Kantor Kejari Pamekasan Bau Kotoran Sapi, Aktivis Geram Penggeledahan Tak Kunjung Ada Tersangka

- Wartawan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kejari Pamekasan Bau Kotoran Sapi, Aktivis Geram Penggeledahan Tak Kunjung Ada Tersangka.

Kantor Kejari Pamekasan Bau Kotoran Sapi, Aktivis Geram Penggeledahan Tak Kunjung Ada Tersangka.

MADURA HARI INI | PAMEKASAN – Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan didemo sejumlah aktivis buntut penggeledahan tanpa adanya tersangka, Kamis 13 Agustus 2026.

Demo tersebut digelar oleh Forum Mahasiswa Pantura (Formatur), Front Aksi Massa (Famas) dan Barisan Mahasiswa dan Masyarakat (BMM).

Mereka membawa satu sak kotoran sapi ke kantor Kejari Pamekasan. Kotoran sapi itu ditabur di kantor adiyaksa tersebut.

Salah satu Koordinator Aksi, Abdus Salam Marhen menyebut, kotoran sapi sebagai simbol protes kepada Kejaksaan Negeri Pamekasan yang melakukan penggeledahan tanpa adanya tersangka sampai saat ini.

Menurutnya, penggeledahan tersebut dinilai sebagai upaya mengotori Kabupaten Pamekasan dan hanya untuk pamer kegawatan.

“Kalau bukan untuk pamer kagawatan untuk apalagi, kabupaten Pamekasan jangan dikotori, kalau memang jelas langsung tetapkan tersangka,” ujarnya.

BACA JUGA :  Berita Ini Telah Diralat Redaksi Madurahariini.com

Ia turut mendukung pengungkapan kasus dugaan korupsi proyek jalan bulangan barat -tlagah yang ditangani kejaksaan, bahkan kalau perlu bukan hanya ekornya yang disasar melainkan kepalanya.

“Kami mendukung kasus ini diungkap kalau perlu tangkap otaknya, tapi kalau hanya mengotori Pamekasan kami akan kembali lagi untuk membawa kotoran sapi yang lebih banyak untuk kotor-kotor kejaksaan,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, pendemo ditemui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pamekasan, Ali Munip dan Kasi Intelejen Agus Setiyo Budi.

BACA JUGA :  Weleh-weleh! Ketua DPRD Pamekasan Jadi Mafia Rokok Ilegal Be Fly Bold

Menurut Ali Munip, kasus dugaan korupsi tersebut masih tahap penyidikan. Sejumlah saksi termasuk mantan kepala dinas PUPR tahap diperiksa.

“Kasus ini masih tahap penyidikan, kami masih berproses dan kami tegaskan kalau kami bekerja untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya.

Berita Terkait

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja
Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka
Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar
Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa
Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta
DPRD Pamekasan Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2027
Djavaloka Bistro Padukan Daging Asap, Minuman Khas, dan Pengalaman Meracik Tembakau
Dilaporkan atas Dugaan Tuduhan LGBT dan Pemalsuan, Kuasa Hukum 3 Purna Paskibraka Pamekasan Buka Suara

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta

Berita Terbaru