Bupati Pamekasan Didemo, BMM Sebut “Nang Ning Nong” Diduga Terlibat Intervensi Proyek, Kok Bisa?

- Wartawan

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis yang tergabung dalam Barisan Masyarakat Madura (BMM) melakukan aksi demonstrasi ke kantor Bupati Pamekasan, Kamis (26/01/2026).

Aktivis yang tergabung dalam Barisan Masyarakat Madura (BMM) melakukan aksi demonstrasi ke kantor Bupati Pamekasan, Kamis (26/01/2026).

PAMEKASAN, Madura Hari Ini- Aktivis yang tergabung dalam Barisan Masyarakat Madura (BMM) melakukan aksi demonstrasi ke kantor Bupati Pamekasan, Kamis (26/01/2026).

Mereka datang menyampaikan sejumlah temuan krusial yang diduga melibatkan orang terdekat bupati Pamekasan untuk mengatur proyek fisik, Konsultan proyek hingga mutasi jabatan di beberapa dinas.

Dalam orasinya, Ketua BMM, Sujai mengungkap adanya keterlibatan Aspri Bupati Pamekasan bernama Fathorrahman yang diduga melakukan kapling proyek di sejumlah dinas dengan mengatasnamakan Bupati.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam Perubahan APBD tahun 2025 terdapat beberapa kode khusus proyek yang diduga dikapling Bupati melalui asprinya dan diklaim sebagai pokir dewan oleh dinas,” teriak Sujai.

Bahkan, diduga proyek yang dikapling tersebut sebagian akan dijual untuk membayar hutang Pilkada Bupati Pamekasan.

“Beberapa kode khusus yang ada di P-APBD 2025 sudah ditandai, Pekerjaan itu sebagian ada di dinas Pertanian, Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (DPRKP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Pamekasan ,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Waduh! Tes Penentuan Pendamping Haji di Pamekasan Mencuat, Nilai Rendah Tapi Diloloskan

Kemudian Aktivis GMNI tersebut mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan istri kedua Bupati Pamekasan yang belakangan disebut sebagai Nang Ning Nong alias Tinuk dalam melakukan intervensi kebijakan Bupati, Pengaturan proyek fisik sampai urusan konsultan pekerjaan.

“Salahsatunya dalam program konsultan pembangunan Pustu di Dinas Kesehatan, beberapa konsultan proyek bidang SMP di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui orang kepercayaannya (Farid), dan pekerjaan fisik Dinas Lingkungan Hidup,” terangnya.

Selanjutnya, Pemkab Pamekasan menjelang mutasi eselon III untuk mengisi jabatan kepala bidang di beberapa dinas, kini mencuat dugaan keterlibatan orang terdekat bupati dan oknum ASN sebagai tim yang mengkoordinir lobi-lobi jabatan tersebut.

BACA JUGA :  Tak Ditemui Kepala BPKAD Pamekasan Saat Demo, Forkot Akan Lapor Polisi terkait Dugaan Penyimpangan

“Dari beberapa sumber data yang diperoleh, tim terdiri dari dua Aspri Bupati dan Istri kedua Bupati Pamekasan yang dikomando oleh salahsatu kepala dinas. Dicurigai tim ini juga mengakomodir adanya dugaan tarif jabatan yang akan mengisi posisi strategis tingkat eselon III,” terang suja’i.

Pihaknya berjanji akan terus mengawal sejumlah persoalan krusial yang berpotensi menjadikan uang rakyat APBD untuk kepentingan pribadi kelompok penguasa.

“Kami akan melakukan aksi demonstrasi jilid II untuk buka data ungkap mafia APBD Pamekasan. Kami berharap semua persoalan ini menjadi perhatian APH utamanya KPK ,” pungkasnya.

Saat menemui massa aksi, Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman menyatakan bahwa semua persoalan yang disampaikan ketua BMM itu tidak benar.

“Saudara Fathorrahman yang dikatakan keluar masuk OPD untuk meminta jatah proyek untuk kepentingan bupati itu tidak benar kecuali di luar sepengetahuan saya, kalau ada bukti meminta jatah proyek atau kompensasi, tunjukkan, akan saya copot Fathorrahman,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kebaya Warisan Budaya Tak Benda oleh Unesco, Khofifah: Identitas Kebanggaan Bangsa Terus Dirawat

Kemudian, Bupati Kholilurrahman menegaskan bahwa istri keduanya yang dibilang Nang ning nung melakukan intervensi terhadap kepemerintahan juga tidak benar.

“Saya tau betul dan bertanggung jawab sepenuhnya bahwa yang dibilang Nangningnong itu tidak terlibat intervensi pemerintah,” jelasnya.

Beliau tidak membenarkan dalam urusan mutasi jabatan yang akan datang dibilang ada kompensasi dan semacamnya.

“Mutasi yang akan datang tidak beda jauh dengan mutasi sebelumnya, semua pejabat tidak tau waktu mutasi, sehingga banyak yang kebingungan ketika menerima undangan malam harinya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih akan melakukan upaya konfirmasi kepada semua pihak yang disebut, untuk menyajikan berita yang berimbang.

Berita Terkait

BMM Kritik Kepemimpinan Bupati Pamekasan Lewat Acara Seminar “Poligami Anggaran dan Etika”
Menkop Kukuhkan KITMAS Pamekasan Sebagai Koperasi Tembakau Pertama di Indonesia
PWI Pamekasan Semarakkan Puncak HPN 2026 dengan Talkshow Pentahelix
SPPG Garuda Jaya Abadi Pamekasan Luruskan Menu MBG yang Disorot Tak Sesuai Standar
Kang Ojol, Becak hingga Jukir di Sumenep Bahagia Terima Sembako dari Yayasan BIP
Subhanallah, Yayasan BIP Santuni Ribuan Anak Yatim di Sumenep
Ini Syarat Pengambilan Motor yang Terjaring Razia Polres Pamekasan
Tipidkor Polres Pamekasan Disorot, Kasus Perusakan Lahan Tak Kunjung Naik Tahap Penyidikan

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:27 WIB

BMM Kritik Kepemimpinan Bupati Pamekasan Lewat Acara Seminar “Poligami Anggaran dan Etika”

Minggu, 22 Februari 2026 - 02:12 WIB

Menkop Kukuhkan KITMAS Pamekasan Sebagai Koperasi Tembakau Pertama di Indonesia

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:24 WIB

PWI Pamekasan Semarakkan Puncak HPN 2026 dengan Talkshow Pentahelix

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:36 WIB

SPPG Garuda Jaya Abadi Pamekasan Luruskan Menu MBG yang Disorot Tak Sesuai Standar

Senin, 16 Februari 2026 - 12:49 WIB

Kang Ojol, Becak hingga Jukir di Sumenep Bahagia Terima Sembako dari Yayasan BIP

Berita Terbaru

Wabendum Bidang Politik & Demokrasi Badko HMI Jawa Timur (Hasbullah).

Karya

Menjaga Amanat Konstitusi di Tengah Gejolak Global

Senin, 2 Mar 2026 - 19:16 WIB