Forkot Ungkap Dugaan CV Istri Pejabat Kendalikan Proyek DPRKP Pamekasan

- Wartawan

Kamis, 11 September 2025 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan, Madura Hari ini – Forum Kota (Forkot) Pamekasan kembali akan turun ke jalan. Setelah sebelumnya menggelar aksi di Kantor DPRKP pada Selasa (9/9/2025), Forkot memastikan bakal menggelar aksi lanjutan di depan Kantor Bupati Pamekasan, Senin (15/9/2025).

Rencana aksi ini digelar menyusul hasil kajian Forkot yang menemukan adanya dugaan monopoli, nepotisme, hingga praktik pokok pikiran (Pokir) siluman di lingkungan DPR-KP. Mereka mengungkap indikasi kejanggalan dalam 714 paket proyek dengan nilai fantastis mencapai Rp104,8 miliar.

BACA JUGA :  Polisi Bagikan Makanan ke Ratusan Korban Terdampak Banjir di Jakarta

Korlap aksi, Samsul Arifin, menegaskan bahwa praktik dugaan monopoli tersebut tidak hanya melibatkan internal DPR-KP, melainkan juga menyeret sejumlah pejabat strategis Pemkab Pamekasan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bupati Pamekasan harus bertanggung jawab karena dinilai kecolongan menjaga praktik dugaan monopoli dan nepotisme dalam lingkup DPR-KP. Kami juga menduga adanya peran Kepala BPKAD dan Kepala Bappeda dalam meloloskan pokir siluman,” tegas Samsul dalam surat aksi yang diterima redaksi.

BACA JUGA :  Peran dan Kewenangan MPR dan DPR RI Pada Era Orde Lama, Orde Baru dan Orde Reformasi

Forkot bahkan menuding Kepala Dinas DPR-KP Pamekasan membiarkan konsultan proyek menggunakan CV atas nama istri salah satu pejabat internal bernama Taufik. Dugaan permainan itu disebut merambah hingga ke tahap konsultasi dan perencanaan proyek.

Aksi akan digelar Senin (15/9/2025) mulai pukul 09.30 WIB. Massa sekitar 45 orang dijadwalkan berkumpul di titik kumpul ARLAN sebelum bergerak menuju Kantor Bupati Pamekasan.

BACA JUGA :  Kabar Terbaru Laporan Pengerusakan Mangrove di Tanjung, Polres Pamekasan Periksa 170 Nelayan

Forkot juga mendesak sejumlah pihak untuk hadir dan bertanggung jawab, di antaranya Ketua DPRD Pamekasan, Kepala Dinas DPR-KP, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, serta Badan Anggaran DPRD.

“Pokir siluman ini harus dibongkar agar tidak terus merugikan rakyat Pamekasan,” tegas Gerrard Forkot.

 

Berita Terkait

Dilantik Jadi Kepala Bapperida Pamekasan, Dodid Fokus Selaraskan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan Pusat
Dinilai Merendahkan Profesi, PWI se-Madura Tolak Keras Labeling ‘Londo Ireng’ terhadap Wartawan
Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu
Di Tangan Bupati Kholilurrahman, Pamekasan Banjir Jabatan Plt, Masyarakat Mulai Ragu
Aktivis BMM Desak Usut Dugaan Pungli Bimtek, Kadisdukcapil Pamekasan Sebut Uang Sudah Habis
Rawan Dikorupsi, Anggaran Pengadaan Hand Tractor DKPP Sumenep Tembus Rp1,9 Miliar 
Mantap! Program Pamekasan Bersih, Wabup Sukriyanto Pimpin Kerja Bakti
Laporkan, Pemkab Siap Rekomendasikan Penutupan SPPG Bermasalah di Sampang ke BGN

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:47 WIB

Dilantik Jadi Kepala Bapperida Pamekasan, Dodid Fokus Selaraskan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan Pusat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:15 WIB

Dinilai Merendahkan Profesi, PWI se-Madura Tolak Keras Labeling ‘Londo Ireng’ terhadap Wartawan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:25 WIB

Ngaku Habis Rp38 Miliar Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, H Her : Tak Usah Ganti Uang Saya Itu

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:16 WIB

Di Tangan Bupati Kholilurrahman, Pamekasan Banjir Jabatan Plt, Masyarakat Mulai Ragu

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:18 WIB

Aktivis BMM Desak Usut Dugaan Pungli Bimtek, Kadisdukcapil Pamekasan Sebut Uang Sudah Habis

Berita Terbaru