Waduh! Beredar Kabar Pengusaha Rokok Bodong Tiarap, Satgas Nasional Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal Bergerak

- Wartawan

Sabtu, 19 Juli 2025 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumen Foto. CNBC Indonesia

Dokumen Foto. CNBC Indonesia

Madura Hari Ini – Aroma kepanikan mulai terasa di kalangan pengusaha rokok ilegal alias rokok bodong! Informasi terbaru beredar bahwa Satgas Nasional Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal mulai menyisir wilayah Jawa Timur – dan kabarnya ini bukan main-main!

Jumat, 18 Juli 2025, media nasional detikFinance menghebohkan publik lewat headline tajam:  “Satgas Rokok Ilegal Dibentuk, DPR: Tutup Semua Celah Kebocoran!”

Langkah ini jadi tamparan keras bagi para pelaku bisnis rokok ilegal yang selama ini bermain aman di balik celah hukum dan lemahnya pengawasan. Tapi sekarang? Game over!

Data dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bikin melongo:  Dalam operasi besar-besaran bertajuk “Operasi Gurita”, hingga 6 Juli 2025 sudah ada 4.214 kasus penindakan, dengan lebih dari 195 juta batang rokok ilegal disita!  Di Jawa Timur saja, barang bukti rokok ilegal bernilai Rp 80 miliar, dengan potensi kerugian negara yang dicegah mencapai Rp 48 miliar!

DPR RI Ngamuk! Satgas Harus Tancap Gas!

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, M. Hanif Dhakiri, angkat bicara lantang:

BACA JUGA :  Parah! Mobil Avanza di Sampang Dibakar OTK, Polisi Belum Ungkap Pelaku

“Satgas ini bukan pajangan. Negara harus hadir tegas! Lindungi penerimaan cukai dan selamatkan industri legal dari serbuan barang haram!”

Hanif mendesak agar semua pihak – Bea Cukai, TNI, Polri, pemda, sampai Satpol PP – turun tangan bareng-bareng. Tak boleh ada celah distribusi rokok ilegal yang dibiarkan menganga!

“Ini kerja nasional! Harus jadi alat efektif untuk memutus rantai rokok ilegal, dari hulu sampai hilir!” tegasnya.

Sri Mulyani Turun Tangan! Dirjen Bea Cukai Diberi PR Berat

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun angkat suara. Ia menyoroti fenomena downtrading alias peralihan konsumen ke rokok murah (ilegal) akibat kenaikan tarif cukai. Rokok ilegal makin laris manis – dan negara jadi buntung!

BACA JUGA :  Jumat Berkah, Gadai Mas Bangkalan Gelar Aksi Sosial untuk Warga Sekitar

“Ini PR besar untuk Dirjen Bea dan Cukai yang baru, Djaka Budi Utama. Jangan main-main!” tegas Sri Mulyani di hadapan DPR.

Pengusaha rokok ilegal Kabarnya mulai tiarap, ketakutan makin nyata. Satgas jalan, negara mulai bersih-bersih! Siapa yang masih coba main kotor? Bersiap-siap saja… Satgas datang, tak ada tempat untuk bersembunyi!

 

Berita Terkait

Kebal Hukum? Lingkar Melati Bersatu Setorkan Data Diduga Pengendali Rokok Bodong di Pamekasan
Polres Sumenep Awasi Ketat Penjualan Mercon
Polres Pamekasan Pasang Penutup Terpal untuk Motor Hasil Patroli Hunting System
Kejari Sumenep Diminta Panggil Pokmas Setia Budi Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Aktivis Kritik Pedas Polres Pamekasan Soal Fasilitas Penyimpanan Motor Hasil Razia
Direktur CV Dzarrin Putra Utama 2 Kali Mangkir, Polres Pamekasan Diminta Naikkan ke Penyidikan Kasus Perusakan Lahan
Pelaku yang Aniaya Janda Pakai Botol Miras Diringkus Polres Pamekasan
Ini Syarat Pengambilan Motor yang Terjaring Razia Polres Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 18:54 WIB

Kebal Hukum? Lingkar Melati Bersatu Setorkan Data Diduga Pengendali Rokok Bodong di Pamekasan

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:40 WIB

Polres Pamekasan Pasang Penutup Terpal untuk Motor Hasil Patroli Hunting System

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:26 WIB

Kejari Sumenep Diminta Panggil Pokmas Setia Budi Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

Senin, 16 Februari 2026 - 21:03 WIB

Aktivis Kritik Pedas Polres Pamekasan Soal Fasilitas Penyimpanan Motor Hasil Razia

Senin, 16 Februari 2026 - 18:25 WIB

Direktur CV Dzarrin Putra Utama 2 Kali Mangkir, Polres Pamekasan Diminta Naikkan ke Penyidikan Kasus Perusakan Lahan

Berita Terbaru

Wabendum Bidang Politik & Demokrasi Badko HMI Jawa Timur (Hasbullah).

Karya

Menjaga Amanat Konstitusi di Tengah Gejolak Global

Senin, 2 Mar 2026 - 19:16 WIB