MADURA HARI INI | PAMEKASAN – Semangat kebersamaan kembali menyatukan masyarakat dalam pelaksanaan Haul Bujuk Desa Banyubulu Ke-4 yang dirangkaikan dengan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah serta santunan kepada anak yatim.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 26 Juli 2026, pukul 18.00 WIB setelah sholat magrib di Lapangan Desa Banyubulu, ini merupakan hasil kolaborasi antara panitia, tokoh masyarakat, tokoh agama, para pemuda, serta seluruh elemen masyarakat Banyubulu.
Haul Bujuk Desa Banyubulu Pamekasan telah menjadi tradisi yang tidak hanya mengingat jasa dan perjuangan para leluhur, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa memiliki terhadap desa.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada kesempatan ini, doa bersama akan dipanjatkan untuk Bujuk Pote, Bujuk Samman, Bujuk Labeng, dan Bujuk Lampenang, sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah mewariskan nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan kebersamaan.
Selain pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, doa bersama, dan tausiyah keagamaan, kegiatan ini juga akan diisi dengan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat Banyubulu. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat berbagi dan saling membantu terus tumbuh di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ketua panitia menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat.
“Haul bujuk desa adalah milik kita bersama. Alhamdulillah, mulai dari para sesepuh, tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat bergotong royong menyukseskan kegiatan ini. Kami berharap momentum ini semakin mempererat silaturahmi, memperkuat kekompakan, serta menjaga kerukunan masyarakat Banyubulu. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga untuk membangun desa yang lebih baik,” ungkapnya.
Keterlibatan para pemuda juga menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan ini. Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa generasi muda Banyubulu memiliki kepedulian untuk menjaga tradisi sekaligus melestarikan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan oleh para leluhur.
Sementara itu, Kepala Desa Banyubulu, H.Sukarto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bekerja sama mempersiapkan kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, tokoh masyarakat, para pemuda, dan seluruh warga Banyubulu yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini. Semoga Haul Bujuk Desa Banyubulu menjadi momentum untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Melalui Haul Bujuk Desa Banyubulu Ke-4 dan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, masyarakat berharap nilai-nilai persatuan, kepedulian, dan semangat gotong royong terus tumbuh dan menjadi identitas Desa Banyubulu. Sebab, kekuatan sebuah desa tidak hanya terletak pada pembangunan fisiknya, tetapi juga pada kebersamaan masyarakat yang senantiasa saling mendukung dalam setiap langkah menuju masa depan yang lebih baik.











