PAMEKASAN, MADURA HARI INI — Desakan terhadap Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kian menguat.
Keduanya diminta turun tangan menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga bersumber dari bisnis rokok ilegal di Madura.
Isu ini mencuat setelah sejumlah merek rokok tanpa cukai beredar bebas di wilayah Pamekasan, Sampang, hingga Sumenep.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah aktivis menyoroti nama seorang pengusaha berinisial HM, yang kerap dijuluki “Sultan Madura” di Sumenep, lantaran memiliki jaringan bisnis besar namun disebut-sebut terkait aktivitas produksi dan distribusi rokok ilegal.
Salah satu rokok ilegal yang dimiliki Sultan Madura berinisial HM itu disebut-sebut yakni Rokok merek GICO yang tembus lintas provinsi dan lolos penindakan.
Sejumlah aktivis antikorupsi mendesak PPATK untuk membuka data transaksi mencurigakan yang diduga berkaitan dengan bisnis tersebut.
Mereka menilai, maraknya rokok ilegal bukan sekadar pelanggaran cukai, tetapi sudah mengarah pada praktik pencucian uang.
“Kalau PPATK serius, tentu mudah menelusuri aliran dana dari bisnis gelap ini. Transaksi jual-beli rokok ilegal jelas meninggalkan jejak, apalagi kalau masuk ke aset dan rekening pribadi,” ujar Khoirul Ramadan seorang aktivis di Madura, Senin (6/10/2025).
Selain PPATK, publik juga menantang Kemenkeu melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk berani mengaudit kekayaan dan aset yang diduga berasal dari hasil bisnis ilegal tersebut.
Banyak pihak menilai, lemahnya penegakan hukum justru membuat jaringan rokok ilegal tumbuh subur dengan perlindungan “orang kuat” di daerah.
“Ini bukan hanya soal cukai yang tak dibayar. Ini potensi money laundering besar. Kalau negara takut audit aset HM, artinya penegakan hukum kita masih pilih kasih,” tegasnya.
Diketahui, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan menertibkan produksi dan peredaran rokok ilegal atau tak bercukai, baik dari luar maupun yang berasal dari dalam negeri.
“Kepentingan para produsen rokok dan para pegawai di industri rokok kita jaga dengan memastikan nggak ada produk-produk ilegal lagi. Itu enggak gampang tapi pasti kita bisa bereskan,” tegas Purbaya.
Penulis : Al











