2 Pria Pegang Surat Dugaan Pengondisian Rp111,5 Juta Tertulis dari Kabid SMP Pamekasan, Ada Kasus di Balik Layar?

- Wartawan

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istimewa

Istimewa

MADURA HARI INI | PAMEKASAN – Dua hari ini, heboh beredar luas sebuah surat pernyataan bermaterai yang diduga berkaitan dengan beberapa permasalahan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan.

Muncul foto dua pria memegang surat bermaterai

Surat tersebut semakin menjadi perhatian publik setelah muncul foto dua pria yang juga beredar luas tampak memegang dokumen bermaterai itu.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber informan media ini, salah satu pria yang memegang surat bermaterai itu saat ini tengah menjalani proses hukum diduga berkaitan dengan perkara lain yang menjeratnya. Pria itu disebut saat ini ada dalam tahanan.

Isi dalam surat bermaterai dugaan pengondisian

Isi surat itu menyebut adanya penyerahan uang senilai Rp111.500.000 yang diduga berasal dari Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdikbud Pamekasan atas nama Ridwan.

BACA JUGA :  Meresahkan, Polres Pamekasan Selidiki Usai Viral Balon Udara “Marbol Group”

Dalam surat pernyataan itu, pria berinisial MD mengaku telah menerima uang sebesar Rp111,5 juta dari Kabid SMP Disdikbud Pamekasan.

Dokumen tersebut juga menjelaskan bahwa transaksi penyerahan uang dilakukan pada 20 Maret 2024 sekitar pukul 23.00 WIB di kawasanan depan Pemda Timur, Jalan Jokotole, Pamekasan.

Pada bagian isi surat tertulis bahwa uang tersebut diberikan untuk “pengondisian beberapa permasalahan yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan”.

Tak hanya itu, pada bagian akhir surat juga ditegaskan bahwa pernyataan dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.

Surat tersebut dilengkapi materai Rp10 ribu dan ditanda tangani pihak berinisial MD.

Beredarnya foto dua pria pegang surat bermaterai memunculkan pertanyaan publik

Beredarnya foto dua orang yang memegang surat bermaterai itu memunculkan pertanyaan publik tentang dugaan adanya permasalahan di Disdikbud Pamekasan. Publik berhak tahu tentang maksud foto dua orang memegang surat bermaterai itu, dan fakta dibaliknya.

BACA JUGA :  Ramadan, BIP Santuni Ribuan Anak Yatim di Pamekasan, Ali Zainal Abidin: Semoga Semua Dapat Barokahnya

Apakah ada kasus besar dibalik beredar surat bermaterai?

Salah satu Advokat di Pamekasan, yang belum bersedia namanya disebut, meminta agar tidak ada kebohongan dari pihak tertentu, baik yang ada dalam foto maupun yang disebut dalam surat tersebut, supaya tidak memunculkan konsekuensi hukum baru.

Ia juga meminta kepolisian agar menyelidiki kasus ini guna mengungkap adanya unsur kasus besar yang mungkin terjadi dibalik beredarnya surat bermaterai tersebut.

Menurutnya, jika dalam surat itu tidak benar, maka kedua orang dalam foto tersebut bisa dijerat hukum karena telah mencatut nama seseorang dan institusi. Namun sebaliknya, jika memang ada pelanggaran hukum lain sebelumnya yang sengaja ditutupi, maka sudah menjadi tanggung jawab kepolisian untuk mengungkap keterkaitan dengan surat bermaterai tersebut.

BACA JUGA :  Menkeu Purbaya Ditantang Bongkar Jaringan Mafia Rokok Ilegal, Khususnya di Madura

“Jika dibalik semua ini memang ada penyelewengan kasus besar dalam tubuh Disdikbud Pamekasan, maka harus diungkap. Kasus apa? Seberapa besar penyelewengannya? Itu yang penting! Namun jika tidak benar maka tinggal lakukan upaya hukum terhadap dua orang itu,” ujarnya.

Tanggapan Kabid SMP Disdikbud Pamekasan

Saat dimintai tanggapan, Kabid SMP Disdikbud Pamekasan Ridwan membantah adanya surat bermaterai tersebut.

“Saya membantah seperti bantahan pak kadis di berita,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026) pagi.

Diketahui, Kepala Diasikbud Pamekasan Basri Yulianto baru menjabat, sebelumnya jabatan itu diisi pejabat lain.

Namun, kata Basri, pernyataan dalam surat yang disebutkan oknum MD tersebut tidak benar adanya.

Meski demikian Basri belum mengomentari terkait munculnya 2 foto pria yang tengah memegang surat bermaterai tersebut.

Berita Terkait

Dalami Laporan Dugaan Suap dan Pungli Korwil BGN Pamekasan, Polisi Berpeluang Panggil Sejumlah Kepala Dapur MBG
Diterpa Isu Tak Sedap, Ternyata Master Gym Jadi Tempat Olahraga Profesional di Pamekasan
Gawat! Proyek Abal-Abal, FARA Seret BPKPD Pamekasan ke Pusaran Aksi Demonstrasi
Dicecar Puluhan Pertanyaan Dugaan Pungli dan Suap, Korwil BGN Pamekasan Diperiksa 10 Jam
Bandel Tak Mau Urus IPAL, 27 Dapur MBG di Sampang Resmi Ditutup
Usulan SKM Kelas 3 Khusus Madura dari Pengusaha Rokok Tuai Polemik, Dinilai Labrak Prinsip Keadilan
Dua Hari Menuju Pemeriksaan, Korwil BGN Pamekasan Siap Beri Keterangan ke Polisi
Ragukan Status Operator, Polres Pamekasan Didesak Naikkan Perkara Kasus PAW Kades Gugul

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:42 WIB

Dalami Laporan Dugaan Suap dan Pungli Korwil BGN Pamekasan, Polisi Berpeluang Panggil Sejumlah Kepala Dapur MBG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:41 WIB

Diterpa Isu Tak Sedap, Ternyata Master Gym Jadi Tempat Olahraga Profesional di Pamekasan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:58 WIB

Gawat! Proyek Abal-Abal, FARA Seret BPKPD Pamekasan ke Pusaran Aksi Demonstrasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:57 WIB

Dicecar Puluhan Pertanyaan Dugaan Pungli dan Suap, Korwil BGN Pamekasan Diperiksa 10 Jam

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:19 WIB

Usulan SKM Kelas 3 Khusus Madura dari Pengusaha Rokok Tuai Polemik, Dinilai Labrak Prinsip Keadilan

Berita Terbaru