MADURA HARI INI | PAMEKASAN. Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan belum memanggil pihak Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Bunda Madura.
Hal itu buntut pasien ibu berinisial QQ (29) warga Kecamatan Pakong, yang mengalami pendarahan usai operasi sesar dan masalah serius setelah dilakukan operasi pengangkatan rahim.
Kasus tersebut oleh pihak keluarga dinilai fatal dan kini menjadi perhatian serius masyarakat di Pamekasan, terutama mengenai penanganan pasien persalinan di Rumah Sakit Swasta tersebut.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Mustafa Afif menyampaikan bahwa pihaknya masih memerlukan informasi utuh dari kejadian tersebut sebelum melakukan pemanggilan.
“Masalah ini sempat menjadi catatan. Kami masih perlu mengumpulkan informasi utuh dan didiskusikan di internal komisi IV,” kata Afif dikonfirmasi di kantornya, Jumat (26/6/2026) sore.
Berdasarkan informasi yang diterimanya sementara, lanjut Afif, ibu 29 tahun itu kabarnya sempat mengalami pendarahan akibat operasi sesar dan ususnya bermasalah usai tindakan operasi pengangkatan rahim.
Selain itu, pihak keluarga pasien mengaku dipersulit pada saat meminta rekam medis.
“Di RSIA Puri Bunda katanya dipersulit saat minta rekam medis, sementara di RSUD Dr. Soetomo Surabaya rekam medis langsung diberikan,” ujar Kader Nasdem tersebut.
Diketahui, QQ awalnya menjalani operasi sesar di RSIA Puri Bunda Madura untuk proses persalinan. Namun setelah tindakan tersebut, pasien mengalami pendarahan hebat yang mengharuskannya menjalani operasi lanjutan berupa pengangkatan rahim.
Ironisnya, kondisi kesehatan QQ justru tidak kunjung membaik. Ia kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pasien kembali menjalani tindakan medis. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, ditemukan persoalan lain, ternyata bukan masalah pada rahim, melainkan usus yang melintir. Karena itu, pihak keluarga mempertanyakan tindakan pengangkatan rahim yang dilakukan sebelumnya.
Selain mempersoalkan tindakan medis, pihak keluarga juga mengaku mengalami kesulitan saat meminta rekam medis pasien dari pihak RSIA Puri Bunda Madura. Hal itu berbeda dengan di RSUD Dr. Soetomo yang langsung diberikan rekam medisnya.
Pihak keluarga saat ini tengah menunggu keadilan dan pertanggung jawaban dari pihak Rumah sakit.











