PAMEKASAN, Madura Hari Ini — Rencana aksi demonstrasi yang akan digelar pada Senin, 27 April 2026, di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan mulai menjadi perhatian publik. Informasi tersebut mencuat setelah beredarnya pamflet aksi di berbagai platform media sosial.
Aksi tersebut akan digelar oleh Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formaasi) bersama Tim Pencari Fakta Nusantara (TPF-N). Kedua organisasi ini disebut akan membawa sejumlah isu yang dinilai krusial dalam penegakan hukum di wilayah Pamekasan.
Berdasarkan isi pamflet yang beredar, terdapat tiga persoalan utama yang akan menjadi fokus tuntutan. Pertama, dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun anggaran 2025 yang saat ini telah ditangani oleh Kejari Pamekasan.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua, dugaan ketidakadilan dalam penetapan tersangka pada kasus korupsi di Pegadaian Syariah Pamekasan, yang oleh massa aksi disebut sebagai “tebang pilih”.
Ketiga, terkait dugaan belum optimalnya penanganan pengembalian kerugian negara dalam proyek pembangunan Perpustakaan M. Tabrani yang hingga kini belum rampung.
Ketua Tim Pencari Fakta Nusantara (TPF-N), Boby Ferwandi, membenarkan rencana aksi tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan pemberitahuan resmi kepada Kejari Pamekasan.
“Benar, kami akan menggelar aksi besok dengan membawa tiga isu tersebut. Ini bentuk kontrol sosial terhadap proses penegakan hukum,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Boby berharap Kejari Pamekasan dapat melakukan evaluasi serta perbaikan dalam proses penanganan perkara, sekaligus merespons tuntutan yang akan disampaikan oleh massa aksi.
Aksi ini diperkirakan akan melibatkan sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat sebagai bentuk dorongan terhadap transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum di Kabupaten Pamekasan.











