Polisi Mulai Periksa Korban dan Terduga Pelaku Bullying SMP 2 Pademawu Pamekasan

- Wartawan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban dan ibunya saat berada di Mapolres Pamekasan.

Korban dan ibunya saat berada di Mapolres Pamekasan.

PAMEKASAN, MADURA HARI INI | Polres Pamekasan mulai menyelidiki kasus perundungan atau bullying yang dialami DSF (korban), seorang siswi SMPN 2 Pademawu Pamekasan.

Pada hari ini, korban DSF dan terduga pelaku berinisial PJ dipanggil Polisi. Keduanya masih dipanggil sebagai saksi didampingi oleh Guru Bimbingan Konseling (BK) dari sekolahnya.

Orang tua korban, Linda mengatakan bahwa anaknya yang menjadi korban Bullying disertai kekerasan sudah memberikan keterangan untuk kedua kalinya ke penyidik.

“Semua kronologi sudah disampaikan kepada penyidik,” kata Linda di Mapolres Pamekasan, Selasa (12/8/2025).

Pihaknya bahkan menepis klaim pihak sekolah yang menyebutnya damai, padahal kata Linda, kasus perundungan yang menimpa anak harus terus bergulir di meja kepolisian.

“Saya tidak mau damai tetap lanjut biar ada efek jera. Karena bukan hanya sekali dua kali. Cuma yang terekam baru sekarang,” terangnya.

BACA JUGA :  Pelaku yang Aniaya Janda Pakai Botol Miras Diringkus Polres Pamekasan

Dia mengaku baru mengetahui, bahkan terkejut dan tidak dapat berbicara apapun melihat anaknya di video yang terekam dipukuli sebegitu parah di sekolahnya.

Sebagai orang tua dari korban, Linda mengaku baru mengetahui bahwa anaknya dipukuli pelaku pada Jumat 8 Agustus 2025 kemarin. Sementara kejadiannya pada 15 Juli 2025 lalu.

“Itu karena pihak sekolah tidak memperbolehkan untuk memberitahukan kepada saya, jadi saya tahu viralnya ini dari temannya,” tutur orang tua korban tersebut.

BACA JUGA :  Kasihan! Rumah Warga di Desa Murtajih Pamekasan Rusak Akibat Diterjang Angin Kencang

Atas adanya pelaporan tersebut, pihak keluarga korban menegaskan menolak untuk berdamai dan berharap polisi segera memproses biar ada efek jera kepada pelaku.

“Anak saya sempat sakit, pusing dan tidak masuk sekolah dan mengalami trauma. Dari pihak sekolah sempat mau mediasi cuma saya tidak mau. Biar ada efek jeranya. Biar tidak ada korban lain,” pungkasnya.

Penulis : Al

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Demo Mabes Polri, Desak Usut Dugaan Setoran Uang Pengamanan Rokok Ilegal ke Oknum Polisi Pamekasan
Serahkan Dokumen ke polisi, korwil BGN pamekasan bantah dugaan yang dilaporkan
Diduga Jadi Sarang Jual Beli Pita Cukai, PR MTN Jaya di Guluk-Guluk Didesak Diaudit Total dan Ditutup Permanen
Ragukan Status Operator, Polres Pamekasan Didesak Naikkan Perkara Kasus PAW Kades Gugul
Polres Pamekasan Tangkap Warga Sampang Kasus Narkoba
Tersangka Penipuan Travel Umrah di Pamekasan Dijebloskan ke Penjara
2 Pelapor Korwil BGN Pamekasan Diperiksa Polisi, Penyidik Tanyakan 4 Poin Krusial
Berkali-kali Lolos, Polres Pamekasan Akhiri Aksi Pencurian Ibu dan Anak Asal Pontianak

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:11 WIB

Demo Mabes Polri, Desak Usut Dugaan Setoran Uang Pengamanan Rokok Ilegal ke Oknum Polisi Pamekasan

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:26 WIB

Serahkan Dokumen ke polisi, korwil BGN pamekasan bantah dugaan yang dilaporkan

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:10 WIB

Diduga Jadi Sarang Jual Beli Pita Cukai, PR MTN Jaya di Guluk-Guluk Didesak Diaudit Total dan Ditutup Permanen

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:19 WIB

Ragukan Status Operator, Polres Pamekasan Didesak Naikkan Perkara Kasus PAW Kades Gugul

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:23 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Warga Sampang Kasus Narkoba

Berita Terbaru

Achsanul Qosasi Hadiri HUT ke-14 Kabar Madura.

Berita

Achsanul Qosasi Hadiri HUT ke-14 Kabar Madura

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:46 WIB