SPPG Garuda Jaya Abadi Pamekasan Luruskan Menu MBG yang Disorot Tak Sesuai Standar

- Wartawan

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG Pamekasan Garuda Jaya Abadi.

SPPG Pamekasan Garuda Jaya Abadi.

PAMEKASAN, Madura Hari Ini — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Jungcangcang 2 dari dapur Garuda Jaya Abadi memberikan klarifikasi terkait viralnya menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai standar gizi.

Sorotan publik sebelumnya muncul setelah menu MBG di SMK Negeri 3 Pamekasan dipermasalahkan, dengan anggapan dapur penyedia tidak memenuhi standar penyajian makanan.

Kepala SPPG Pamekasan Jungcangcang 2 Garuda Jaya Abadi, Achmad Maulana, menjelaskan bahwa penggunaan menu biskuit malkis dilakukan atas permintaan pihak sekolah. Menurutnya, sebelumnya menu telur mendapat keluhan karena tidak dikonsumsi siswa.

“Kenapa menggunakan malkis bukan telur, itu berdasarkan permintaan dari pihak sekolah. Sebelumnya ada komplain bahwa telur tidak dimakan, bahkan diinjak-injak dan dilempar,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Ia menyebut menu tersebut kemudian menjadi viral setelah diunggah oleh oknum guru. Padahal, menurutnya, pihak sekolah dan penanggung jawab program tidak mempermasalahkan menu yang disajikan.

“Kami sudah bertemu dengan oknum guru tersebut. Yang kami sayangkan, kenapa masih diviralkan kembali, sementara sekolah tidak mempermasalahkan,” katanya.

BACA JUGA :  Waduh! Camat ini Diminta Mundur Gegara Dinilai tak Mampu Akomodir Kebutuhan Warga

Sementara itu, mitra SPPG Pamekasan Jungcangcang 2, Renaldi Setiawan Susanto, menilai persoalan tersebut seharusnya bisa diselesaikan melalui komunikasi terbuka. Ia menegaskan pihak dapur siap menerima klarifikasi kapan pun.

“Bagi kami sederhana, monggo tabayyun dan klarifikasi. Dapur kami terbuka 24 jam untuk menjelaskan terkait menu yang disajikan,” tuturnya.

Di sisi lain, ahli gizi SPPG Pamekasan Jungcangcang 2, Ika Satria Bela, mengakui bahwa secara standar gizi penggunaan malkis memang tidak ideal. Namun ia menekankan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan dengan pihak sekolah.

BACA JUGA :  Pantesan! Guru Soroti SPPG Kangenan Pamekasan: Menu MBG Monoton dan Tak Sesuai Anggaran

“Secara standar gizi, penggunaan malkis memang tidak sesuai. Tapi itu atas permintaan sekolah. Kalau telur diberikan tapi tidak dimakan, gizinya juga tidak masuk ke tubuh siswa,” jelasnya.

SPPG berharap polemik tersebut dapat diselesaikan secara dialogis agar program MBG tetap berjalan optimal dan tujuan pemenuhan gizi siswa dapat tercapai.

Berita Terkait

BMM Kritik Kepemimpinan Bupati Pamekasan Lewat Acara Seminar “Poligami Anggaran dan Etika”
Menkop Kukuhkan KITMAS Pamekasan Sebagai Koperasi Tembakau Pertama di Indonesia
PWI Pamekasan Semarakkan Puncak HPN 2026 dengan Talkshow Pentahelix
Kang Ojol, Becak hingga Jukir di Sumenep Bahagia Terima Sembako dari Yayasan BIP
Subhanallah, Yayasan BIP Santuni Ribuan Anak Yatim di Sumenep
Ini Syarat Pengambilan Motor yang Terjaring Razia Polres Pamekasan
Tipidkor Polres Pamekasan Disorot, Kasus Perusakan Lahan Tak Kunjung Naik Tahap Penyidikan
Direktur CV Dzarrin Putra Utama Mangkir dari Panggilan Polres Pamekasan, Masalah Perusakan Tanah Warga Tersendat

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:27 WIB

BMM Kritik Kepemimpinan Bupati Pamekasan Lewat Acara Seminar “Poligami Anggaran dan Etika”

Minggu, 22 Februari 2026 - 02:12 WIB

Menkop Kukuhkan KITMAS Pamekasan Sebagai Koperasi Tembakau Pertama di Indonesia

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:24 WIB

PWI Pamekasan Semarakkan Puncak HPN 2026 dengan Talkshow Pentahelix

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:36 WIB

SPPG Garuda Jaya Abadi Pamekasan Luruskan Menu MBG yang Disorot Tak Sesuai Standar

Senin, 16 Februari 2026 - 12:49 WIB

Kang Ojol, Becak hingga Jukir di Sumenep Bahagia Terima Sembako dari Yayasan BIP

Berita Terbaru

Wabendum Bidang Politik & Demokrasi Badko HMI Jawa Timur (Hasbullah).

Karya

Menjaga Amanat Konstitusi di Tengah Gejolak Global

Senin, 2 Mar 2026 - 19:16 WIB