Gawat! Dana Hampir 1 Miliar Bantuan Keuangan Provinsi di Teja Barat Disorot, Kades Milih Bungkam

- Wartawan

Selasa, 25 November 2025 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Desa Teja Barat Pamekasan.

Kantor Desa Teja Barat Pamekasan.

PAMEKASAN, MADURA HARI INI. Dugaan praktik mark-up kembali mencoreng pelaksanaan proyek infrastruktur yang bersumber dari anggaran Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.

Kali ini, sorotan mengarah pada proyek pengaspalan di Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan, dengan nilai total mencapai Rp960 juta.

Anggaran hampir Rp.1 miliar itu tercatat dialokasikan untuk pekerjaan peningkatan jalan di tiga titik yang terbagi dalam dokumen APBDes. Namun fakta di lapangan justru berbanding terbalik.

Dikutip dari media Suarafaktual.id, Berdasarkan informasi yang diterimanya, tiga titik pengaspalan yang tercantum dalam dokumen tersebut tidak ditemukan pekerjaan fisiknya.

Tidak ada tanda-tanda proses pengerjaan, bahkan tidak terlihat material proyek yang menjadi indikator pelaksanaan.

“Semuanya hanya ada di kertas. Realisasinya belum jelas,” ungkap salah satu warga, dikutip dari SuaraFaktual.id.

BACA JUGA :  Ahmad Jadid Dipercaya Lagi Pimpin Jurnalis Center Pamekasan sampai 2027

Upaya konfirmasi media tersebut kepada Kepala Desa Teja Barat telah dilakukan, Namun Kades memilih bungkam. Panggilan telepon dan pesan konfirmasi tidak direspons sama sekali.

Sikap diam tersebut justru semakin mempertebal dugaan adanya maladministrasi dan potensi penyalahgunaan anggaran negara.

Sejumlah pemerhati kebijakan pembangunan desa menilai, jika benar anggaran sebesar hampir Rp1 miliar tidak terealisasi, maka ini adalah indikasi serius tindak pidana korupsi yang wajib diusut aparat penegak hukum.

BACA JUGA :  Komisi IV DPRD Pamekasan Belum Panggil Pihak RSIA Puri Bunda Madura, Kasus Operasi Angkat Rahim

Terlebih, BK Provinsi merupakan skema bantuan yang seharusnya mempercepat pemerataan infrastruktur di pedesaan, bukan menjadi celah untuk memperkaya segelintir pihak.

Masyarakat kini menunggu sikap tegas Inspektorat Kabupaten Pamekasan dan Aparat Penegak Hukum (APH). Transparansi penggunaan anggaran publik adalah harga mati, dan setiap rupiah yang hilang wajib dipertanggungjawabkan.

Penulis : Ali

Berita Terkait

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja
Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka
Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar
Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa
Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta
DPRD Pamekasan Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2027
Djavaloka Bistro Padukan Daging Asap, Minuman Khas, dan Pengalaman Meracik Tembakau
Dilaporkan atas Dugaan Tuduhan LGBT dan Pemalsuan, Kuasa Hukum 3 Purna Paskibraka Pamekasan Buka Suara

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta

Berita Terbaru