Tak Ditemui Kepala BPKAD Pamekasan Saat Demo, Forkot Akan Lapor Polisi terkait Dugaan Penyimpangan

- Wartawan

Senin, 26 Januari 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi demonstrasi yang digelar Forum Kota (Forkot) Pamekasan di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKAD) Kabupaten Pamekasan, Senin (26/1/2026) siang, berujung kekecewaan. Pasalnya, massa aksi tidak ditemui langsung oleh Kepala BPKAD Pamekasan, Syahrul Munir.

Aksi demonstrasi yang digelar Forum Kota (Forkot) Pamekasan di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKAD) Kabupaten Pamekasan, Senin (26/1/2026) siang, berujung kekecewaan. Pasalnya, massa aksi tidak ditemui langsung oleh Kepala BPKAD Pamekasan, Syahrul Munir.

PAMEKASAN, Madura Hari Ini – Aksi demonstrasi yang digelar Forum Kota (Forkot) Pamekasan di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKAD) Kabupaten Pamekasan, Senin (26/1/2026) siang, berujung kekecewaan. Pasalnya, massa aksi tidak ditemui langsung oleh Kepala BPKAD Pamekasan, Syahrul Munir.

Ketua Forkot Pamekasan, Samsul Arifin yang akrab disapa Gerad, menyayangkan sikap Kepala BPKAD yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik untuk menemui massa aksi dan memberikan klarifikasi atas sejumlah persoalan yang disorot.

“Ketidakhadiran Kepala BPKAD ini kami anggap sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi publik. Oleh karena itu, kami mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum dan melaporkan dugaan pelanggaran ini kepada aparat penegak hukum,” tegas Gerad saat demo berlangsung.

Forkot Pamekasan menyampaikan sejumlah dugaan kebijakan bermasalah yang diduga dilakukan oleh Kepala BPKAD. Di antaranya, tidak terbayarkannya sejumlah pekerjaan fisik di Kabupaten Pamekasan yang telah melampaui batas waktu, seperti proyek pembangunan SMP, SD, Jalan Paving hingga pengeboran dibawah DPRKP Pamekasan.

Selain itu, Forkot juga menyoroti dugaan laporan keuangan yang disampaikan ke Kementerian Keuangan RI tidak sesuai dengan realisasi penyerapan APBD Tahun Anggaran 2025 dan terindikasi manipulatif.

BACA JUGA :  Kang Bakso di Bangkalan Diringkus Polisi Gegara Jual Narkoba

Tak hanya itu, Forkot menduga adanya penyimpangan dalam penggunaan dana pusat, seperti NMAK, DAK, dan DBHCHT, yang disebut-sebut digunakan untuk menutup kebutuhan APBD murni. Bahkan, Forkot mencurigai adanya praktik penitipan proyek ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai melanggar aturan pengelolaan keuangan negara.

“Dari sejumlah poin tersebut, kami menarik kesimpulan adanya dugaan kuat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkaran BPKAD Pamekasan,” ujar Gerad.

Dalam aksi tersebut, Forkot Pamekasan menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni:

1. Meminta aparat penegak hukum (APH) memanggil dan memeriksa Kepala BPKAD Pamekasan terkait dugaan gagal bayar pekerjaan fisik di Kabupaten Pamekasan.
2. Mendesak APH untuk mengusut dugaan praktik penitipan proyek ke sejumlah OPD.
3. Menuntut BPKAD Pamekasan segera membayarkan seluruh pekerjaan yang hingga kini belum dicairkan.

BACA JUGA :  Haduh! Makin Tak Karuan Jenis Rokok Ilegal di Pamekasan, Tokoh Ini Bikin Merek "Papi Mami"

Forkot menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga mendapat kejelasan dan kepastian hukum demi transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Sementara itu, dalam aksi tersebut Forkot hanya ditemui Sekretaris BPKAD Kabupaten Pamekasan Yuni, ia menyampaikan bahwa atasannya masih memiliki agenda dinas di luar kota.

“Atasan saya masih memiliki agenda dinas di luar kota di Malang,” ucapnya, singkat.

Berita Terkait

Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu
DPP PESAN Resmi Dikukuhkan di Sampang, Siap Perluas Kepengurusan di Jawa Timur
Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Founder BIP Buka Suara
Punya Suara Emas, Ini Profil Ari Sampang DA8
Kasus Mobil Dinas Bapperida Pamekasan, Polres Segera Limpahkan ke Inspektorat Daerah
Ini Alasan Mendasar Ribuan Relawan SPPG di Pamekasan Minta Program MBG Tak Disetop
Pendemo Minta Bupati Pamekasan Perhatikan Janda Pengangguran, Relawan : MBG Harus Tetap Lanjut
Demo Panas! Massa Terobos Ruang Sekda, Kasubag Umum Bantah Pernah Buat Surat Tugas Bupati Pamekasan

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:25 WIB

Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu

Senin, 20 Juli 2026 - 22:03 WIB

DPP PESAN Resmi Dikukuhkan di Sampang, Siap Perluas Kepengurusan di Jawa Timur

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:25 WIB

Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Founder BIP Buka Suara

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:24 WIB

Punya Suara Emas, Ini Profil Ari Sampang DA8

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:50 WIB

Kasus Mobil Dinas Bapperida Pamekasan, Polres Segera Limpahkan ke Inspektorat Daerah

Berita Terbaru

Fahrur Rozi - CO Div. Litbang Dewan Pengurus Pusat FKMSB Nasional.

Karya

Harga Sebuah Persatuan

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:18 WIB