Propaganda Radikalisme di Era Digital, IMM Malang Raya Ingatkan Bahaya Media Sosial

- Wartawan

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang, Madura Hari ini – 20 Agustus 2025 – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya menyelenggarakan Webinar Moderasi Beragama bertema “Mengurai Akar Terorisme: Perspektif Sosial, Ekonomi dan Ideologi di Balik Aksi Kekerasan” pada Rabu (20/8). Kegiatan ini diikuti puluhan kader IMM se-Malang Raya dan Jawa Timur sebagai upaya penguatan moderasi beragama yang menjadi program strategis Kementerian Agama Republik Indonesia.

Webinar ini menjadi forum dialog strategis bagi kader IMM, akademisi, dan masyarakat untuk memahami akar persoalan terorisme dari berbagai sudut pandang. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Gonda Yumitro, M.A., Ph.D. (Pakar Terorisme dan Dosen UMM) serta Nafik Muthohirin, S.Pd.I., MA.Hum. (Dosen Fakultas Agama Islam UMM).

BACA JUGA :  Gawat! Dana Ketahanan Pangan 20% di Sejumlah Desa di Pamekasan Diduga Diselewengkan

Dalam pemaparannya, Prof. Gonda Yumitro menegaskan bahwa isu terorisme dan radikalisme tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipicu berbagai faktor, baik global, regional, nasional, maupun kultural.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Agama hanya menjadi alat justifikasi terorisme. Jika ditelisik lebih jauh, motif terorisme sangatlah beragam. Ada yang karena faktor kemiskinan, ketidakadilan, rasa tidak aman, gangguan psikologis, atau bahkan ajang eksistensi diri,” ujarnya.

Sementara itu, Nafik Muthohirin mengutip analisa Bassam Tibbi tentang dinamika politik global pasca runtuhnya Uni Soviet dan Turki Utsmani. Menurutnya, Barat menciptakan “musuh baru” yaitu komunitas Muslim.

“Sebagian umat Muslim merasa termarginalisasi, merasa tersubordinasi dalam berbagai bidang, sehingga ideologi yang mengedepankan kekerasan dianggap sebagai alternatif untuk mengembalikan kejayaan Islam seperti pada masa Turki Utsmani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nafik menyoroti peran media sosial dalam penyebaran ideologi ekstremisme. Berbagai konten intoleran seperti artikel, gambar, dan video kini menjadi alat propaganda sekaligus sarana rekrutmen anggota kelompok radikal.

“Hari ini ideologi ekstremisme bisa menyasar siapapun dan melalui sumber apapun. Baik melalui kajian dan halaqah di masjid, kampus atau kompleks perumahan. Ataupun melalui narasi keagamaan yang dipublikasikan di media sosial,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, IMM Malang Raya menegaskan komitmennya untuk memperkuat moderasi beragama dan mendorong upaya pencegahan radikalisme, khususnya di kalangan mahasiswa dan generasi muda.

BACA JUGA :  Tani Merdeka Pamekasan Turut Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Affan Kurniawan yang Dilindas Rantis Brimob

 

Berita Terkait

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja
Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka
Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar
Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa
Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta
DPRD Pamekasan Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2027
Djavaloka Bistro Padukan Daging Asap, Minuman Khas, dan Pengalaman Meracik Tembakau
Dilaporkan atas Dugaan Tuduhan LGBT dan Pemalsuan, Kuasa Hukum 3 Purna Paskibraka Pamekasan Buka Suara

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta

Berita Terbaru