Soroti Operasi Angkat Rahim di RSIA Puri Bunda Madura, Ibu 29 Tahun Alami Pendarahan dan Masalah Serius

- Wartawan

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halaman RSIA Puri Bunda Madura.

Halaman RSIA Puri Bunda Madura.

MADURA HARI INI | PAMEKASAN – Kasus dugaan malapraktik kembali mencuat di Kabupaten Pamekasan, Madura. Seorang pasien berinisial QQ (29), warga Kecamatan Pakong, dikabarkan mengalami kondisi yang memprihatinkan setelah menjalani operasi sesar di RSIA Puri Bunda Madura.

Menurut keterangan keluarga, QQ awalnya menjalani operasi sesar untuk proses persalinan. Namun setelah tindakan tersebut, pasien mengalami pendarahan hebat yang mengharuskannya menjalani operasi lanjutan berupa pengangkatan rahim.

Ironisnya, kondisi kesehatan QQ justru tidak kunjung membaik. Ia kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus tersebut menjadi sorotan publik setelah keluarga korban bersama puluhan massa yang tergabung dalam organisasi Pemuda Indonesia Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Kamis (25/6/2026) pagi.

Koordinator aksi sekaligus Ketua Pemuda Indonesia Jawa Timur, Imam Arifin, menyatakan bahwa QQ awalnya hanya menjalani operasi sesar. Namun karena mengalami pendarahan hebat, pasien kemudian kembali menjalani operasi pengangkatan rahim.

BACA JUGA :  Dugaan Ternak Pita PR Daun Alami, Forkot Gagal Audiensi Usai Dihadang Satpam Bea Cukai Madura

“QQ dioperasi sesar, kemudian mengalami pendarahan hebat dan dilakukan operasi pengangkatan rahim,” ujar Imam saat menyampaikan orasinya.

Menurut Imam, setelah dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pasien kembali menjalani tindakan medis. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, kata dia, ditemukan persoalan lain yang diduga menjadi penyebab kondisi pasien.

“Setelah dilakukan tindakan di Surabaya, ternyata bukan masalah pada rahim, melainkan usus yang melintir. Karena itu, pihak keluarga mempertanyakan tindakan pengangkatan rahim yang dilakukan sebelumnya,” ungkapnya.

Selain mempersoalkan tindakan medis, pihak keluarga juga mengaku mengalami kesulitan saat meminta rekam medis pasien dari pihak rumah sakit.

“Di RSUD Dr. Soetomo, saat pasien pulang rekam medis langsung diberikan. Namun ketika meminta dokumen yang sama di sini, kami merasa dipersulit,” katanya.

BACA JUGA :  Sumber Bungur Raih Prestasi Eco Pesantren Kategori Pratama Jatim Environment Community Award 2025

Dalam tuntutannya, massa meminta RSIA Puri Bunda Madura segera membuka dan menyerahkan dokumen rekam medis lengkap pasien kepada keluarga sesuai prosedur yang berlaku.

Mereka juga mendesak adanya pertanggungjawaban atas dugaan kerugian material maupun dampak kesehatan yang dialami pasien.

Tak hanya itu, massa juga meminta Dinas Kesehatan Pamekasan melakukan inspeksi mendadak terhadap rumah sakit serta mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam pelayanan medis.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan, Avira Sulistyowati, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi awal bersama tim yang melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan pihak rumah sakit.

Menurutnya, proses penelusuran kasus masih berlangsung dan akan dilanjutkan dengan koordinasi ke Surabaya sebelum hasil investigasi diumumkan secara resmi.

“Hasilnya belum bisa kami sampaikan saat ini. Nanti akan kami informasikan secara resmi setelah dilakukan konsolidasi dengan komite medik di tingkat provinsi,” jelas Avira.

BACA JUGA :  Gegara Lapor Polisi usai Lahan Dirusak, Sunama Warga Camplong Sampang Ngaku Dapat Ancaman

Terkait permintaan keluarga terhadap rekam medis pasien, Avira menyebut terdapat ketentuan yang mengatur akses terhadap isi dokumen tersebut.

“Isi rekam medis memiliki aturan tersendiri dan saat ini masih menjadi bagian dari proses yang ditangani bersama komite terkait di tingkat provinsi,” terangnya.

Sementara itu, Humas RSIA Puri Bunda Madura, Sari Purwati, menyatakan bahwa pihak rumah sakit telah menyerahkan seluruh data dan dokumen yang diperlukan kepada Dinas Kesehatan Pamekasan.

“Semua sudah kami laporkan ke Dinas Kesehatan dan sudah dipaparkan dalam forum yang berlangsung saat aksi tadi,” singkatnya.

Hingga berita ini diterbitkan, proses investigasi atas dugaan malapraktik tersebut masih berjalan. Keluarga korban berharap ada kejelasan dan transparansi terkait tindakan medis yang dialami QQ, termasuk akses terhadap dokumen rekam medis yang mereka butuhkan.

Berita Terkait

Polisikan Dugaan Penyalahgunaan Mobil Dinas Bapperida Pamekasan, Sejumlah Pihak Akan Dipanggil
Ketua Dewan Merasa Ditipu Korwil BGN Pamekasan saat Demo PMII
Merasa Difitnah Jadi Ikut Tergugat, Pria di Pamekasan Siap Bongkar Fakta soal Plang Lelang
Aktivis BMM Desak Usut Dugaan Pungli Bimtek, Kadisdukcapil Pamekasan Sebut Uang Sudah Habis
Hasil Sidak, Satgas MBG Pamekasan Apresiasi Kinerja Dapur SPPG Pangorayan Proppo
Harapan Baru Warga Binaan Lapas Pamekasan, BIP Dorong Rp2 Miliar untuk Bekal Usaha
Mantap! Program Pamekasan Bersih, Wabup Sukriyanto Pimpin Kerja Bakti
Diklaim Tak Sesuai Standar, SPPG Proppo Pamekasan Beri Penjelasan soal Menu Kebab MBG

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:05 WIB

Soroti Operasi Angkat Rahim di RSIA Puri Bunda Madura, Ibu 29 Tahun Alami Pendarahan dan Masalah Serius

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:11 WIB

Polisikan Dugaan Penyalahgunaan Mobil Dinas Bapperida Pamekasan, Sejumlah Pihak Akan Dipanggil

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:39 WIB

Ketua Dewan Merasa Ditipu Korwil BGN Pamekasan saat Demo PMII

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:17 WIB

Merasa Difitnah Jadi Ikut Tergugat, Pria di Pamekasan Siap Bongkar Fakta soal Plang Lelang

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:18 WIB

Aktivis BMM Desak Usut Dugaan Pungli Bimtek, Kadisdukcapil Pamekasan Sebut Uang Sudah Habis

Berita Terbaru