Komisi IV DPRD Pamekasan Belum Panggil Pihak RSIA Puri Bunda Madura, Kasus Operasi Angkat Rahim

- Wartawan

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mustafa Afif Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan.

Mustafa Afif Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan.

MADURA HARI INI | PAMEKASAN. Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan belum memanggil pihak Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Bunda Madura.

Hal itu buntut pasien ibu berinisial QQ (29) warga Kecamatan Pakong, yang mengalami pendarahan usai operasi sesar dan masalah serius setelah dilakukan operasi pengangkatan rahim.

Kasus tersebut oleh pihak keluarga dinilai fatal dan kini menjadi perhatian serius masyarakat di Pamekasan, terutama mengenai penanganan pasien persalinan di Rumah Sakit Swasta tersebut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Mustafa Afif menyampaikan bahwa pihaknya masih memerlukan informasi utuh dari kejadian tersebut sebelum melakukan pemanggilan.

BACA JUGA :  Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State

“Masalah ini sempat menjadi catatan. Kami masih perlu mengumpulkan informasi utuh dan didiskusikan di internal komisi IV,” kata Afif dikonfirmasi di kantornya, Jumat (26/6/2026) sore.

Berdasarkan informasi yang diterimanya sementara, lanjut Afif, ibu 29 tahun itu kabarnya sempat mengalami pendarahan akibat operasi sesar dan ususnya bermasalah usai tindakan operasi pengangkatan rahim.

Selain itu, pihak keluarga pasien mengaku dipersulit pada saat meminta rekam medis.

BACA JUGA :  Polisi Mulai Periksa Korban dan Terduga Pelaku Bullying SMP 2 Pademawu Pamekasan

“Di RSIA Puri Bunda katanya dipersulit saat minta rekam medis, sementara di RSUD Dr. Soetomo Surabaya rekam medis langsung diberikan,” ujar Kader Nasdem tersebut.

Diketahui, QQ awalnya menjalani operasi sesar di RSIA Puri Bunda Madura untuk proses persalinan. Namun setelah tindakan tersebut, pasien mengalami pendarahan hebat yang mengharuskannya menjalani operasi lanjutan berupa pengangkatan rahim.

Ironisnya, kondisi kesehatan QQ justru tidak kunjung membaik. Ia kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pasien kembali menjalani tindakan medis. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, ditemukan persoalan lain, ternyata bukan masalah pada rahim, melainkan usus yang melintir. Karena itu, pihak keluarga mempertanyakan tindakan pengangkatan rahim yang dilakukan sebelumnya.

BACA JUGA :  Tersangka Intimidasi Wartawan JTV Belum Disidangkan, Berkas Baru Dilimpahkan Polres Pamekasan ke Jaksa

Selain mempersoalkan tindakan medis, pihak keluarga juga mengaku mengalami kesulitan saat meminta rekam medis pasien dari pihak RSIA Puri Bunda Madura. Hal itu berbeda dengan di RSUD Dr. Soetomo yang langsung diberikan rekam medisnya.

Pihak keluarga saat ini tengah menunggu keadilan dan pertanggung jawaban dari pihak Rumah sakit.

Berita Terkait

Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Founder BIP Buka Suara
Punya Suara Emas, Ini Profil Ari Sampang DA8
Kasus Mobil Dinas Bapperida Pamekasan, Polres Segera Limpahkan ke Inspektorat Daerah
Ini Alasan Mendasar Ribuan Relawan SPPG di Pamekasan Minta Program MBG Tak Disetop
Pendemo Minta Bupati Pamekasan Perhatikan Janda Pengangguran, Relawan : MBG Harus Tetap Lanjut
Demo Panas! Massa Terobos Ruang Sekda, Kasubag Umum Bantah Pernah Buat Surat Tugas Bupati Pamekasan
Proyek Mangkrak, Masyarakat Datangi Kantor Dinas PUPR Pamekasan Kasus Jalan Tlagah-Bulangan Barat
Waduh! Rumah Sakit Swasta RSIA Puri Bunda Madura Resmi Dilaporkan, Kasus Angkat Rahim

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:24 WIB

Punya Suara Emas, Ini Profil Ari Sampang DA8

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:50 WIB

Kasus Mobil Dinas Bapperida Pamekasan, Polres Segera Limpahkan ke Inspektorat Daerah

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:22 WIB

Ini Alasan Mendasar Ribuan Relawan SPPG di Pamekasan Minta Program MBG Tak Disetop

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:14 WIB

Pendemo Minta Bupati Pamekasan Perhatikan Janda Pengangguran, Relawan : MBG Harus Tetap Lanjut

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:25 WIB

Demo Panas! Massa Terobos Ruang Sekda, Kasubag Umum Bantah Pernah Buat Surat Tugas Bupati Pamekasan

Berita Terbaru

Fahrur Rozi - CO Div. Litbang Dewan Pengurus Pusat FKMSB Nasional.

Karya

Harga Sebuah Persatuan

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:18 WIB