Diduga Keracunan MBG, 29 Siswa Dilarikan ke Puskesmas

- Wartawan

Jumat, 7 November 2025 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan, Madura Hari ini – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan gizi pelajar justru memunculkan persoalan di Kabupaten Pamekasan, Kamis (6/11/2025).

Sebanyak 17 siswa MTs Al-Ula dan tiga pelajar MA Al-Islamiyah Blumbungan, Kecamatan Larangan, diduga mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap menu MBG.

Kepala MTs Al-Ula, Moh. Dahri, menjelaskan bahwa makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 07.00 WIB dan dibagikan kepada 394 siswa pada pukul 09.30 WIB. Beberapa jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual, sakit perut, dan muntah.

“Sekitar jam tiga sore mulai ada yang muntah dan mencret, mungkin karena makanannya terlalu pedas. Total 29 siswa dibawa ke puskesmas, tapi yang benar-benar muntah hanya sekitar 17 orang,” ungkap Dahri, Jumat (7/11/2025).

Menurutnya, para siswa yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Larangan sudah diperbolehkan pulang pada malam harinya.

BACA JUGA :  Waduh! Beredar Kabar Pengusaha Rokok Bodong Tiarap, Satgas Nasional Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal Bergerak

“Sekitar jam setengah sepuluh malam mereka sudah pulang, dan hari ini (Jumat) semuanya sudah kembali beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Sementara itu, pihak penyedia menu MBG dari Yayasan Humairoh Sejahtera Blumbungan, Ahmad Munawir, mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan tersebut.

“Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Tidak bisa langsung disimpulkan dari makanan MBG, karena berdasarkan informasi yang kami terima, sore harinya siswa juga sempat makan rujak di pondok,” jelasnya.

BACA JUGA :  "Gudang Mati, Pita Cukai Jalan Terus – Ada Apa dengan PR Putra Madura Sejati?"

Kasus ini menjadi sorotan publik karena program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam peningkatan asupan gizi siswa di lembaga pendidikan.

Pihak sekolah dan penyedia makanan kini menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Pamekasan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden dugaan keracunan ini. (ts)

Berita Terkait

Bea Cukai Madura Memburu Topan, DPO Diterbitkan 19 Agustus 2026
GSM-P Soroti Penanganan Kasus Rokok Bodong, Desak Bea Cukai Tindak Sosok ATK atau T
Yayasan Cendekia Pemerhati Cukai Indonesia Soroti Kontruksi Penanganan Kasus di BC Madura
Aktivis FAMAS Desak Bea Cukai Madura Tangkap ATK yang Diduga Dalang Peredaran Rokok Ilegal
Jadi DPO, Pria Asal Sampang Tersangka Dugaan Pencurian Rp55 Juta Diburu Polres Pamekasan
7 Hari Usai Penggeledahan Tak Muncul Tersangka, Masyarakat Akan Bawa Kotoran Sapi ke Kantor Kejari Pamekasan
Asik Geledah Tanpa Adanya Tersangka, Masyarakat Mulai Ragukan Langkah Kepala Kejari Pamekasan
Korban Buka Sayembara Rp20 Juta yang Bisa Serahkan Mantan Pegawai BRI Pamekasan 6 Tahun Buron

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Bea Cukai Madura Memburu Topan, DPO Diterbitkan 19 Agustus 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:35 WIB

GSM-P Soroti Penanganan Kasus Rokok Bodong, Desak Bea Cukai Tindak Sosok ATK atau T

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Yayasan Cendekia Pemerhati Cukai Indonesia Soroti Kontruksi Penanganan Kasus di BC Madura

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Aktivis FAMAS Desak Bea Cukai Madura Tangkap ATK yang Diduga Dalang Peredaran Rokok Ilegal

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:58 WIB

Jadi DPO, Pria Asal Sampang Tersangka Dugaan Pencurian Rp55 Juta Diburu Polres Pamekasan

Berita Terbaru

Kopi Mas Sejati

Berita

Rokok Kopi Mas Sejati, Pilihan Masyarakat Madura

Selasa, 1 Sep 2026 - 20:48 WIB