Mahasiswa Pamekasan Nobar Film Pesta Babi di Tengah Gelombang Pembubaran

- Wartawan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para mahasiswa di Pamekasan saat menonton film pesta babi.

Para mahasiswa di Pamekasan saat menonton film pesta babi.

MADURA HARI INI | PAMEKASAN – Sejumlah organisasi mahasiswa berkolaborasi menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Pada Sabtu (23/5).

Mereka menonton film tersebut di Rumah Pengabdian, Jalan Mak Gang I Taman Laden, Kecamatan Pamekasan.

Kegiatan ini berlangsung di tengah gelombang pembubaran nobar film serupa di berbagai kampus lain.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agenda yang digelar secara gratis dan terbuka untuk umum itu merupakan hasil kolaborasi DPP Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB), BEM FKIP UIM, Bengkel Sastra UIN Madura, dan HMPS KPI UIN Madura. Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 60 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum.

Dalam kegiatan itu, film turut dibahas oleh pengantar film, Ach. Faisol, S.H., yang memberikan pengantar mengenai isu sosial dan kemanusiaan yang diangkat dalam film dokumenter tersebut.

BACA JUGA :  Khofifah: Natal Sebagai Momentum Menebar Cinta Kasih dan Menguatkan Kemanusiaan

Ketua Penyelenggara, yang juga Ketua DPP FKMSB Nasional, Nurisul Anwar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan nobar tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah refleksi sosial bagi mahasiswa.

“Malam ini kita kumpul bukan buat cari hiburan. Kita kumpul karena percaya bahwa Anak muda harus jadi orang yang matanya melek dan hatinya hidup,” ujarnya.

Ia menilai film Pesta Babi menghadirkan gambaran mengenai persoalan yang menyangkut ruang hidup, budaya, dan masa depan masyarakat adat.

“Film ini berjudul ‘Pesta Babi’. Tapi ini bukan pesta yang bikin kenyang. Ini pesta yang mengorbankan rumah, budaya, dan masa depan orang lain,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurisul mengajak peserta untuk lebih peka terhadap suara-suara masyarakat yang selama ini jarang mendapat perhatian.

BACA JUGA :  Pamekasan Menembus Pasar Dunia, PT ESM Resmi Ekspor Rokok ke Filipina

“Pertama, jadi pendengar yang baik. Nonton film ini bukan buat cari siapa salah siapa benar. Tapi buat dengerin suara yang jarang kita dengar. Dengerin rasa takut, marah, dan harapannya masyarakat adat,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar pesan yang diperoleh dari film tidak berhenti hanya sebagai tontonan semata.

“Kedua, bawa pulang rasa peduli itu. Jangan biarin film ini berhenti di layar. Bawa pulang ke kos, ke kampus, ke obrolan kalian. Tanya diri sendiri: kalau bukan kita yang peka, siapa lagi?” lanjutnya.

Menurutnya, kepedulian sosial perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketiga, ubah rasa jadi aksi. Peka sosial itu nggak cukup cuma nangis nonton. Peka sosial itu gerak. Bisa dengan diskusi kecil, nulis, atau bikin program yang nyentuh realitas masyarakat di sekitar kita,” ucapnya.

BACA JUGA :  Gawat! Pasca Salat Id, Petasan “Rudal Balistik Iran” Diledakkan di Pamekasan

Ia menegaskan, mahasiswa harus memiliki keberanian untuk peduli terhadap persoalan sosial dan tidak bersikap apatis terhadap ketidakadilan.

“Anak Muda dan Mahasiswa itu ditempa buat jadi manusia yang nggak apatis. Kita boleh beda pendapat setelah ini, tapi satu yang harus sama: kita nggak boleh diam melihat ketidakadilan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Nuris menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Saya bangga kalian ada di sini malam ini. Karena kehadiran kalian itu tanda, kita masih punya anak muda yang berani peduli,” katanya.

“Selamat menonton. Semoga setelah ini, kita semua pulang bukan sebagai penonton, tapi sebagai manusia yang sedikit lebih peka, sedikit lebih berani, dan sedikit lebih peduli,” pungkasnya.

Berita Terkait

DPP Pesan Gelar Aksi di PN Sampang, Desak Hukuman Maksimal Pelaku Penganiayaan Guru Tugas
KPK Periksa 2 Anggota Dewan Munaji dan Rokib, Jaka Jatim Desak Pusaran Dana Hibah Pokmas Dituntaskan
Mantan Anggota DPRD Sumenep Diringkus Polres Pamekasan
Ramadan Penuh Kepedulian, JMP Hadir untuk Tukang Becak dan Ojol di Pamekasan
Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Polres Pamekasan Pastikan Stok Bapokting di Pasar Gaden Aman dan Stabil
Pamekasan Menembus Pasar Dunia, PT ESM Resmi Ekspor Rokok ke Filipina
Demo AMPAS di Kantor Disdikbud Pamekasan Gagal Digelar Hari Ini
Selain Serobot Tanah, Banyak Pohon Warga di Bulangan Barat Pamekasan Ditebang Oknum Tanpa Izin

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:51 WIB

Mahasiswa Pamekasan Nobar Film Pesta Babi di Tengah Gelombang Pembubaran

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:32 WIB

DPP Pesan Gelar Aksi di PN Sampang, Desak Hukuman Maksimal Pelaku Penganiayaan Guru Tugas

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:27 WIB

KPK Periksa 2 Anggota Dewan Munaji dan Rokib, Jaka Jatim Desak Pusaran Dana Hibah Pokmas Dituntaskan

Sabtu, 18 April 2026 - 13:58 WIB

Mantan Anggota DPRD Sumenep Diringkus Polres Pamekasan

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:46 WIB

Ramadan Penuh Kepedulian, JMP Hadir untuk Tukang Becak dan Ojol di Pamekasan

Berita Terbaru