Nelayan di Sampang Harus Rugi Rp50 Juta

- Wartawan

Rabu, 9 Juli 2025 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto laut di Sampang/RRI/Madurahariini.

Foto laut di Sampang/RRI/Madurahariini.

SAMPANG, MADURA HARI INI | Sejumlah perahu milik nelayan di Desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, mengalami kerusakan parah.

Kerusakan itu akibat dihantam angin kencang dan ombak besar yang terjadi pada Rabu dini hari (9/07/2025) sekitar pukul 02.00 WIB.

Dikutip dari RRI, Perahu yang rusak di antaranya milik Syukur dan Jemali di Dusun Manceng, serta Faisol di Dusun Pandian.

Menurut laporan warga setempat, perahu milik Faisol bahkan hancur total, sedangkan milik Syukur hanya mengalami kerusakan ringan. Sementara di Dusun Dangkah, perahu milik nelayan bernama Zinol juga mengalami kerusakan.

Salah satu warga Desa Dharma Tanjung Buradi mengatakan, angin kencang sudah menerjang wilayah pesisir Sampang selama tiga hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan ombak besar menerjang perahu-perahu yang terparkir di bibir pantai.

BACA JUGA :  Hj. Ansari Salurkan Zakat Mal dan Mushaf Al-Qur’an ke Panti Asuhan Muhammadiyah

“Cuma ombaknya besar sekali, terus air masuk, akhirnya perahu-perahu itu terbentur batu karang dan hancur,” ungkap Buradi.

Menurutnya, dua perahu yang berhasil diselamatkan berada di tempat yang dipantau warga secara langsung. Sementara dua lainnya tidak sempat diawasi sehingga tidak terselamatkan dari hempasan ombak.

BACA JUGA :  Dicecar Puluhan Pertanyaan Dugaan Pungli dan Suap, Korwil BGN Pamekasan Diperiksa 10 Jam

Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. Para nelayan kini berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah agar bisa segera kembali melaut untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.

Penulis : Madura Hari Ini

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja
Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka
Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar
Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa
Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta
DPRD Pamekasan Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2027
Djavaloka Bistro Padukan Daging Asap, Minuman Khas, dan Pengalaman Meracik Tembakau
Dilaporkan atas Dugaan Tuduhan LGBT dan Pemalsuan, Kuasa Hukum 3 Purna Paskibraka Pamekasan Buka Suara

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta

Berita Terbaru