Gawat! Dana Ketahanan Pangan 20% di Sejumlah Desa di Pamekasan Diduga Diselewengkan

- Wartawan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

PAMEKASAN, Madura Hari Ini. Program ketahanan pangan di sejumlah Desa di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tahun anggaran 2025 diduga tidak menunjukkan progres yang jelas.

Dana ketahanan pangan yang dialokasikan sebesar 20% dari pagu Dana Desa dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hingga kini dipertanyakan realisasinya.

Aktivis Pamekasan Dedi Setiawan menyebut bahwa berdasarkan data yang dimilikinya, dana ketahanan pangan di sejumlah Desa diduga tidak digunakan sesuai peruntukan.

“Di sejumlah Desa di Pamekasan ini tidak jelas. Sampai sekarang ada yang hanya mendapatkan kandang tidak ada hewannya,” tegas Dedi, Sabtu (24/1/2026).

Ia juga menyebutkan bahwa dana tersebut diduga telah habis, sementara program tidak pernah terlihat.

“Kuat dugaan dana ini sudah habis, dan realisasinya nihil,” tegasnya.

Menanggapi adanya dugaan penyelewengan tersebut, Kapala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Kusairi mengaku masih belum melakukan monitoring atau turun langsung ke lokasi.

“Saya masih belum mengetahui secara pasti program ini. Kami belum turun juga. Nanti akan turun untuk survei desa mana yang dinilai bermasalah,” ujarnya, singkat.

Sementara salah satu Camat di Pamekasan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dana ketahanan pangan itu disebut bervariasi.

“Penggunaanya bervariasi ada yang ketahanan pangan hewani, sapi, kambing, ayam petelur, dan ada ketahanan pangan nabati jamur,” ucapnya.

Kata dia semua desa di Pamekasan diwajibkan menggunakan Dana desanya untuk keperluan program pemerintah tersebut.

“Seluruh desa diwajibkan menganggarkan ketahanan pangan melalui dana Desanya sebesar 20%,” tutupnya.

Berita Terkait

Pengurus Jurnalis Independen Pamekasan Tunjuk Akhmad Syafi’i Sebagai Ketua 
Waduh! Website PPID Pemkab Pamekasan Jadi Portal Judi Online
Waduh! DPO Oknum Pengacara Dilaporkan Maybank Kasus Pemalsuan Logo Perusahaan ke Polres Pamekasan
Rokok Kopi Mas Sejati, Pilihan Masyarakat Madura
Sudah Hampir 2 Bulan Lamanya, Polres Pamekasan Belum Berhasil Tangkap Oknum Pengacara
BAPER Batal Demo Kapolres Pamekasan Kasus Narkoba, Ada Apa?
Direktur Utama Central 88 Gold and Jewellery Sediakan 3 Paket Umroh Buat Masyarakat
Viral Video Mobil Kopdes Digunakan Angkut Tembakau di Madura

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:51 WIB

Pengurus Jurnalis Independen Pamekasan Tunjuk Akhmad Syafi’i Sebagai Ketua 

Kamis, 3 September 2026 - 21:05 WIB

Waduh! Website PPID Pemkab Pamekasan Jadi Portal Judi Online

Kamis, 3 September 2026 - 13:03 WIB

Waduh! DPO Oknum Pengacara Dilaporkan Maybank Kasus Pemalsuan Logo Perusahaan ke Polres Pamekasan

Selasa, 1 September 2026 - 20:48 WIB

Rokok Kopi Mas Sejati, Pilihan Masyarakat Madura

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:55 WIB

Sudah Hampir 2 Bulan Lamanya, Polres Pamekasan Belum Berhasil Tangkap Oknum Pengacara

Berita Terbaru

Kopi Mas Sejati

Berita

Rokok Kopi Mas Sejati, Pilihan Masyarakat Madura

Selasa, 1 Sep 2026 - 20:48 WIB