Menyikap Tabir Dibalik Realisasi Program Makan Bergizi Gratis

- Wartawan

Kamis, 10 Juli 2025 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini, Madura Hari ini | Program Makan Siang Gratis yang sekarang berubah menjadi Program Makan Bergizi Gratis ( MBG )  ini awalnya bertujuan untuk meningkatkan gizi anak di sekolah, memerangi stunting, dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Meskipun disebut memiliki manfaat yang besar, tapi program ini  juga menimbulkan sejumlah persoalan, terutama dalam aspek pendanaan dan pelaksanaan dilapangan.

Beberapa hal yang perlu di evaluasi dalam program ini diantaranya adalah anggaran yang digunakan sangatlah besar besar sehingga memunculkan kekhawatiran tentang apakah  pemerintah akan mampu terus mendanainya apalagi strategi efisiensi anggaran yg dilakukan untuk menopang program ini ditentang oleh banyak pihak karena dikhawatirkan mengganggu pendanaan program penting lainnya terutama di sektor pendidikan dan pelayanan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian terkait pelaksanaan dilapangan muncul beberapa persoalan, diantaranya munculnya kejadian keracunan makanan dibeberapa daerah yang menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran tentang pengawasan kesehatan yang kurang memadai terhadap makanan yang disajikan.

Tentu saja beberapa peristiwa keracunan ini memberikan dampak yang sangat buruk bagi perjalanan program ini dan sangat berbahaya jika tidak dilakukan pengawasan yang ketat terhadap standar kesehatan dan kemananan makanannya.

BACA JUGA :  Gandeng Dinkes Pamekasan, SPPG Biequeen Nyalabu Daya Siap Sajikan MBG Sehat dan Higienis

Lalu kemudian munculnya penolakan dari beberapa siswa dan sekolah terhadap menu yang ditawarkan. Ini terjadi karena makanan yg disajikan kurang sesuai dengan preferensi anak anak. Anak anak akan cenderung memilih  makanan yang menarik secara visual dan memiliki rasa yg sesuai dengan selera mereka.

Meski makanan yg disajikan cukup bergizi, akan tetapi jika penampilannya terlalu sederhana dan kurang warna dianggap akan kurang menarik minat anak anak, maka akan membuat makanan yang disajikan banyak yang terbuang karena beberapa kasus anak anak hanya mengambil buah atau susu sementara nasi dan lauknya tidak dimakan. Tentu hal ini akan menimbulkan persoalan lainnya yakni menumpuknya sampah yang tentu saja ini akan membebani Tempat Pembuangan Sampah ( TPA ) dan pada gilirannya akan berdampak pada kesehatan lingkungan.

Persoalan lainnya adalah tentang pengaruh program Makan Bergizi Gratis ini terhadap pengurangan jam pelajaran siswa. Program makan siang ini dilakukan di saat jam istirahat kelas, biasanya di kisaran jam 9.30 WIB. Dengan durasi waktu jam istirahat kurang lebih 15 menit, maka acara makan siang siswa ini potensial akan melebihi dari waktu jam istirahat yang tersedia, apalagi jika terjadi keterlambatan distribusi makanan ke sekolah maka mau tidak mau ini akan mengorbankan Proses Belajar Mengajar ( PBM ).

BACA JUGA :  Madura United Matangkan Latihan di Bangkalan Jelang Musim Baru

SARAN

Dengan pendanaan yang sangat besar seperti ini, apalagi jika nanti dananya di peroleh dari utang  maka selayaknya Program Makan Bergizi Gratis ini dievaluasi kembali. Alangkah baiknya jika dananya dialihkan untuk mendukung Program Bapak Prabowo yang lain semisal Program  Koperasi Merah putih sehingga dana milik rakyat yang digunakan, secara ekonomi akan lebih bermanfaat untuk mensejahterakan rakyat.

Jika rakyat miskin dapat terentaskan maka mereka pasti biusa memenuhi kebutuhan makan bergizi bagi anak anaknya. Jika masih akan dilanjutkan sebaiknya dilakukan evaluasi menyeluruh terutama sasaran penerima lebih di fokuskan pada siswa dan sekolah di daerah miskin atau di daerah daerah yang rawan stunting sehingga tujuannya dapat mengena sesuai harapan. Kemudian waktu pemberian makanan dan hingga waktu makan siswa perlu dievaluasi lagi sehingga tidak mempengaruhi jam pelajaran di sekolah.

BACA JUGA :  Kasus Campak di Sampang, Sementara Sebanyak 42 Pasien Terpapar

Selain itu perlu dirancang menu makanan yang sesuai dengan preferensi anak anak. Menu yang disajikan harus mempertimbangkan faktor visual dan rasa yang disukai anak anak saat ini tentu saja tanpa mengabaikan nilai gizi.

Penyajian lauk dan sayuran dalam bentuk kreatif atau menmpilkan warna yang menarik dapat meningkatkan selera makan anak anak sehingga mau mengkonsumsinya disamping porsinya harus disesuaikan dengan kebutuhan masing masing siswa. Berikan siswa opsi dalam memilih jumlah dan banyaknya makanan yang mereka ambil sehingga makanan yang terbuang dapat terkurangi.Penggunaan kemasan atau wadah dari bahan plastic atau bahan lain yang sulit diurai, sebaiknya dihindari

Penulis: Ach.Adi Fathor Rahman

Wasekjend DPP Relawan Tunas Prabowo 08

Berita Terkait

Gandeng Dinkes Pamekasan, SPPG Biequeen Nyalabu Daya Siap Sajikan MBG Sehat dan Higienis
Waduh! Rekrutmen PPPK Paruh Waktu di Sampang Disorot, Plt Kadinkes Terancam Dilaporkan
Bikin Kaget, Ada Perjanjian Khusus Program MBG di SDN Pasanggar 1 Pegantenan Pamekasan
Buntut Puluhan Siswa Keracunan Akibat MBG di Tlanakan, BGN Pamekasan Bungkam!
Kasus Campak di Sampang, Sementara Sebanyak 42 Pasien Terpapar
Demo Pita Cukai PR Jalluh Mendadak Dibatalkan, Bea Cukai Madura Dalami Unsur Pidana
Gawat! 20 Siswa di Tlanakan Pamekasan Keracunan setelah Konsumsi Makan Gizi Gratis
BPJS Pamekasan Telusuri Praktik dr Tatik Sulistyowati yang Patok Rp.4,5 Juta Pasien Kurang Mampu

Berita Terkait

Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:23 WIB

Gandeng Dinkes Pamekasan, SPPG Biequeen Nyalabu Daya Siap Sajikan MBG Sehat dan Higienis

Senin, 22 September 2025 - 18:21 WIB

Waduh! Rekrutmen PPPK Paruh Waktu di Sampang Disorot, Plt Kadinkes Terancam Dilaporkan

Sabtu, 20 September 2025 - 01:05 WIB

Bikin Kaget, Ada Perjanjian Khusus Program MBG di SDN Pasanggar 1 Pegantenan Pamekasan

Selasa, 16 September 2025 - 12:45 WIB

Buntut Puluhan Siswa Keracunan Akibat MBG di Tlanakan, BGN Pamekasan Bungkam!

Sabtu, 13 September 2025 - 02:23 WIB

Kasus Campak di Sampang, Sementara Sebanyak 42 Pasien Terpapar

Berita Terbaru

MBG di Blaban.

Politik dan Pemerintahan

MBG Bakso di Yayasan Nurul Ijtihad Blaban Pamekasan Tuai Protes Keras Wali Murid

Jumat, 28 Nov 2025 - 08:19 WIB

Direktur PT Empat Sekawan Mulya, Suhaydi.

Politik dan Pemerintahan

Makin Melesat di Kancah Global, PT ESM Kembali Ekspor Jutaan Batang Rokok

Kamis, 27 Nov 2025 - 21:45 WIB