APTMA dan P4TM Tuntut Keadilan, Minta Kemenkeu Tak Hanya Dengar Asosiasi Besar

- Wartawan

Selasa, 30 September 2025 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Madura Hari Ini – Sejumlah pelaku industri rokok lokal Madura yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Muda Tembakau Madura (APTMA) bersama perwakilan Paguyuban Pelapor, Petani, dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), di Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025).

Dalam pertemuan tersebut, mereka meminta agar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi tidak hanya mendengar masukan dari asosiasi besar, melainkan juga memperhatikan suara pelaku kecil dan menengah, khususnya di Madura.

BACA JUGA :  Tokoh Pemuda Bunten Barat Sampaikan Aspirasi Warga ke PLN Ketapang soal Pemadaman Listrik Berhari-hari

Ketua APTMA, Holili, menegaskan bahwa kebijakan cukai rokok jangan hanya ditentukan berdasarkan pandangan kelompok besar semata.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Menteri jangan hanya mendengar gabungan asosiasi pengusaha rokok Indonesia yang sudah layar satu. Harus juga mendengar pendapat pelaku kecil menengah seperti di Madura,” tegasnya.

Holili menilai forum konsultasi selama ini lebih sering menghadirkan asosiasi dari kelas menengah, seperti Formasi (Forum Asosiasi Perusahaan Rokok Malang). Padahal, menurutnya, industri rokok terbagi dalam tiga lapisan.

BACA JUGA :  Microsoft meluncurkan AI chatbot ke aplikasi Bing di iPhone dan Android

“Kalau saya membagi, ada tiga layar: layar 1, 2, dan 3. Kami ini layar 3. Kadang masih polos, salah isi, salah tuntutkan. Karena itu penting agar pendapat kami juga didengarkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Holili menyoroti ancaman terbesar terhadap perekonomian Indonesia bukan berasal dari rokok lokal atau rokok ilegal dalam negeri, melainkan dari produk impor.

BACA JUGA :  Forkot Ungkap Dugaan CV Istri Pejabat Kendalikan Proyek DPRKP Pamekasan

“Kalau mau memberantas rokok ilegal, yang lebih mengancam itu rokok impor dari Arab, Cina, dan Kamboja. Kalau rokok ilegal dalam negeri perputarannya masih di Indonesia, sedangkan yang dari luar justru mengalirkan uang ke luar negeri,” katanya.

Audiensi tersebut juga dihadiri perwakilan P4TM, yakni Jhoni Iskandar dan Azif Mawardi Zein, yang menekankan pentingnya perlindungan bagi petani serta pedagang tembakau Madura dalam kebijakan tarif cukai mendatang.

 

Berita Terkait

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja
Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka
Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar
Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa
Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta
DPRD Pamekasan Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2027
Djavaloka Bistro Padukan Daging Asap, Minuman Khas, dan Pengalaman Meracik Tembakau
Dilaporkan atas Dugaan Tuduhan LGBT dan Pemalsuan, Kuasa Hukum 3 Purna Paskibraka Pamekasan Buka Suara

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta

Berita Terbaru