu Y.A.Y dan A,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama menyampaikan, bakal mengecek Dumas tersebut.

“Coba saya konfirmasi dulu mas,” ujarnya, singkat.(Ali)

Berita Terkait

BAPER Demo Bupati Pamekasan, Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Ratusan Juta
Polisi Ringkus Warga Desa Polagan Pamekasan Kasus Narkoba, Terancam Hukuman Berat
Refleksi 2 Tahun Asta Cita, Garda UMKM Malang Raya Dorong Penguatan Ekonomi Daerah
Soal Anggaran Tisu Belasan Juta, Disporapar Pamekasan Sebut Itu Hanya Usulan Awal
Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja
Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka
Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar
Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Polisikan Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Pamekasan, Banyak Pejabat Disebut Bayar ke Orang Dekat Bupati

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:18 WIB

BAPER Demo Bupati Pamekasan, Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Ratusan Juta

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Polisi Ringkus Warga Desa Polagan Pamekasan Kasus Narkoba, Terancam Hukuman Berat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Refleksi 2 Tahun Asta Cita, Garda UMKM Malang Raya Dorong Penguatan Ekonomi Daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja

Berita Terbaru