Makin Panas! Owner PR Subur Jaya HJS Pamekasan Didesak Klarifikasi Terbuka dan Diminta Diperiksa, Ada Apa?

- Wartawan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masaa berseragam buruh HJS bawa pentungan kayu.

Masaa berseragam buruh HJS bawa pentungan kayu.

PAMEKASAN – Madura Hari Ini.
Desas-desus di kalangan aktivis Pamekasan kian menguat menyusul rencana langkah bersama lintas organisasi untuk mempersoalkan aksi ratusan buruh rokok PR Subur Jaya HJS yang diduga membawa pentungan kayu saat menghadang aksi demonstrasi LSM Aspirasi Rakyat Bersatu (A1) menuju Polres Pamekasan, Selasa (27/1/2026).

Peristiwa tersebut terjadi ketika LSM A1 hendak menyampaikan aspirasi terkait dugaan peredaran rokok ilegal merek HJS. Namun, massa buruh rokok PR Subur Jaya HJS bersama petani tembakau justru turun ke jalan dan berupaya menghadang rombongan aksi.

Mereka bergerak dari kantor HJS Pamekasan, ke arek Lancor, kemudian menuju Kantor Bakesbangpol Pamekasan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi sempat memanas setelah sejumlah buruh terlihat membawa pentungan kayu. Bahkan, dalam kondisi yang tidak terkendali, mereka diduga sempat salah sasaran dan membahayakan keselamatan aktivis lain yang pada waktu bersamaan hendak melakukan demonstrasi ke Kantor Bapperida Pamekasan, termasuk pemilik perangkat sound system.

BACA JUGA :  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Sejumlah aktivis menilai pergerakan massa buruh rokok tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan resmi kepada pihak kepolisian dan berpotensi membahayakan keselamatan publik. Aksi membawa benda tumpul di ruang terbuka dinilai sebagai ancaman serius terhadap keamanan dan berpotensi melanggar hukum.

“Sikap koordinator buruh rokok HJS mencederai iklim demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. Apalagi tindakan membawa pentungan itu berpotensi melanggar hukum dan sempat salah sasaran,” ujar Khoirul Ramadhan, Rabu (28/1/2026).

Aktivis mendesak pemilik PR Subur Jaya HJS untuk memberikan klarifikasi terbuka atas tindakan para pekerjanya yang bergerak mencari aktivis LSM dengan membawa pentungan kayu.

Tak hanya itu, beredar informasi bahwa sejumlah aktivis lintas organisasi di Pamekasan akan mendesak Kapolres Pamekasan agar memanggil dan meminta klarifikasi Koordinator Buruh HJS yang disebut bernama Junaidi, guna mempertanggungjawabkan gerakan massa yang dinilai meresahkan tersebut.

BACA JUGA :  Forkot Akan Gelar Aksi di Disperindag Pamekasan, Desak Penghentian Proyek SIHT dan Toko Modern

“Kami mendesak Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto agar segera memeriksa Junaidi beserta pimpinan HJS terkait gerakan buruh yang membawa benda berbahaya di ruang publik,” tegas Abdussalam Marhen.

Sementara itu, Junaidi selaku Koordinator Buruh HJS dan petani tembakau di Pamekasan mengakui bahwa aksi tersebut dilakukan secara spontan. Ia juga membenarkan tidak adanya pemberitahuan resmi kepada Polres Pamekasan.

“Kami spontan, ratusan buruh HJS dan petani turun mencari oknum LSM yang mau demo ke Polres dan HJS. Kami terusik dengan banyaknya oknum LSM,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pemilik PR HJS Subur Jaya terkait aksi ratusan buruh rokoknya tersebut.

Dugaan Pelanggaran Rokok HJS

Sebagai informasi, LSM A1 sebelumnya telah melayangkan surat pemberitahuan aksi demonstrasi bernomor 13/A1.01/2026 yang ditandatangani Koordinator Lapangan (Korlap) Junaidi. Dalam surat tersebut, LSM A1 memuat empat poin dugaan pelanggaran, yakni:

BACA JUGA :  Aksi Kompak Gubernur, Kapolda, dan Pangdam di Kutai Timur: Tunjukkan Soliditas, Bagikan Bantuan, dan Hadiri MTQ!

Produksi rokok HJS Sigaret Kretek Mesin (SKM) berisi 20 batang yang diduga diedarkan menggunakan pita cukai Sigaret Kretek Tangan (SKT) isi 12 batang.

Dugaan peredaran rokok ilegal, di antaranya produk Just Mild dan Just Full yang ditemukan beredar di pasaran tanpa pita cukai resmi (rokok polos), serta dugaan penggunaan pita cukai palsu dan salah personalisasi.

Dugaan kerugian negara dan persaingan usaha tidak sehat akibat penghindaran kewajiban pembayaran cukai dan pajak rokok, yang berdampak langsung pada pendapatan negara serta merugikan pelaku usaha rokok yang taat hukum.

Dugaan pelanggaran penetapan harga, karena produk tersebut dijual jauh di bawah Harga Jual Eceran (HJE) yang telah ditetapkan pemerintah.

Berita Terkait

Tipidkor Polres Pamekasan Disorot, Kasus Perusakan Lahan Tak Kunjung Naik Tahap Penyidikan
Direktur CV Dzarrin Putra Utama Mangkir dari Panggilan Polres Pamekasan, Masalah Perusakan Tanah Warga Tersendat
Puluhan LSM Pamekasan Ingatkan Bupati Tak Blunder Ladeni Oknum yang Mengatasnamakan Buruh Rokok
Besok Kantor DPRD Pamekasan Akan Dikepung Aktivis, Masalah Dana Pokir 45 Anggota Dewan
JMP Beri Kado Istimewa untuk Ketua PWI Pamekasan usai Jadi Asesor Dewan Pers
Demo Ribuan Buruh di Pamekasan, Tekan Pemerintah dan Polisi Persempit Ruang Gerak Oknum LSM
Warga Bulangan Barat Geram, Kasus Pengrusakan Lahan Hampir 6 Bulan Mandek di Polres Pamekasan
Wanita Hilang di Pamekasan, Kondisi Rumah Acak-Acakan

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:34 WIB

Tipidkor Polres Pamekasan Disorot, Kasus Perusakan Lahan Tak Kunjung Naik Tahap Penyidikan

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:46 WIB

Direktur CV Dzarrin Putra Utama Mangkir dari Panggilan Polres Pamekasan, Masalah Perusakan Tanah Warga Tersendat

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:03 WIB

Puluhan LSM Pamekasan Ingatkan Bupati Tak Blunder Ladeni Oknum yang Mengatasnamakan Buruh Rokok

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:12 WIB

Besok Kantor DPRD Pamekasan Akan Dikepung Aktivis, Masalah Dana Pokir 45 Anggota Dewan

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:50 WIB

JMP Beri Kado Istimewa untuk Ketua PWI Pamekasan usai Jadi Asesor Dewan Pers

Berita Terbaru