Banyak Dapur MBG di Pamekasan Berisiko Tinggi Bagi Kesehatan dan Lingkungan

- Wartawan

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Satgas MBG Pamekasan Sukriyanto.

Ketua Satgas MBG Pamekasan Sukriyanto.

PAMEKASAN, MADURA HARI INI. Sebanyak empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan belum memenuhi syarat operasional meski telah terdaftar di Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu kendalanya yakni belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Achmad Syamlan, mengatakan saat ini terdapat 128 dapur MBG yang terdaftar di BGN. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 dapur telah mengajukan SLHS dan telah dilakukan kunjungan oleh pihak Dinkes.

“Per 9 Mei, dari 124 dapur yang mengajukan, sebanyak 119 dapur sudah terbit SLHS. Sedangkan lima dapur lainnya masih menunggu hasil sampel laboratorium,” ujar Syamlan, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan, empat dapur lainnya belum dapat mengajukan SLHS karena sejumlah persyaratan belum terpenuhi sehingga belum bisa dilakukan kunjungan oleh tim Dinkes.

“Empat dapur itu belum dikunjungi karena kepala dapurnya belum datang, tenaga gizinya belum ada, belum menerima pemerataan penerima manfaat, dan anggaran operasionalnya juga belum masuk ke dapur. Karena itu mereka belum mengajukan SLHS ke Dinkes,” jelasnya.

Kata dia, ada tiga syarat SLHS itu dapat diterbitkan, diantaranya telah dilakukan Inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), telah dilakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel dan telah dilakukan pelatihan keamanan pangan(PKP).

BACA JUGA :  LMB Kompak Pegang Janji Ketua Satgas MBG Sukriyanto Sidak Dapur Bermasalah Pekan Depan

“Dinkes hanya bertanggung jawab tentang sertifikat SLHS,” ujarnya.

Di sisi lain, lima dapur yang masih menunggu penerbitan SLHS diduga masih tetap beroperasi meski kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap aspek kesehatan dan belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan BGN.

Tidak hanya soal SLHS, adanya sejumlah dapur MBG di Pamekasan yang diduga tidak mengantongi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) anaerob dan aerob dalam asistem pengolahan limbah biologis kombinasi juga berisiko tinggi. Dari banyaknya dapur, diduga hanya tujuh yang hanya memiliki IPAL, sisanya berisiko tinggi bagi lingkungan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian, Perencanaan, Kerusakan Lingkungan Hidup, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH & PKLH) DLH Pamekasan Farhatin Syaifullah menegaskan akan melakukan monitoring terhadap terhadap semua dapur.

BACA JUGA :  Hasil Sidak, Satgas MBG Pamekasan Apresiasi Kinerja Dapur SPPG Pangorayan Proppo

“Sudah dijadwalkan untuk monitoring tahap kedua. Semu akan di monitoring,” ujarnya.

Sementara itu, Satgas MBG Pamekasan, Sukriyanto, mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada koordinator wilayah (korwil) BGN dan BGN pusat. Ia membenarkan adanya dapur yang tidak sesuai syarat namun tetap beroperasi.

“Saya sudah melaporkan persoalan itu ke korwil,” kata Sukriyanto.

Menurutnya, terkait adanya Dapur yang dinilai beresiko dengan tetap beroperasi meski belum memiliki SLHS. Pihaknya mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menindak.

“Bahkan, untuk penutupan operasional bukan ranah satgas, melainkan kewenangan korwil dan BGN pusat,” tutupnya.

Berita Terkait

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja
Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka
Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar
Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa
Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta
DPRD Pamekasan Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2027
Djavaloka Bistro Padukan Daging Asap, Minuman Khas, dan Pengalaman Meracik Tembakau
Dilaporkan atas Dugaan Tuduhan LGBT dan Pemalsuan, Kuasa Hukum 3 Purna Paskibraka Pamekasan Buka Suara

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta

Berita Terbaru