Selain Serobot Tanah, Banyak Pohon Warga di Bulangan Barat Pamekasan Ditebang Oknum Tanpa Izin

- Wartawan

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pohon warga di jalan raya Bulangan Barat yang ditebang tanpa izin.

Pohon warga di jalan raya Bulangan Barat yang ditebang tanpa izin.

PAMEKASAN, MADURA HARI INI. Banyak pohon Alpukat, Jati, Mahoni, Akasia di sepanjang Jalan Raya Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura, dilaporkan warga ke aparat berwenang.

Pasalnya, penebangan itu diduga dilakukan tanpa izin resmi dari pihak terkait.

Beberapa warga sekitar mengaku kecewa dan menilai tindakan tersebut merugikan mereka.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, sebagian warga menuntut adanya ganti rugi karena pohon yang ditebang dianggap telah mereka rawat selama bertahun-tahun.

“Pohon itu kami tanam bersama sejak lama. Tiba-tiba ditebang tanpa pemberitahuan. Kami minta kejelasan dan ganti rugi,” ujar Syamsuri, salah satu warga Bulangan Barat, Sabtu (4/10/2025).

Penebangan tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku mendapat perintah dari pihak tertentu.

BACA JUGA :  Khofifah Apresiasi Kontribusi Prof. Safi’ dalam Memperkuat Jajaran Guru Besar di UTM Bangkalan

Sebelumnya, Pada Jumat siang (3/10/2025) kemarin, sejumlah warga di Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, mendatangi Mapolres setempat.

Sebanyak 8 warga yang melaporkan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kontraktor, bahkan Bupati Pamekasan atas dugaan penyerobotan tanah akibat pengerjaan proyek pelebaran jalan di jalan raya Bulangan Barat-Tlagah.

Laporan warga itu dilayangkan ke Polres karena pekerjaan proyek jalan itu diduga menyerobot tanahnya yang telah memiliki sertifikat resmi.

“Kami masyarakat merasa dirugikan atas pengerjaan pelebaran jalan yang banyak merusak pepohonan dan tanah kami,” ujar Syamsuri, salah satu pemilik tanah yang diserobot.

Sebagai pemilik tanah, Syamsuri dan kawan-kawannya, mengaku tidak pernah mendapatkan pemberitahuan dari Dinas PUPR atau pemerintah terkait atas pengerjaan proyek yang telah mengakibatkan tanahnya diserobot.

BACA JUGA :  Mensospema GP Ansor Jatim Salurkan Bantuan Tali Asih

“Sebagai pemilik tanah, tidak pernah izin kepada kami atau pemberitahuan kepada kami, kami terkejut mengapa bisa dirusak,” ucapnya.

Pihaknya dengan warga lainnya, mengaku sempat menegur pihak pekerja, hasilnya sebagian pekerjaan pelebaran jalan disetop. Namun pihak pekerja katanya mengaku atas perintah H. Holil salah satu pengusaha rokok.

“Pada saat kami (warga) mendatangi pihak pekerja proyek, jawaban pihak pekerja katanya disuruh H. Holil,” ujarnya.

“Hasil protes tersebut, pekerjaan proyek yang menyorobot tanah kami tidak dilanjutkan. Namun tanah kami terlanjur diserobot dan kami merasa dirugikan atas tindakan tersebut,” tambahnya.

BACA JUGA :  ARPG Dukung Revisi UU BUMN Yang Akan Mengatur Larangan Wakil Menteri Rangkap Komisaris

Dikonfirmasi langsung, Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan membenarkan atas adanya laporan warga yang mengaku tanahnya diserobot akibat proyek jalan tersebut.

Pihaknya, menegaskan masih akan menunggu petunjuk dari pimpinannya sambil mempelajari bekas pelaporan warga tersebut.

“Kami masih menunggu petunjuk pimpinan, namun kami akan pelajari terlebih dahulu,” ucapnya singkat, di ruangannya, Polres Pamekasan.

Sementara, Kepala Dinas PUPR, Amin Jabir saa dihubungi belum merespon dan memberikan klarifikasi apapun atas adanya dugaan penyerobotan tanah warga tersebut.

Hasil penelusuran media ini, anggaran APBD atau Nilai Pagu Paket proyek pembangunan jalan Bulangan Barat-Tlagah itu sebesar Rp3,6 Miliar atau Rp3.699.998.000.00.

Penulis : Al

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pamekasan Menembus Pasar Dunia, PT ESM Resmi Ekspor Rokok ke Filipina
Demo AMPAS di Kantor Disdikbud Pamekasan Gagal Digelar Hari Ini
Dana Program Bansos dan PKH di Sampang Diduga Digelapkan, Aktivis Datangi Kantor Dinsos
Sempat Gembar-gembor, Formaasi Mendadak Batal Demo Dugaan Adanya Mafia MBG di Pamekasan
Beredar Video Keluarga Pasien RSUD di Sampang Ngamuk-ngamuk, Ternyata Ini Penyebabnya
Waduh, Sejumlah Agenda Aksi Unjuk Rasa Hari Ini di Pamekasan Mendadak Dibatalkan
Tak Ada Tawar Menawar, HMI Jatim Siap Bantu Aparat Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Bikin Kaget, Ada Perjanjian Khusus Program MBG di SDN Pasanggar 1 Pegantenan Pamekasan

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 16:15 WIB

Pamekasan Menembus Pasar Dunia, PT ESM Resmi Ekspor Rokok ke Filipina

Senin, 13 Oktober 2025 - 07:58 WIB

Demo AMPAS di Kantor Disdikbud Pamekasan Gagal Digelar Hari Ini

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 15:25 WIB

Selain Serobot Tanah, Banyak Pohon Warga di Bulangan Barat Pamekasan Ditebang Oknum Tanpa Izin

Rabu, 1 Oktober 2025 - 18:22 WIB

Dana Program Bansos dan PKH di Sampang Diduga Digelapkan, Aktivis Datangi Kantor Dinsos

Selasa, 30 September 2025 - 12:20 WIB

Sempat Gembar-gembor, Formaasi Mendadak Batal Demo Dugaan Adanya Mafia MBG di Pamekasan

Berita Terbaru

MBG di Blaban.

Politik dan Pemerintahan

MBG Bakso di Yayasan Nurul Ijtihad Blaban Pamekasan Tuai Protes Keras Wali Murid

Jumat, 28 Nov 2025 - 08:19 WIB

Direktur PT Empat Sekawan Mulya, Suhaydi.

Politik dan Pemerintahan

Makin Melesat di Kancah Global, PT ESM Kembali Ekspor Jutaan Batang Rokok

Kamis, 27 Nov 2025 - 21:45 WIB