Waduh! Dana Bantuan dan Kartu KIP Diduga Ditahan Pihak STAI Al-Mujtama Pamekasan

- Wartawan

Rabu, 22 April 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Madura Hari Ini. Baru-baru ini dugaan penyimpangan dalam penyaluran dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di STAI Al-Mujtama Pamekasan kian menjadi sorotan.

Sejumlah mahasiswa penerima bantuan mengaku hanya menerima sebagian kecil dari total dana yang seharusnya mereka peroleh.

Informasi yang dihimpun pada Rabu (22/4/2026) menyebutkan, dari total bantuan sebesar Rp6.600.000, mereka ada yang hanya menerima sekitar Rp750.000.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selisih nominal yang cukup besar ini memicu pertanyaan terkait transparansi dan mekanisme penyaluran dana di lingkungan kampus tersebut.

Salah satu mahasiswa, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa dirinya tidak menerima dana secara utuh. Ia menyebut adanya dugaan praktik pemotongan tanpa penjelasan rinci dari pihak kampusnya.

BACA JUGA :  Heboh! Sumbangan Berkedok Masjid, Faktanya Mushola: Wali Murid MTsN 3 Sumber Bungur Keberatan

“Kami hanya menerima sebagian kecil. Tidak ada penjelasan detail soal pemotongan itu,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan mahasiswa lain. Ia mengaku tidak memiliki akses langsung terhadap dana bantuan karena buku rekening diduga ditahan pihak kampus.

“Buku rekening tidak ada di kami, jadi kami tidak tahu persis berapa yang masuk dan bagaimana pencairannya,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang beredar, dugaan pemotongan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan biaya living cost. Namun, alasan itu masih menuai tanda tanya karena jumlah yang diterima mahasiswa dinilai tidak sebanding dengan nominal bantuan yang ditetapkan.

Seorang sumber lain menilai, jika memang terdapat kebijakan tertentu terkait penggunaan dana, seharusnya disampaikan secara terbuka kepada mahasiswa penerima.

BACA JUGA :  Hj. Ansari Dukung Program Sekolah Rakyat: Pendidikan Gratis untuk Putus Rantai Kemiskinan di Madura

“Kalau ada kebijakan kampus, harus transparan. Mahasiswa berhak tahu karena itu menyangkut hak mereka,” tuturnya.

Selain dugaan pemotongan, isu lain yang mencuat adalah dugaan penahanan buku rekening dan kartu KIP oleh oknum di lingkungan kampus. Praktik tersebut dinilai berpotensi menyalahi aturan, mengingat rekening bantuan merupakan hak pribadi mahasiswa.

Sementara itu, Ketua STAI Al-Mujtama, Akhmad Rifai Damyati, memberikan respons yang terkesan diplomatis namun tidak menyentuh substansi persoalan. Alih-alih memberikan rincian mekanisme penyaluran, ia justru melontarkan narasi mengenai konsep “wisdom” atau kebijaksanaan dalam melihat persoalan.

“Kebijaksanaan adalah kemampuan memahami persoalan secara mendalam demi kebaikan bersama,” ujarnya singkat, tanpa memberikan klarifikasi mengenai alasan pemotongan dana maupun penyanderaan buku rekening mahasiswa, Rabu (22/4/2026).

BACA JUGA :  Mahasiswi Cantik UIN Madura Idaman, Karyanya Tembus Jurnal Terindeks SINTA 2

Ketidakjelasan jawaban dari pimpinan kampus ini justru semakin memperkeruh suasana dan memicu desakan agar aparat penegak hukum serta kementerian terkait segera turun tangan. Publik menuntut audit menyeluruh terhadap pengelolaan dana KIP di STAI Al-Mujtama untuk memastikan anggaran negara tepat sasaran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kampus belum memberikan keterangan teknis yang bisa mempertanggungjawabkan potongan dana tersebut. Mahasiswa kini berada dalam posisi rentan, terjepit antara keinginan menuntut hak dan rasa takut akan intimidasi akademik.

Berita Terkait

Mahasiswi Cantik UIN Madura Idaman, Karyanya Tembus Jurnal Terindeks SINTA 2
Wisuda VI STISA Pamekasan, Bupati Kholilurrahman Apresiasi Iklim Akademik Kampus
Bawa Harum Sekolah! MTsN 3 Pamekasan Kembali Sabet Juara Lomba Peringatan HGN 2025
Heboh! Sumbangan Berkedok Masjid, Faktanya Mushola: Wali Murid MTsN 3 Sumber Bungur Keberatan
Wali Murid Keluhkan MBG yang Disediakan Dapur SPPG Yayasan Ibnu Bachir Banyupelle Pamekasan
Kurang Modal, SPPG As Salman Pamekasan Stop Penyaluran MBG Ribuan Siswa
Hj. Ansari Dukung Program Sekolah Rakyat: Pendidikan Gratis untuk Putus Rantai Kemiskinan di Madura
Viral! Gegara Tegur Anak Pejabat, Tangis Siswa Usai Kepsek SMPN 1 Prabumulih Dicopot

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 19:15 WIB

Waduh! Dana Bantuan dan Kartu KIP Diduga Ditahan Pihak STAI Al-Mujtama Pamekasan

Kamis, 2 April 2026 - 00:57 WIB

Mahasiswi Cantik UIN Madura Idaman, Karyanya Tembus Jurnal Terindeks SINTA 2

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:04 WIB

Wisuda VI STISA Pamekasan, Bupati Kholilurrahman Apresiasi Iklim Akademik Kampus

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:42 WIB

Bawa Harum Sekolah! MTsN 3 Pamekasan Kembali Sabet Juara Lomba Peringatan HGN 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 14:48 WIB

Heboh! Sumbangan Berkedok Masjid, Faktanya Mushola: Wali Murid MTsN 3 Sumber Bungur Keberatan

Berita Terbaru

Mantan anggota DPRD Sumenep saat ditangkap Polres Pamekasan.

Berita

Mantan Anggota DPRD Sumenep Diringkus Polres Pamekasan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 13:58 WIB