Usut Siswa Keracunan Massal, Aktivis Kirimi Surat Aksi, Desak Tutup Dapur MBG di Tlanakan Pamekasan

- Wartawan

Rabu, 10 September 2025 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

PAMEKASAN, MADURA HARI INI | Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 20 siswa di salah satu sekolah di Tlanakan Kabupaten Pamekasan terus memicu gelombang protes.

Kali ini aktivis yang tergabung dalam elemen Aliansi Pemuda Independen (API) Pamekasan, resmi melayangkan surat pemberitahuan aksi demonstrasi ke Polres Pamekasan, menuntut penutupan dapur katering MBG yang berlokasi di Kecamatan Tlanakan.

Aksi demo tersebut rencananya digelar pada Jumat (12/9/2025) di depan kantor Korwil KSPPG Kabupaten Pamekasan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua API Umarul Faruq menilai, pihak MBG telah lalai menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan, sehingga menyebabkan puluhan siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disuplai dari dapur tersebut.

“Kami menilai dapur MBG telah abai terhadap keselamatan konsumen. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi sebuah bentuk pelanggaran serius. Kami akan turun ke jalan untuk mendesak pemerintah dan aparat menutup dapur MBG serta memproses hukum para pihak yang bertanggung jawab,” tegas Umarul Faruq, Selasa (10/9/2025).

Lebih lanjut, Umar disapa akrab mengungkapkan, pihaknya juga menilai Dinas Kesehatan dan Satgas Keamanan Pangan lamban dalam melakukan investigasi.

“Kami juga mendesak perkembangan uji laboratorium segera diumumkan agar publik mengetahui penyebab pasti keracunan tersebut,” terang Alumni UIM tersebut.

Sementara itu, hingga saat ini, Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin belum mengumumkan secara detail terkait sekolah asal para siswa maupun teknis pelaksanaan program MBG tersebut.

BACA JUGA :  Rokok Bodong Premium Bold Pamekasan Punya Jalan Tikus Untuk Kelabui Petugas Bea Cukai Madura

Namun, kata Saifudin, saat ini Dinkes bersama tim medis masih melakukan observasi sekaligus menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

“Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini petugas kesehatan difokuskan pada penanganan pasien. Untuk detail terkait sekolah asal maupun teknis program MBG, akan kami sampaikan setelah ada hasil investigasi lebih lanjut,” terangnya.

Disisi lain, Kepala Puskesmas Tlanakan, Henny Setyowati juga membenarkan adanya puluhan siswa diduga keracunan tersebut.

BACA JUGA :  Inisial SM Disorot, PR Putra Madura Sejati di Pamekasan Diduga Jadi Lumbung Pita Cukai Rokok

Namun, pihaknya belum juga memastikan apakah para siswa tersebut keracunan MBG atau ada faktor lain.

Dari kterangan Henny, total siswa yang dirawat akibat keracunan itu mencapai 20 orang. Sebanyak sembilan orang dirawat dan diinjeksi infus.

“Sebanyak 8 siswa dilakukan observasi rawat jalan. Kemudian, tiga siswa dirujuk ke RSUD Smart Pamekasan,” tandasnya

 

BACA JUGA :  Dinilai Tak Objektif, Forkot Akan Surati Bupati Pamekasan Usai Tutup Cafe Teman Jhuang

Penulis : Al

Berita Terkait

Gerebek Sarang Narkoba di Proppo, Polres Pamekasan Kejar Terduga Pelaku
Kasus Tambang Ilegal Mencuat, PC PMII Kecam Polres Pamekasan
Bea Cukai Madura Memburu Topan, DPO Diterbitkan 19 Agustus 2026
GSM-P Soroti Penanganan Kasus Rokok Bodong, Desak Bea Cukai Tindak Sosok ATK atau T
Yayasan Cendekia Pemerhati Cukai Indonesia Soroti Kontruksi Penanganan Kasus di BC Madura
Aktivis FAMAS Desak Bea Cukai Madura Tangkap ATK yang Diduga Dalang Peredaran Rokok Ilegal
Jadi DPO, Pria Asal Sampang Tersangka Dugaan Pencurian Rp55 Juta Diburu Polres Pamekasan
7 Hari Usai Penggeledahan Tak Muncul Tersangka, Masyarakat Akan Bawa Kotoran Sapi ke Kantor Kejari Pamekasan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Gerebek Sarang Narkoba di Proppo, Polres Pamekasan Kejar Terduga Pelaku

Rabu, 30 September 2026 - 14:25 WIB

Kasus Tambang Ilegal Mencuat, PC PMII Kecam Polres Pamekasan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Bea Cukai Madura Memburu Topan, DPO Diterbitkan 19 Agustus 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:35 WIB

GSM-P Soroti Penanganan Kasus Rokok Bodong, Desak Bea Cukai Tindak Sosok ATK atau T

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Yayasan Cendekia Pemerhati Cukai Indonesia Soroti Kontruksi Penanganan Kasus di BC Madura

Berita Terbaru