Haduh! Makin Tak Karuan Jenis Rokok Ilegal di Pamekasan, Tokoh Ini Bikin Merek “Papi Mami”

- Wartawan

Rabu, 17 September 2025 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokok Papi Mami.

Rokok Papi Mami.

PAMEKASAN, MADURA HARI INI – Meski berulangkali Bea Cukai Madura, saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa pengusaha rokok “jangan tamak” dalam memproduksi, namun rupanya tetap saja rokok bodong jenis baru makin marak di Pamekasan.

Bahkan namanya, sudah makin nyentrik yakni rokok merek “Papi Mami” yang diduga kuat diproduksi secara masif di Desa Toronan, Kabupaten Pamekasan.

BACA JUGA :  Heboh! Petugas Kepergok Selundupkan Narkoba ke Dalam Lapas Kelas IIA Pamekasan

Rokok tanpa pita cukai jenis Papi Mami ini diketahui memiliki dua varian kemasan yakni ungu dan kuning.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah sumber menyebut adanya figur lokal berpengaruh yang diduga mengendalikan bisnis ilegal ini. Ia disebut-sebut dekat dengan lingkaran masyarakat pesantren dan memiliki jaringan luas.

Aktivis muda Pamekasan, Mahbub, menilai praktik semacam ini tidak bisa dibiarkan. Sebab, kalau benar ada keterlibatan tokoh lokal, ini bukan lagi sekadar pelanggaran cukai, tapi indikasi sistem perlindungan.

“Jadi, aparat harus berani menembus tembok pengaruh sosial, kalau tidak, Gempur Rokok Ilegal hanya jadi jargon kosong,” ucapnya, dengan nada menyinggung, Rabu (17/9/2025).

Menurutnya, ketidakseriusan penindakan akan berimbas pada tiga hal yakni kerugian negara dari sektor cukai, dampak kesehatan masyarakat akibat produk tanpa standar, serta hilangnya wibawa hukum di mata publik.

“Ironisnya, hingga kini Bea Cukai Madura belum memberikan klarifikasi resmi. Padahal setiap tahun anggaran besar digelontorkan untuk program sosialisasi Gempur Rokok Ilegal, namun kenyataannya merek-merek baru justru bermunculan,” tandasnya.

Penulis : Al

Berita Terkait

BMM Kritik Kepemimpinan Bupati Pamekasan Lewat Acara Seminar “Poligami Anggaran dan Etika”
Kebal Hukum? Lingkar Melati Bersatu Setorkan Data Diduga Pengendali Rokok Bodong di Pamekasan
Polres Sumenep Awasi Ketat Penjualan Mercon
Menkop Kukuhkan KITMAS Pamekasan Sebagai Koperasi Tembakau Pertama di Indonesia
Polres Pamekasan Pasang Penutup Terpal untuk Motor Hasil Patroli Hunting System
Kejari Sumenep Diminta Panggil Pokmas Setia Budi Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
PWI Pamekasan Semarakkan Puncak HPN 2026 dengan Talkshow Pentahelix
SPPG Garuda Jaya Abadi Pamekasan Luruskan Menu MBG yang Disorot Tak Sesuai Standar

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:27 WIB

BMM Kritik Kepemimpinan Bupati Pamekasan Lewat Acara Seminar “Poligami Anggaran dan Etika”

Senin, 23 Februari 2026 - 18:54 WIB

Kebal Hukum? Lingkar Melati Bersatu Setorkan Data Diduga Pengendali Rokok Bodong di Pamekasan

Minggu, 22 Februari 2026 - 02:12 WIB

Menkop Kukuhkan KITMAS Pamekasan Sebagai Koperasi Tembakau Pertama di Indonesia

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:40 WIB

Polres Pamekasan Pasang Penutup Terpal untuk Motor Hasil Patroli Hunting System

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:26 WIB

Kejari Sumenep Diminta Panggil Pokmas Setia Budi Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

Berita Terbaru

Wabendum Bidang Politik & Demokrasi Badko HMI Jawa Timur (Hasbullah).

Karya

Menjaga Amanat Konstitusi di Tengah Gejolak Global

Senin, 2 Mar 2026 - 19:16 WIB