PAMEKASAN, Madura Hari Ini– Forum Kota (Forkot) Pamekasan menggelar aksi demonstrasi di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pamekasan, Selasa (27/1/2026). Namun dalam aksi tersebut, massa tidak ditemui langsung oleh Kepala Bapperida Pamekasan.
Dalam aksinya, Ketua Forkot Samsul Arifin atau disapa Gerad menyampaikan tiga persoalan utama yang dinilai bermasalah. Pertama, perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 yang disebut hanya menguntungkan Bupati Pamekasan. Kedua, kegiatan renovasi kantor pada Tahun Anggaran 2024. Ketiga, pengadaan barang dan jasa Tahun 2024 yang diduga sarat kejanggalan.
Forkot menegaskan bahwa Bapperida memiliki peran strategis dalam membantu bupati, khususnya dalam penyusunan, pengendalian, monitoring, serta evaluasi perencanaan pembangunan daerah. Tugas tersebut mencakup perumusan kebijakan dan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, Forkot menilai kebijakan yang dijalankan Bapperida justru diduga banyak melanggar ketentuan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2025.
Dugaan kejanggalan tersebut, menurut Forkot, terlihat dari sejumlah kegiatan yang beraroma proyek fisik di beberapa OPD, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP).
Forkot juga menduga tim anggaran Bapperida telah memanfaatkan peran strategisnya dengan menyisipkan kode kegiatan di sejumlah dinas. Praktik tersebut dinilai berpotensi mengarah pada dugaan pembagian anggaran yang tidak transparan dan sarat kepentingan.
“Pembagian anggaran ini kami duga kuat dijadikan alat kepentingan kelompok tertentu, termasuk kepentingan DPRD dan kepala daerah,” tegas Gerad dalam aksi tersebut.
Forkot meminta agar aparat penegak hukum dan lembaga pengawas segera turun tangan untuk mengusut dugaan penyimpangan anggaran tersebut.
Mereka juga menuntut Bapperida Pamekasan membuka secara transparan seluruh proses perencanaan dan penganggaran daerah.
Kasubag Baperida Pamekasan yang menemui massa aksi Forkot, Faros menyampaikan bahwa pihaknya akan menyampaikan aspirasi pendemo tersebut ke atasannya. Sebab Kepala Bapperida Pamekasan masih memiliki agenda Dinas di luar kota.
“Saya tidak punya wewenang merespon terhadap tuntutan, karena bukan wewenang saya, tapi saya sampaikan nanti ke atasan,” ujarnya, singkat.











