Pimpinan UNIRA Siap Ambil Tindakan Tegas Bila Terbukti Panitia Kongkalikong di Pemira 2025

- Wartawan

Selasa, 9 Desember 2025 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIB, Puluhan mahasiswa Universitas Madura (UNIRA) menggelar demonstrasi menolak dugaan ketidaktransparanan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dalam pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) 2025.

Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIB, Puluhan mahasiswa Universitas Madura (UNIRA) menggelar demonstrasi menolak dugaan ketidaktransparanan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dalam pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) 2025.

PAMEKASAN, Madura Hari Ini | Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIB, Puluhan mahasiswa Universitas Madura (UNIRA) menggelar demonstrasi menolak dugaan ketidaktransparanan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dalam pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) 2025.

Demo berlangsung di depan gerbang utama kampus. Massa menutup akses keluar masuk dengan pasir batu (sirtu) hasil galian C sebagai bentuk protes atas proses pendaftaran calon yang dinilai penuh kejanggalan.

Koordinator aksi, Subaidi, mengungkapkan bahwa salah satu pasangan calon hendak mendaftar pada Rabu (3/12/2025) pukul 08.00 WIB, namun tidak dapat menyerahkan berkas karena blanko pendaftaran tidak tersedia.

“Ketika dikonfirmasi Dewan Kehormatan, Ketua KPUM mengatakan blanko ada pada sekretaris. Tapi sekretaris masih di perjalanan dan ditunggu satu jam tetap tidak datang,” ujarnya dalam orasi.

Situasi itu memicu aksi spontan mahasiswa hingga memblokir area Biro Kemahasiswaan. Keesokan harinya, paslon tersebut kembali mencoba mendaftar tetapi ditolak dengan alasan kuota telah terpenuhi.

“Katanya sudah ada dua pendaftar hari Selasa pukul 12.45 WIB. Tapi setelah dicek lewat CCTV, tidak ada paslon yang mendaftar pada jam itu,” tegas Subaidi.

BACA JUGA :  Kasus Perceraian di Pengadilan Agama Pamekasan Dinilai Janggal, Sang Suami Ini Pertanyakan Keabsahan Buku Nikah

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan dua tuntutan: Menjatuhkan sanksi kepada Ketua dan Sekretaris KPUM UNIRA dan Menganulir SK Penetapan Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa yang telah diterbitkan KPUM.

“Jika tidak ada titik terang, kami akan menutup seluruh akses kampus dan memboikot kegiatan kampus,” ancam Subaidi.

Wakil Rektor III UNIRA, Moh. Zali, yang hadir menemui massa aksi menegaskan bahwa kampus siap mengambil tindakan sepanjang laporan mahasiswa disertai bukti kuat.

BACA JUGA :  Gawat! Kawasan Kaduara Barat Dibabat Tambang Ilegal, Dear Jatim Desak Polda Tangkap Cukong

“Silakan buktikan dalam sidang. Jika fakta mendukung, tuntutan itu pasti menguat. Kampus mengikuti keputusan Dewan Kehormatan,” ujarnya.

Ketua BEM Fakultas Hukum, Tofa, turut menyoroti dugaan relasi tidak sehat antara KPUM, Wakil Rektor III, dan Biro Kemahasiswaan.

“Hari ini kami minta Ketua KPUM hadir. Kalau tidak bersalah, hadapi! Tapi kalau tidak berani datang, bubarkan saja KPUM Universitas Madura,” teriaknya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja
Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka
Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar
Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa
Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta
DPRD Pamekasan Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2027
Djavaloka Bistro Padukan Daging Asap, Minuman Khas, dan Pengalaman Meracik Tembakau
Dilaporkan atas Dugaan Tuduhan LGBT dan Pemalsuan, Kuasa Hukum 3 Purna Paskibraka Pamekasan Buka Suara

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta

Berita Terbaru