Lahan SMK Kesehatan Pamekasan Disegel,  Diduga Sudah Terjual ke Pengusaha Rokok Ilegal 

- Wartawan

Senin, 18 Mei 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMK Kesehatan Pamekasan Disegel,  Diduga Terjual ke Pengusaha Rokok Ilegal.

SMK Kesehatan Pamekasan Disegel,  Diduga Terjual ke Pengusaha Rokok Ilegal.

MADURA HARI INI | PAMEKASAN. Lahan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Nusantara Pamekasan diduga dibeli salah satu pengusaha rokok berinisial HL di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Senin (18/5/2026).

Gedung SMK Kesehatan Nusantara mulai disegel oleh Arofatin Nisa’ yang mengklaim sebagai pemilik tanah sejak Senin (11/5/2026) malam. Sejak itu, 90 siswa tidak bisa masuk ke ruang kelas, bahkan ada 4 siswi yang diusir.

Kepala SMK Kesehatan Nusantara, Ahmad Mahfud mengaku tanah yang dibangun gedung sekolah diduga terjual ke salah satu pengusaha rokok.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebelum disegel, ada pengusaha rokok atas nama HL datang ke sini. Dia mengaku sudah membeli tanah sekolah,” katanya, Senin (18/5/2026).

BACA JUGA :  Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa

Saat itu, pihaknya sempat berusaha menanyakan sertifikat tanah yang dibelinya kepada HL. Namun HL tidak menunjukkan tapi mengaku sudah melakukan sebagian pembayaran.

Mahfud menyampaikan, di sekitar sekolah HL memang memiliki gudang tempat meracik tembakau dan saus.

“Saya pernah dikasih produk rokoknya yang tanpa pita atau ilegal. Kemungkinan dia mau mengusai lahan sekolah,” katanya.

Mahfud mengaku, penyegelan dilakukan akibat tanah sudah dijual oleh Arofatin Nisa’. Padahal tanah sudah dihibahkan ke Yayasan Kunci Ilmu dan akhirnya dibangun sejak tahun 2010.

Pihaknya meyakini tanah dibeli dengan harga tinggi. Sehingga Arofatin berani menyegel lahan sekolah tanpa dasar hukum yang jelas.

BACA JUGA :  Tak Ditemui Kepala BPKAD Pamekasan Saat Demo, Forkot Akan Lapor Polisi terkait Dugaan Penyimpangan

“Kami sudah melapor ke polisi soal penyegelan ini,” tegasnya.

Pihaknya menilai tanah hibah dijual sepihak. Sehingga merugikan pihak sekolah dan puluhan siswa karena pintu digembok dan dipasang banner.

“Sekolah ini sudah beroperasi sejak 2010. Tapi sertifikat yang awalnya atas nama H. Tohir diganti atas nama Arofatin Nisa’ pada tahun 2014, itupun di luar sepengetahuan kami,” Kata Ahmad Mahfud.

Akibat penyegelan ini, 90 siswa belum bisa belajar tatap muka sampai hari ini. Sejak hari Selasa pasca disegel siswa terpaksa belajar daring.

“Kami kecewa dengan penyegelan ini. Siswa yang jadi korban,” ucap Mahfud.

BACA JUGA :  PT Arinna Makmur Sentosa Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

Sementara Arofatin Nisa’ saat dikonfirmasi membenarkan jika lahan sekolah seluas setengah hektar sudah dijual. Pihaknya mengklaim menjual haknya sebagai pemilik tanah.

“Tanah ini sudah terjual. Makanya sejak setahun lalu kami sudah meminta dikosongkan, karena memang hak saya,” ucapnya.

Ditanya soal harga tanah yang terjual? Pihaknya mengaku tidak bisa memberikan keterangan.

“Kalau soal harga biar saya sendiri yang mengetahuinya,” ucapnya.

Arofatin Nisa’ menyampaikan sejak awal sertifikat tanah sudah atas nama dirinya. Bahkan dikatakan, Yayasan Kunci Ilmu adalah lembaga milik keluarga.

“Dulu yayasan ini yayasan keluarga. Tapi sekarang justru pihak yayasan yang tidak mau mengosongkan lahan sekolah,” imbuhnya.

Berita Terkait

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja
Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka
Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar
Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa
Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta
DPRD Pamekasan Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2027
Djavaloka Bistro Padukan Daging Asap, Minuman Khas, dan Pengalaman Meracik Tembakau
Dilaporkan atas Dugaan Tuduhan LGBT dan Pemalsuan, Kuasa Hukum 3 Purna Paskibraka Pamekasan Buka Suara

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waketum PP GP Ansor Soroti Maraknya Demo di Pamekasan: Dinilai Hambat Investor dan Peluang Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Pemalsuan Tanah Kas Desa Majungan, Notaris, Perantara dan Pegawai Kejaksaan Jadi Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Harta Kekayaan Bupati Pamekasan Kholilurrahman Naik Turun, Pernah Rp785 Juta hingga Tembus Rp3,89 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Terima Aduan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Hotel Putri dan 5 Tempat Karaoke di Pamekasan Disegel Paksa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemilik Warung Seblak Kembali Dilaporkan, Kini Istri TNI di Pamekasan Ditipu Ratusan Juta

Berita Terbaru