Usai Viral, Ini Pernyataan Peguyuban Toko Kelontong Madura Yogyakarta

- Wartawan

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA| MADURA HARI INI – Video yang sempat viral di media sosial dengan narasi “Viral Diduga Aksi Premanisme di Toko Madura Santoso Yogyakarta” akhirnya diklarifikasi.

Setelah ada pertemuan, pihak pengirim video maupun Paguyuban Toko Kelontong Keluarga Madura Yogyakarta buka suara.

Dalam pernyataan klarifikasinya, pihak pengirim video mengakui bahwa narasi dalam video tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menyampaikan bahwa Toko Madura Santoso Yogyakarta hingga saat ini tetap beroperasi seperti biasa dan tetap melayani pelanggan tanpa adanya penghentian maupun pengurangan layanan.

BACA JUGA :  DPRD Pamekasan Diminta Jangan Lelet usai Siswa Keracunan Massal Akibat MBG

“Informasi dan narasi yang beredar dalam video tersebut tidak benar dan telah menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” demikian isi klarifikasi yang disampaikan.

Pengirim video kepada awak media juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Toko Madura Santoso Yogyakarta, keluarga besar Paguyuban Toko Kelontong Keluarga Madura Yogyakarta, serta masyarakat atas dampak yang ditimbulkan akibat penyebaran video tersebut.

Sementara itu, Paguyuban Toko Kelontong Keluarga Madura Yogyakarta turut mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyebut telah melakukan komunikasi dan klarifikasi dengan pihak-pihak terkait sehingga diperoleh fakta bahwa informasi yang berkembang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

BACA JUGA :  Berkas P21, Tersangka Lora Pamekasan Kasus TPKS Dilimpahkan ke Kejaksaan

Paguyuban memastikan aktivitas usaha Toko Madura yang menjadi objek pemberitaan tetap berjalan normal dan pelayanan kepada masyarakat berlangsung sebagaimana mestinya.

Selain itu, paguyuban mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi, khususnya yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta mengedepankan klarifikasi sebelum menarik kesimpulan.

BACA JUGA :  Spesialis Curanmor 26 TKP di Cilegon Akhirnya Dibekuk

“Kami juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi yang aman, kondusif, serta saling menghormati demi terciptanya hubungan yang harmonis antara pelaku usaha dan masyarakat,” demikian bunyi pernyataan resmi Paguyuban Toko Kelontong Keluarga Madura Yogyakarta.

Dengan adanya klarifikasi dari kedua belah pihak tersebut, diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak lagi terpengaruh oleh narasi yang tidak sesuai dengan fakta. Situasi di Toko Madura Santoso Yogyakarta dipastikan tetap kondusif dan aktivitas perdagangan berjalan normal seperti biasa.

Berita Terkait

Gugatan Sengketa Banner Agunan Rp250 Juta di PN Pamekasan Berujung Buntu, Turut Tergugat Ajukan Rekonvensi
Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu
DPP PESAN Resmi Dikukuhkan di Sampang, Siap Perluas Kepengurusan di Jawa Timur
Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Founder BIP Buka Suara
Punya Suara Emas, Ini Profil Ari Sampang DA8
Kasus Mobil Dinas Bapperida Pamekasan, Polres Segera Limpahkan ke Inspektorat Daerah
Ini Alasan Mendasar Ribuan Relawan SPPG di Pamekasan Minta Program MBG Tak Disetop
Pendemo Minta Bupati Pamekasan Perhatikan Janda Pengangguran, Relawan : MBG Harus Tetap Lanjut

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:47 WIB

Usai Viral, Ini Pernyataan Peguyuban Toko Kelontong Madura Yogyakarta

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:19 WIB

Gugatan Sengketa Banner Agunan Rp250 Juta di PN Pamekasan Berujung Buntu, Turut Tergugat Ajukan Rekonvensi

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:25 WIB

Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu

Senin, 20 Juli 2026 - 22:03 WIB

DPP PESAN Resmi Dikukuhkan di Sampang, Siap Perluas Kepengurusan di Jawa Timur

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:25 WIB

Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Founder BIP Buka Suara

Berita Terbaru