Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja

- Wartawan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ra Gopong

Ra Gopong

PAMEKASAN, MADURA HARI INI– Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor, Achmad Ghufron Sirodj, menyoroti maraknya aksi demonstrasi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Ia menilai demonstrasi yang terlalu sering dilakukan berpotensi menghambat masuknya investor dan berdampak pada terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Achmad Ghufron Sirodj saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Pamekasan periode 2026–2030 di Azana Hotel Pamekasan, Madura, Minggu (18/11/2026).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Ra Gopong tersebut menyampaikan kritik sekaligus otokritik terhadap fenomena demonstrasi yang menurutnya semakin kehilangan makna sebagai instrumen perjuangan masyarakat.

“Pamekasan ini, mohon maaf, ini kritik dan otokritik, demonstrasi telah menjadi industri. Ini enggak baik menurut saya,” ujarnya.

BACA JUGA :  10 Warga Binaan Lanjut Usia di Rutan Sumenep Dapat Bantuan Makanan dan Vitamin Tambahan

Menurut Ra Gopong, demonstrasi merupakan bagian dari hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun, ia mengingatkan agar aksi tersebut tidak dilakukan secara berlebihan hingga justru menimbulkan persepsi negatif terhadap iklim investasi daerah.

Ia menegaskan, salah satu parameter kemajuan suatu daerah adalah kemampuan menarik investor untuk menanamkan modal dan mengembangkan usaha. Kehadiran investasi dinilai penting karena dapat membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau investornya didemo terus gimana? Akhirnya, kan, lapangan kerja yang harusnya kalian tempati dan didistribusikan oleh kader PMII, Ansor, ditutup sendiri sama kalian,” papar Ra Gopong.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan membela kepentingan masyarakat perlu diiringi dengan upaya menciptakan iklim usaha yang kondusif.

BACA JUGA :  Warga Bulangan Barat Geram, Kasus Pengrusakan Lahan Hampir 6 Bulan Mandek di Polres Pamekasan

Menurut pandangannya, aspirasi publik tetap penting, tetapi cara penyampaiannya juga perlu mempertimbangkan dampak terhadap keberlangsungan investasi dan kesempatan kerja.

Ajak Anak Muda NU Kembalikan Demonstrasi sebagai Jalan Terakhir

Lebih lanjut, Ra Gopong mengajak kalangan anak muda, khususnya generasi muda Nahdlatul Ulama (NU), untuk kembali menempatkan demonstrasi sebagai langkah terakhir setelah jalur dialog dan komunikasi ditempuh.

Ia menilai frekuensi aksi demonstrasi di Pamekasan yang disebutnya hampir terjadi setiap pekan perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Jika demonstrasi terus berlangsung tanpa mempertimbangkan efektivitas dan dampaknya, menurutnya, masyarakat berisiko memandang aksi tersebut sebagai sesuatu yang biasa, bukan lagi sebagai instrumen perjuangan yang memiliki bobot moral dan sosial.

BACA JUGA :  Rencana Menkeu Sikat Habis Rokok Ilegal di Madura, Warganet: Ayo Buktikan Kalau Berani!

“Pamekasan ini hampir setiap minggu ada demonstrasi. Sampai kita melihat aksi demo ini tidak sakral. Ini bahaya laten,” tegasnya.

Melalui pesan tersebut, Ra Gopong mendorong generasi muda agar mampu menyeimbangkan keberanian menyuarakan aspirasi dengan tanggung jawab menjaga masa depan daerah.

Baginya, kemajuan Pamekasan tidak hanya membutuhkan kontrol sosial yang berjalan baik, tetapi juga iklim investasi yang sehat, terbukanya lapangan pekerjaan, serta keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan.

Dengan demikian, demonstrasi diharapkan tetap menjadi sarana perjuangan yang digunakan secara tepat, terukur, dan bertanggung jawab, tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat luas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Berita Terkait

Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka
Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar
Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa
Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta
DPRD Pamekasan Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2027
Djavaloka Bistro Padukan Daging Asap, Minuman Khas, dan Pengalaman Meracik Tembakau
Dilaporkan atas Dugaan Tuduhan LGBT dan Pemalsuan, Kuasa Hukum 3 Purna Paskibraka Pamekasan Buka Suara
Koordinator Aksi Penolakan Indomaret di Pamekasan Justru Salahkan Pihak Indomaret atas Perusakan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta

Berita Terbaru