Anggaran Kurban Pemkab Pamekasan Picu Perdebatan, Rp392 Juta Dinilai Berlebihan

- Wartawan

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sapi qurban.

Ilustrasi sapi qurban.

MADURA HARI INI | PAMEKASAN – Ditengah efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan gelontorkan Rp392 juta untuk membeli sapi dan kambing.

Anggaran ratusan juta tersebut diketahui bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Rinciannya, dari total Rp392 juta, Rp193 juta untuk membeli sembilan ekor sapi dengan kode RUP 67130971, dan Rp199 juta untuk membeli 60 ekor kambing dengan kode RUP 67135917.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Taufikurrachman menyampaikan, pembelian hewan tersebut untuk dibagikan kepada pihak penerima di Hari Raya Iduladha 1447.

“Iya dik untuk dibagikan ke beberapa penerima. Detailnya bisa tanyakan ke kabag Kesra,” katanya, Selasa (26/5/2026).

Atas belanja hewan kurban tersebut, aktivis ketua Demokrasi dan Aspirasi Jawa Timur (Dear Jatim), A. Faisol mengatakan, keputusan pemerintah membeli kambing untuk hewan kurban senilai Rp392 juta sangat disayangkan terutama di tengah kondisi daerah yang sedang mengalami defisit anggaran.

BACA JUGA :  Mengenal Risma Catring Makkah, Sosok Berjasa dalam Mendukung Valen Pamekasan

“Kebijakan seperti ini dinilai kurang mencerminkan prioritas penggunaan anggaran yang seharusnya lebih difokuskan pada kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak, seperti layanan publik, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemulihan ekonomi daerah,” katanya.

Kata A. Faisol, ‎selama ini kami menilai sejumlah kebijakan dan program pemerintah daerah kerap kurang tepat sasaran serta belum menunjukkan arah substansi yang jelas dalam penggunaan APBD.

BACA JUGA :  Pegadaian Syariah Pamekasan dan Kejaksaan Dinilai Mencla-mencle Tangani Kerugian Korban

“Seharusnya pemerintah lebih bijak menentukan prioritas belanja yang benar-benar berdampak langsung bagi kepentingan masyarakat. Transparansi, efektivitas, dan akuntabilitas penggunaan anggaran perlu menjadi perhatian utama agar kepercayaan publik tetap terjaga,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kabag Kesra Pamekasan, Hairul Hidayat belum memberikan tanggapan apapun meski sudah dilakukan konfirmasi.

Berita Terkait

Pengurus Jurnalis Independen Pamekasan Tunjuk Akhmad Syafi’i Sebagai Ketua 
Waduh! Website PPID Pemkab Pamekasan Jadi Portal Judi Online
Waduh! DPO Oknum Pengacara Dilaporkan Maybank Kasus Pemalsuan Logo Perusahaan ke Polres Pamekasan
Rokok Kopi Mas Sejati, Pilihan Masyarakat Madura
Sudah Hampir 2 Bulan Lamanya, Polres Pamekasan Belum Berhasil Tangkap Oknum Pengacara
BAPER Batal Demo Kapolres Pamekasan Kasus Narkoba, Ada Apa?
Direktur Utama Central 88 Gold and Jewellery Sediakan 3 Paket Umroh Buat Masyarakat
Viral Video Mobil Kopdes Digunakan Angkut Tembakau di Madura

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:51 WIB

Pengurus Jurnalis Independen Pamekasan Tunjuk Akhmad Syafi’i Sebagai Ketua 

Kamis, 3 September 2026 - 21:05 WIB

Waduh! Website PPID Pemkab Pamekasan Jadi Portal Judi Online

Kamis, 3 September 2026 - 13:03 WIB

Waduh! DPO Oknum Pengacara Dilaporkan Maybank Kasus Pemalsuan Logo Perusahaan ke Polres Pamekasan

Selasa, 1 September 2026 - 20:48 WIB

Rokok Kopi Mas Sejati, Pilihan Masyarakat Madura

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:55 WIB

Sudah Hampir 2 Bulan Lamanya, Polres Pamekasan Belum Berhasil Tangkap Oknum Pengacara

Berita Terbaru

Kopi Mas Sejati

Berita

Rokok Kopi Mas Sejati, Pilihan Masyarakat Madura

Selasa, 1 Sep 2026 - 20:48 WIB